Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama memberikan sambutan pada acara Peluncuran Layanan 5G Indosat Ooredoo di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/6/2021). Indosat Ooredoo meluncurkan layanan jaringan 5G pertama di Kota Solo untuk m | ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA
30 Jul 2021, 14:54 WIB

Indosat Kantongi Laba Bersih Rp 5,59 Triliun

Indosat juga berhasil meningkatkan jumlah pelanggan sebesar 5,3 persen menjadi 60,3 juta pelanggan.

JAKARTA -- Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp 14,9 triliun pada semester I 2021. Angka itu tumbuh tumbuh 11,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 13,4 triliun.

Layanan selular, MIDI, dan telekomunikasi tetap milik Indosat Ooredoo masing-masing memberikan kontribusi sebesar 82,8 persen, 15,3 persen, dan 1,9 persen terhadap pendapatan usaha konsolidasian yang berakhir pada 30 Juni 2021.

"Pertumbuhan ini merupakan hasil dari kinerja yang kuat dari segmen seluler dan didukung oleh rebound pada segmen bisnis enterprise," kata Direktur dan Chief Financial Officer (CFO) Indosat Eyas Naif Assaf, Kamis (29/7).

EBITDA meningkat menjadi Rp 6,7 triliun atau naik sebesar 24,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut Assaf, pertumbuhan EBITDA ini didorong oleh kombinasi dari pertumbuhan top line dan optimalisasi biaya, kontrak pemeliharaan jaringan, serta kampanye pemasaran yang lebih efisien.

Terkait

Emiten dengan kode saham ISAT ini pun mampu membukukan pertumbuhan laba bersih. Per 30 Juni 2021, laba bersih perseroan naik menjadi Rp 5,59 triliun dibandingkan rugi Rp 317,7 miliar pada semester I tahun lalu.

"Perolehan laba semester I 2021 ini termasuk penerimaan bersih dari penjualan menara yang mencapai Rp 6 trilliun pada kuartal II 2021," kata Assaf.

Dari sisi operasional, Indosat juga berhasil meningkatkan jumlah pelanggan sebesar 5,3 persen menjadi 60,3 juta pelanggan. "Capaian tersebut ditopang oleh strategi penawaran yang sederhana, relevan, dan transparansi produk serta investasi yang tepat pada jaringan," ujar Direktur dan Chief Operating Officer Indosat Vikram Sinha.

Average Revenue per User (ARPU) meningkat menjadi Rp 33,9 ribu dari sebelumnya sebesar Rp 31,4 ribu pada semester I 2020. Hal ini sejalan dengan kenaikan trafik data sebesar 40,2 persen yang didukung oleh peningkatan pengalaman jaringan secara menyeluruh serta perbaikan portofolio produk.

Terkait rencana merger, pada 30 Juni 2021, Ooredoo Group memperpanjang periode eksklusivitas perjanjian nota kesepahaman tidak mengikat dengan CK Hutchison hingga 16 Agustus 2021. Hal ini terkait dengan transaksi potensial untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia.

Perpanjangan ini disebut akan memberikan waktu yang lebih untuk menyelesaikan proses uji tuntas yang sedang berlangsung serta menegosiasikan ketentuan-ketentuan dari kemungkinan kombinasi bisnis tersebut.


×