Tenaga kesehatan mempersiapkan vaksin saat akan memvaksin masyarakat pada program vaksinasi kolaborasi dan nakes pendukung di Jakarta, Senin (26/7/2021). | REPUBLIKA/DARMAWAN
27 Jul 2021, 03:45 WIB

Vaksinasi Lebih Baik dalam Perlindungan dari Covid-19

Vaksinasi diyakini masih lebih baik dalam memberikan perlindungan dibandingkan tidak divaksin.

JAKARTA – Kematian yang terjadi dalam lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air beberapa pekan terakhir sebagian besar terjadi pada orang yang belum menerima vaksin. Kendati data ini masih dipertanyakan, vaksinasi diyakini masih lebih baik dalam memberikan perlindungan dibandingkan tidak divaksin.

“Memang betul vaksin Covid-19 mencegah perburukan dan kematian, selama level kekebalannya masih optimal,” kata Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Hariadi Wibisono saat dihubungi Republika, Senin (26/7).

Dalam sambutan acara "Vaksinasi Kadin Indonesia Bersama TNI-Polri" yang ditayangkan melalui kanal Youtube Kadin Indonesia pada Ahad (25/7), Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan, 94 persen kematian akibat Covid-19 terjadi pada mereka yang belum divaksinasi.

Vaksinasi Covid-19, kata Dante, sangat penting karena orang yang telah divaksin mampu memberikan respons imun yang baik bagi tubuh. “Jadi berdasarkan laporan terakhir, angka kematian akibat infeksi Covid-19 pada beberapa saat ini, 90 sampai 94 persen adalah mereka yang belum divaksinasi,” ujar Dante.

Terkait

Menurut Hariadi, yang perlu dipahami adalah bahwa imunitas seseorang setelah mendapatkan vaksinasi yang ada akan mengalami respons yang berbeda. Penurunan kekebalan tubuh ini, kata Hariadi, berbeda-beda sejalan dengan tingkat imun setiap orang yang juga tak sama.

Terkait ketahanan memberi perlindungan pada tubuh seseorang, Hariadi mengatakan, vaksin Covid-19 sebagai produk baru dan virus Covid sebagai agen baru masih dalam tahap kajian. Baik kajian sifat virusnya yang ternyata mudah mengalami mutasi dengan segala sifat mutannya, juga vaksin terhadap virus ini juga merupakan produk baru yang reaksi terhadap tubuh juga terus diteliti.

“Khususnya terkait berapa lama antibodi bertahan, sehingga memerlukan penguat (booster). Juga perlu dipertimbangkan kondisi tubuh seseorang yang bereaksi berbeda terhadap pembentukan antibodi tersebut,” ujar dia. Hariadi meminta masyarakat segera divaksin, karena vaksinasi tetap lebih baik dan efektif dalam mencegah penularan virus.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mempertanyakan klaim Wamenkes Dante terkait sebagian besar mereka yang meninggal akibat Covid-19 adalah orang yang belum divaksin. Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto mengaku belum tahu datanya itu dari mana.

“Harus ditanyakan dulu datanya dari mana. Karena saya kan direktur rumah sakit, belum pernah melaporkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia itu sudah divaksin atau belum,” ujar dia.

photo
Petugas keamanan mengecek kartu vaksin pengunjung di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (26/7/2021). PD Pasar Jaya mewajibkan pedagang, pegawai toko dan pengunjung untuk menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 sebelum memasuki area Pasar Tanah Abang blok A, B, F dan G. - (Republika/Putra M. Akbar)

Kendati demikian, Slamet mengatakan, vaksinasi masih lebih baik dibandingkan dengan tidak divaksin. Meski memang ada orang yang sudah divaksin kemudian meninggal dunia, vaksin Covid-19 tetap memiliki manfaat perlindungan walaupun tidak bisa 100 persen.

“Artinya Sinovac kan bisa melindungi sampai 50 persen, itu lumayan daripada orang-orang yang tidak divaksin maka ada kemungkinan semua bisa terpapar Covid-19 karena perlindungannya kan 0 persen,” kata Slamet.

Distribusi vaksin

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, keterbatasan stok dan teknis produksi di dalam negeri, menjadi kendala proses distribusi vaksin yang tidak merata menuju sejumlah daerah. “Kita butuh vaksin 426 juta dosis. Yang kita terima sampai saat ini 130 juta dosis,” kata Nadia.

Menurut Nadia, dari total 130 juta dosis vaksin yang tersedia di Indonesia, sebanyak 68 juta dosis sudah didistribusikan ke seluruh daerah. Sebanyak 50 persen dosis vaksin Covid-19 didistribusikan ke tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Nadia melanjutkan, Bio Farma masih menyimpan sekitar 65 juta juta dosis vaksin. Sebanyak 30 juta di antaranya berbentuk bahan baku yang sedang dalam proses produksi hingga empat pekan ke depan.


×