Pelajar Sekolah Dasar (SD) Negeri 42 kembali mengikuti belajar tatap muka terbatas di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (31/7/2021). Pemda diminta mengebut vaksinasi terhadap usia pelajar untuk menjamin keselamatan. | ANTARA FOTO / Irwansyah Putra
13 Aug 2021, 03:45 WIB

Daerah Sambut PTM

Pemda diminta mengebut vaksinasi terhadap usia pelajar untuk menjamin keselamatan.

INDRAMAYU--Sejumlah daerah yang berada di zona PPKM Level 3 dan 2 bersiap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Pemerintah telah mengizinkan daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dan 3 untuk melaksanakan PTM.

Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sekolah di semua jenjang pendidikan siap menggelar PTM terbatas. Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Malik Ibrahim, menyebutkan, ada 886 SD Megeri dan 32 SD swasta di wilayahnya yang siap melaksanakan PTM.

“Semua sekolah sudah siap, persiapan tatap muka sudah, oke. Hanya tinggal menunggu pelaksanaannya,’’ ujar Malik, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/8).

Meski sudah siap melaksanakan PTM terbatas, namun Malik menyatakan, pihaknya masih menunggu surat edaran bupati mengenai hal tersebut. Pihaknya tidak mau bersikap gegabah meski ada desakan dari wali murid, komite sekolah, guru maupun pemerhati pendidikan agar PTM segera dilakukan.

Terkait

Bupati Indramayu, Nina Agustina, telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor:4431 1740 /Org tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

Dalam surat tertanggal 10 Agustus 2021 itu disebutkan, kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan dapat dilaksanakan secara tatap muka terbatas dengan kapasitas 50 persen. “Sampai hari ini kami belum menerima surat edaran dari bupati itu, kami masih menunggu,” tegas Malik.

photo
Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada hari pertama kembali masuk sekolah di SDN 3 Lhokseumawe, Aceh, Kamis (5/8/2021). - (ANTARA FOTO/Rahmad)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Budiaman Sanusi mengatakan, wilayahnya masuk ke dalam daerah yang melaksanakan PPKM Level 3. "Rencananya pekan depan sudah mulai berjalan," kata dia saat dihubungi Republika, Kamis (12/8). 

Sementara, di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo menegaskan, pihaknya belum akan mengeluarkan izin untuk menggelar PTM di sekolah. Meskipun daerah tersebut berada di level 3 atau 2 PPKM. “Soal PTM di sekolah, daerah di Jawa Tengah yang berstatus level 3 maupun level 2 bisa bersabar dulu. Saya sudah konfirmasi ke pusat, kemungkinan untuk SLB bisa,” katanya.

Luar Jawa-Bali

Di luar Jawa dan Bali, sejumlah daerah sudah menyatakan kesiapannya menggelar PTM terbatas. Rencananya, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menggelar PTM pekan depan. Bahkan, PTM terbatas sudah mulai digelar di Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, pada Kamis (12/8).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang Panjang, Ali Thabrani mengaku, PTM digelar dengan kapasitas 50 persen. "Seluruh tingkatan satuan pendidikan sudah bisa melaksanakan PBM tatap muka dengan kapasitas 50 persen," kata Ali Thabrani.

Kepala SMPN 5 Kota Padang Panjang, Ermita, mengeklaim, prokes ketat diterapkan dalam proses PTM terbatas. Selain itu, penataan tempat duduk siswa-siswi di kelas, dilakukan dengan setiap kursi dan meja diberi nama siswa-siswi yang bersangkutan. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi penempatan tempat belajar yang sama dengan murid yang berbeda shift nantinya.

“Jadi tiap-tiap murid tidak menempati fasilitas belajar yang sama. Begitu seterusnya. Para murid juga diharuskan untuk membawa bekal sendiri dari rumah,” ujar Ermita.

SMPN 5 juga membuat dua akses agar tidak membuat kerumunan saat jam pulang sekolah. Ermita mengeklaim, PTM pada Kamis (12/8) berjalan lancar dan aman.

"Kami melihat para murid dan orang tua tampak semangat dan bahagia bisa kembali melakukan pembelajaran tatap muka ini,” kata dia.

photo
Sejumlah pelajar mengantre untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Islamic Center Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/8/2021). - ( ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.)

Terpisah, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) berharap pemerintah daerah mempercepat vaksinasi bagi usia sekolah. "Tentu Apkasi juga mendorong agar program vaksinasi dikalangan siswa-siswi dapat dilaksanakan dan dipercepat sehingga tingkat ketenangan para orang tua juga semakin nyaman," ujar Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang kepada Republika, Kamis (12/8).

Menurut dia, dibolehkannya PTM terbatas dapat meningkatkan semangat para murid untuk belajar, mengingat sekian lama menjalankan pembelajaran secara daring. Sebab, kualitas PTM akan berbeda dengan virtual.

Namun, dia mengingatkan agar pemda memastikan sekolah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Para murid juga harus dipastikan selalu memakai masker, rajin mencuci tangan, dan sementara tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Diharapkan kepada orang tua untuk membekali anak-anaknya hand sanitizer," kata Sarman. 


×