Baznas menggelar program Kita Jaga Kyai untuk menanggulangi pandemi Covid-19. | ARI BOWO SUCIPTO/ANTARA FOTO
04 Aug 2021, 12:10 WIB

Bangun Sinergi Jaga Kesehatan Kiai

Bekerja sama dengan sejumlah pihak, Baznas meluncurkan program Kita Jaga Kyai.

JAKARTA – Pada masa pandemi Covid-19, ratusan kiai telah wafat. Hal ini mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang bersinergi dengan sejumlah pihak, meluncurkan program Kita Jaga Kyai, Senin (2/8).

"Latar belakangnya, banyak kiai yang wafat di masa pandemi sudah lebih dari 650 orang. Padahal untuk menjadikan seorang kiai sulitnya bukan main, karena di samping kemampuan juga pengakuan," kata Ketua Baznas, Prof Noor Achmad, kepada Republika, Selasa (3/8).

Ia menjelaskan, program ini merupakan salah satu bentuk peran Baznas sebagai penyangga pemerintah yang saat ini sedang fokus menangani pandemi Covid-19. Karena itu, Baznas menginisiasi program ini melalui kerja sama dengan sejumlah pihak seperti Kementerian Agama (Kemenag), TNI, Polri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan organisasi masyarakat Islam.

"Kita juga tahu bahwa kiai adalah pemimpin keagamaan yang sekarang ini perannya sangat besar dalam menjaga umat, mencerdaskan umat, dan menciptakan harmoni dalam berbangsa dan bernegara. Menjaga kiai tentu juga menjaga santri sebagai satu kesatuan," kata Noor.

Terkait

Dengan adanya program ini, ia berharap umat akan merasa tenang dan para kiai-santri terjaga kesehatannya. Program Kita Jaga Kiai memiliki tiga tujuan utama, yakni menjaga kesehatan dan kebugaran para kiai, memberi dukungan paket kesehatan untuk para kiai, dan memberikan layanan kesehatan bagi para kiai.

Baznas meluncurkan program Kita Jaga Kyai di lima tempat sekaligus yakni, Pondok Pesantren Asshidiqiyah Jakarta, Pondok Pesantren al-Islah Semarang, Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon.

Program ini diluncurkan secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin. Menurut Wapres, program ini merupakan aksi nyata yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan di lingkungan pondok pesantren, seperti para santri, pengurus, serta kiai.

Sebab, menurut Wapres, per 7 Juli 2021, berdasarkan data Kemenag, sudah ada 605 orang kiai dan ulama serta pengasuh pesantren yang wafat karena Covid-19. Selain itu, para santri juga banyak yang terpapar Covid-19 di lingkungan pesantren.

"Saya mengapresiasi inisiatif Baznas dan Kemenag yang mendesain program Kita Jaga Kyai ini, salah satu bentuk upaya negara dalam menjaga kesehatan para kiai serta pengasuh pondok pesantren," ujar wapres melalui keterangan tertulis.

Wapres juga mengapresiasi Baznas yang telah mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) untuk kemaslahatan umat, terutama dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Saya mendorong agar Baznas terus dapat memperkuat kapasitas kelembagaannya sehingga pengelolaan ZIS di Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, yang mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan terima kasihnya kepada Baznas pusat, daerah, dan LAZ yang terus menghadirkan produk zakat yang begitu brilian. Menurut dia, ini adalah bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola zakat yang sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Ia juga menilai, program ini adalah bentuk kepedulian masyarakat zakat terhadap peran dan fungsi para kiai sebagai pilar pertahanan bangsa. Ia berharap program ini dapat memacu dan memotivasi dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat.

“Kita patut bersyukur dengan banyaknya terobosan program lembaga pengelola zakat yang memberikan dukungan terhadap keberlangsungan dakwah para kiai.”


×