Anggota Russian Olympic Committee (ROC) Llya Leshukov mengayunkan bola dalam pertandingan bola voli pantai di Olimpiade Tokyo 2020, Ahad (2/8/2021). Atlet ROC tetap dibolehkan memakai jersi sesuai warna bendera Rusia dalam olimpiade. | AP/Petros Giannakouris
04 Aug 2021, 12:32 WIB

Mengenal ROC, Rusia yang 'Menyamar' dalam Olimpiade

Atlet ROC tetap dibolehkan memakai jersi sesuai warna bendera Rusia dalam olimpiade.

OLEH FREDERIKUS DOMINGGUS BATA 

Pada 2019 lalu Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menjatuhkan sanksi tegas kepada Rusia. Para atlet Negeri Beruang Merah dilarang mengikuti turnamen internasional selama empat tahun ke depan.

Mengapa demikian? Intinya, WADA menyatakan, terjadi pelanggaran lewat program doping yang justru didukung negara. Saat penyelidikan berlangsung, Badan Anti-Doping Rusia (Rusada) gagal memberikan data tes narkoba autentik kepada WADA. 

Rusia tak patah semangat. Mereka mengajukan banding. Pada 2020, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengurangi hukuman tersebut menjadi dua tahun. 

Terkait

Larangan tampil para atlet Negeri Beruang Merah di pentas internarsional baru berakhir pada pertengahan Desember 2022. Menariknya, terdapat ratusan jagoan Rusia di Olimpiade Tokyo 2020. Vitalina Batsarashkina dan rekan-rekan tetap tampil di Jepang.

Apakah hukuman dari WADA tidak dihormati? Jelas, ganjaran tersebut tetap berlaku. Bahkan, tim nasional sepak bola Rusia juga dilarang berpartipasi di Piala Dunia 2022. 

Kembali ke Olimpiade. Pada multievent internasional di Jepang tersebut, para atlet yang sejatinya merupakan atlet Rusia berada di bawah naungan ROC. ROC merupakan akronim dari Russian Olympic Comitte atau Komite Olimpiade Rusia.

"Semua tampilan yang menjadi identitas organisasi peserta harus menggunakan akronim ROC," demikian aturan yang dikutip dari Olympics, Selasa (3/8).

Simbol ROC terdiri atas api Olimpiade. Api tersebut berwarna putih, biru, dan garis merah seperti warna bendera nasional, di atas lima cincin Olimpiade. Tak ada bendera atau lambang historis Rusia di semua venue selama ajang ini berlangsung.

Namun, para atlet ROC tetap diperbolehkan memakai jersi sesuai warna bendera Rusia. Lalu, bagaimana jika ada perwakilan ROC yang menjadi juara alias meraih medali emas? Penyelenggara akan mengibarkan bendera ROC. Kemudian, memutar lagu dari komposer Pyotr Tchaikovsky.

"Konser Piano Pyotr Tchaikovsky No.1 dimainkan untuk semua upacara (penyerahan medali atlet ROC)," tambah laporan dari Olympics.

Total, ada 337 atlet ROC yang berlaga di Jepang. Hingga Selasa (3/8) siang WIB, mereka berada di peringkat kelima, mengumpulkan 12 medali emas, 21 medali perak, dan 17 medali perunggu. 

Presiden ROC, Stanislav Pozdnyakov, merasa pihaknya sedang membuat pembuktian terbaik. Walau dalam masa hukuman, beberapa atlet mereka tetap berprestasi.

Tentu saja, semua yang tampil di Tokyo sudah lolos tes doping. Namun, masih ada tanggapan miring mengenai kehadiran para atlet ROC tersebut. 

Kepala Badan Anti-Doping Amerika Serikat (USADA) Travis Tygart menilai, sanksi yang dijatuhkan oleh WADA Rusia bak lelucon. Faktanya, penyelenggara tetap memberikan kesempatan kepada para atlet Rusia tampil di Olimpiade. Masih ada noda hitam Negeri Beruang Merah di pentas internasional karena skandal doping.

Seperti sudah disinggung sebelumnya, larangan terhadap Rusia juga berlaku di Qatar pada tahun depan. Juga, pada Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing, Cina.


×