Ilustrasi pangan berupa beras yang dikonsumsi masyarakat. Persediaan pangan seperti beras nasional hingga saat ini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. | ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
27 Jul 2021, 05:30 WIB

Mendag Jamin Harga Pangan Stabil

Persediaan pangan seperti beras nasional hingga saat ini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

JAKARTA -- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan harga pangan pokok tetap stabil selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4. Dia mengatakan, stok pangan masih mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Ia memerinci, harga beras medium secara nasional hingga Jumat (23/7) dihargai Rp 10.300 per kilogram (kg). Harga masih stabil dari akhir pekan sebelumnya bahkan turun jika dibandingkan posisi bulan lalu yang dihargai Rp 10.500 per kg.

"Begitu juga dengan beras premium, data pada tanggal yang sama stabil di harga Rp 12.300 per kg, namun turun dibandingkan bulan lalu yang dihargai Rp 12.400 per kg," kata Lutfi dalam konferensi pers, Senin (26/7).

Komoditas gula juga stabil di harga Rp 13 ribu per kg. Sementara itu. harga kedelai juga stabil di level Rp 12.500 per kg.

Terkait

Harga daging ayam hingga akhir pekan lalu tercatat dihargai Rp 33.700 per kg. Terdapat kenaikan dari harga Rp 33.500 per kg pada akhir pekan sebelumnya. Daging sapi dihargai Rp 126 ribu per kg, turun tipis dari pekan sebelumnya sebesar Rp 126.900 per kg.

Untuk komoditas cabai, Lutfi mengakui terdapat kenaikan yang cukup signifikan. Cabai merah keriting dihargai Rp 38.500 per kg, naik dari akhir pekan sebelumnya yang sebesar Rp 36.500 per kg. Cabai merah juga naik dari Rp 34 ribu per kg menjadi Rp 37.300 per kg. Kemudian, harga cabai rawit merah bertengger pada kisaran Rp 71 ribu per kg.

"Ini karena siklus musiman dan kita mendekati panen. Mudah-mudahan Agustus akan lebih baik," ujar dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Perdagangan RI (kemendag)

Kementerian Pertanian menyatakan persediaan beras nasional hingga saat ini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok beras tersedia diperkirakan tembus hingga 10 juta ton.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pada musim penanaman dan panen pertama tahun ini atau Januari-Juni, total produksi beras ditaksir mencapai 17,5 juta ton. Sementara itu, konsumsi pada waktu yang sama sebanyak 14,6 juta ton. Dengan kata lain, terdapat surplus beras sekitar 3 juta ton.

 

KUR pertanian

Syahrul menyampaikan, penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) sektor pertanian masih terus berlangsung. Hingga saat ini, penyaluran KUR pertanian sudah mencapai Rp 42,7 triliun dari total alokasi 2021 sebesar Rp 70 triliun.

"(Penyerapan) KUR ini menyesuaikan dengan musim tanam saja. Jadi, nanti ketika masuk musim tanam kedua pada Agustus kita akan dorong lebih banyak penggunaan KUR," kata Syahrul.

Syahrul mengatakan, rasio kredit bermasalah (NPL) juga rendah, yakni sekitar 0,13 persen. Ia menuturkan, selain mendorong penggunaan KUR pertanian, pihaknya tengah mempersiapkan koperasi petani untuk menjadi korporasi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Pertanian RI (kementerianpertanian)

Kementan sedang menyiapkan ekosistem usaha pertanian yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Hal itu mulai dari proses penanaman, panen, dan pascapanen, industrialisasi, hingga adanya wadah marketplace sebagai sarana pemasaran. "Sementara ini kami juga bicarakan dengan Menteri Koperasi dan UKM juga Menteri BUMN. Kita akan sama-sama melakukan konsolidasi," ujarnya.

Menurut Syahrul, dengan adanya korporasi petani, dapat secara langsung mendorong penggunaan KUR yang telah disediakan pemerintah. Hal itu juga membantu dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Secara keseluruhan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, realisasi KUR pada Januari sampai 25 Juni mencapai Rp 143,14 triliun atau 56,58 persen dari target 2021 yang sebesar Rp 253 triliun. KUR tersebut sudah diberikan ke 3,87 juta debitur dengan rasio kredit macet atau NPL sebesar 0,88 persen.


×