Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi bersama para direksi menyampaikan paparan saat Analyst Meeting 2Q-2021 di Menara Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (27/7). Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Bank BJB masih mencatatkan kiner | Edi Yusuf/Republika

Ekonomi

12 Aug 2021, 10:01 WIB

BJB Sabet Penghargaan Bank Terbaik

Prestasi BJB merupakan wujud nyata profesionalitas perseroan.

BANDUNG – Bank BJB berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori Bank Go Public versi Infobank untuk periode Desember 2019-2020. Dalam kategori tersebut, Bank BJB mendapatkan nilai total sebesar 94,02 dengan predikat “sangat bagus”. Bank BJB berada di peringkat pertama dari total 42 bank yang telah melantai di bursa.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, prestasi yang berhasil dicapai tersebut merupakan wujud nyata profesionalitas perseroan. Hal tersebut juga disokong oleh model bisnis perseroan yang berdaya tahan. Yuddy menekankan, hingga posisi Juni 2021, kinerja Bank BJB terus tumbuh positif.

"Bank BJB merupakan perusahaan yang adaptif dan agile,” ujar Yuddy dalam siaran pers yang diterima Republika, Rabu (11/8).

Penilaian peringkat didasarkan pada sejumlah aspek. Bank BJB meraih persentase pada aspek yang terlibat sebesar 14,08 persen yakni total aset, 8,55 persen modal inti, 13,16 persen manajemen risiko, 13,16 persen praktik good corporate governance, 9,36 persen permodalan, 18,91 persen kualitas aset, 15 persen rentabilitas, 11,92 persen likuiditas, dan 12,50 persen efisiensi.

Dari hasil penilaian tersebut, bank yang menempati peringkat lima besar pada urutan kedua dan seterusnya adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mega Tbk, PT OCBC NISP Tbk, dan PT Bank Mandiri Tbk.

Predikat Bank Go Public terbaik berhasil diraih Bank BJB karena kinerja perusahaan yang tercatat tumbuh positif sepanjang 2020-2021. Hasil positif itu berhasil dicapai meski berada dalam masa pandemi Covid-19. Sepanjang 2020, Bank BJB mencatatkan laba bersih secara konsolidasi Rp 1,68 triliun atau naik delapan persen dibandingkan 2019 yang senilai Rp 1,56 triliun.

Pencapaian laba itu berada di atas rata-rata industri perbankan yang mencatatkan laba terkontraksi 33 persen selama periode 2020. Total nilai aset yang dimiliki Bank BJB sepanjang 2020 juga tumbuh hingga mencapai 14,08 persen year on year menjadi Rp 140,93 triliun.

Pertumbuhan bisnis positif juga kembali diraih Bank BJB pada kuartal II 2021 dengan laba perusahaan tumbuh 14,4 persen menjadi sebesar Rp 924 miliar. Pertumbuhan itu juga diikuti oleh peningkatan nilai aset perseroan yang tumbuh sebesar 20 persen (yoy) atau mencapai Rp 150,4 triliun.

Sektor kredit yang merupakan ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan tumbuh juga secara neto sebesar 6,7 persen (yoy) menjadi Rp 91,6 triliun. Kualitas kredit yang disalurkan turut terjaga baik dengan tingkat NPL hanya 1,34 persen. NPL Bank BJB itu terpaut cukup jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang pada posisi Mei 2021 di level 3,35 persen.

Pertumbuhan lainnya tampak pada dana pihak ketiga (DPK). DPK Bank BJB pada kuartal II 2021 tumbuh 20,9 persen (yoy) atau mencapai Rp 116,1 triliun. Tumbuhnya DPK tersebut mengindikasikan Bank BJB mampu menjaga trust dari masyarakat.

Di tengah terbatasnya aktivitas masyarakat selama pandemi, Bank BJB mampu memanfaatkan momentum tersebut sebagai peluang menumbuhkan layanan digital banking. Aplikasi mobile banking Bank BJB, yakni BJB Digi, berhasil tumbuh signifikan pada periode Desember 2020-Juni 2021.

Dalam kurun waktu tersebut, pertumbuhan pengguna BJB Digi tercatat mencapai 121,2 persen. Pertumbuhan tersebut diprediksi akan terus melesat seiring peningkatan fitur layanan digital banking Bank BJB. ';

×