Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. Israel membentuk tim antarkementerian untuk menilai kemungkinan penyalahgunaan spyware. | AP

Internasional

28 Jul 2021, 03:40 WIB

Menhan Israel Siap ke Prancis Bahas Spyware

Israel membentuk tim antarkementerian untuk menilai kemungkinan penyalahgunaan spyware.

YERUSALEM -- Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz akan melakukan perjalanan ke Prancis minggu ini untuk membahas spyware yang dijual oleh perusahaan siber Israel, NSO Group. Spyware ini diduga digunakan untuk menargetkan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Menurut surat kabar Le Monde Prancis, telepon genggam milik Macron disadap oleh Maroko dengan menggunakan perangkat lunak Pegasus buatan NSO Group. Gantz dijadwalkan bertemu Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly pada Rabu (28/7).

"Gantz akan membahas krisis di Lebanon dan kesepakatan yang berkembang dengan Iran. Dia juga akan memperbarui menteri tentang topik NSO," kata pernyataan Pemerintah Israel.

Israel telah membentuk tim antarkementerian untuk menilai kemungkinan penyalahgunaan spyware. Kementerian Pertahanan Israel mengawasi ekspor komersial spyware dan teknologi pengawasan siber seperti Pegasus.

photo
Presiden Prancis Emmanuel Macron. - (AP/Michel Euler/AP Pool)

Hasil investigasi global tentang Pegasus diterbitkan pekan lalu oleh 17 organisasi media yang dipimpin oleh kelompok jurnalisme nirlaba Forbidden Stories yang berbasis di Paris. Laporan itu mengatakan, Pegasus telah digunakan dalam percobaan dan berhasil meretas telepon pintar milik jurnalis, pejabat pemerintah, dan aktivis hak asasi manusia.

Namun, Pegasus NSO menolak laporan itu. Mereka mengatakan, laporan tersebut berisi asumsi yang salah dan teori yang tidak didukung. Pegasus mengatakan, perangkat spyware mereka hanya digunakan oleh badan intelijen dan penegak hukum pemerintah untuk memerangi terorisme dan kejahatan.

Sebelum isu penyadapan ponsel Macron muncul, perjalanan Gantz ke Prancis bertujuan untuk fokus pada krisis ekonomi yang berkembang di Lebanon. Selain itu, Gantz juga fokus pada upaya kekuatan dunia untuk melanjutkan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Israel membidik kemungkinan pengaktifan kembali kesepakatan nuklir Iran, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Israel khawatir bahwa JCPOA akhirnya akan memungkinkan Teheran untuk memperoleh senjata bertenaga atom.

JCPOA adalah kesepakatan yang dijalin Iran dengan Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Cina, Rusia, dan Jerman pada 2015. Dengan kesepakatan ini, pengembangan nuklir Iran harus sesuai kerangka JCPOA dengan imbalan pelonggaran sanksi. 

Sumber : Reuters


×