Penampakan gedung yang dibakar di Yalimo menyusul putusan Mahkamah Konstitusi pada Selasa (29/6/2021). | istimewa
02 Jul 2021, 03:45 WIB

Yalimo Terancam Perang Suku

Sebanyak 1.146 warga Yalimo mengungsi setelah kerusuhan.

JAYAPURA -- Kepala Polda Papua Irjen Mathius Fakhiri menegaskan, situasi di Kabupaten Yalimo, Papua berpotensi mengarah ke perang suku. Massa pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Erdi Dabi-Jhon Wilil, disebut masih kecewa dengan hasil putusan sengketa pilkada.

Karena itu, pihaknya memerlukan penanganan khusus dalam kasus kerusuhan sejak Selasa (29/6) itu. "Polda Papua berhati-hati dalam menangani kasus tersebut," kata Mathius seusai syukuran HUT ke-75 Bhayangkara di Jayapura, Kamis (1/7).

Pada Selasa (29/6), Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan perkara perselisihan hasil pilbup Yalimo yang diajukan paslon 2, Lakius Peyon-Nahum Mabel. MK memerintahkan KPU Yalimo menggelar pemungutan suara ulang (PSU) tanpa mengikutsertakan paslon 1 karena sudah didiskualifikasi.

Usai sidang, massa pendukung paslon 1 melakukan aksi pembakaran sejumlah gedung pemerintahan. Di antaranya Kantor BPD Papua Yalimo, Kantor KPU, Bawaslu, dan DPRD Kabupaten Yalimo. Massa hingga Kamis masih memalang jalan menuju Bandara Elelim, Yalimo, sehingga operasional bandara terbatas.

Terkait

Mathius menjelaskan, dari laporan yang diterima, awalnya para pendukung menonton jalannya sidang di Elelim. Spontan setelah mendengar hasil putusan, massa melakukan aksi pembakaran sejumlah gedung pemerintahan dan fasilitas umum. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

photo
Penampakan gedung-gedung yang dibakar di Yalimo menyusul putusan Mahkamah Konstitusi pada Selasa (29/6/2021). - (istimewa)

"Saya sudah bertemu dengan paslon 01 dan berharap mereka membantu meredam emosi para pendukung sehingga tidak melakukan aksi anarkistis," kata Fakhiri. Ia akan segera bertemu dengan paslon 2 untuk melakukan hal yang sama.

Sejak Rabu (30/6), Polda Papua sudah menambah pasukan brimob ke Elelim. Dalam waktu dekat, dirinya bersama Pangdam XVII Cenderawasih akan ke Elelim untuk bertemu langsung dengan masyarakat bersama para paslon.

Hingga saat ini, sebanyak 1.146 warga Yalimo telah mengungsi ke tempat aman. Komandan Distrik Militer (Dandim) 1702/Jayawijaya Letkol Infanteri Arif Budi Situmeang mengatakan, pihaknya akan mendukung kepolisian memberikan perlindungan agar pengungsi tidak meninggalkan kabupaten itu. "Kami berupaya melakukan pemulihan di sana saja, serta mendata ruko dan kios yang dibakar massa," kata Arif, Kamis (1/7).

Arif menyebutkan, 1.146 pengungsi itu kini tersebar di Koramil Yalimo 423 orang, Kodim Kerangka Yalimo 77 orang, Polres Yalimo 526 orang, Gereja JRP 80 orang, dan Gereja Kingmi 40 orang. Menurut dia, sasaran amukan massa adalah kantor-kantor pemerintah. "Kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dari masyarakat," kata dia.

photo
Petugas mengangkat logistik Pemilu 2019 yang akan dikirim ke distrik-distrik di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Sabtu (13/4/2019). Logistik Pemilu 2019 tersebut didistribusikan lewat udara dengan menggunakan helikopter ke kabupaten Yalimo yakni di distrik Welare dan Benawa. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww. - (ANTARA FOTO)

Pada Kamis, pihaknya kembali mengirim 45 personel TNI ke Yalimo. "Keadaan sudah mulai kondusif dan tidak lagi ada pembakaran. Kendati demikian, TNI/Polri masih melakukan pengamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia.

Kemarin, sejumlah kantor perbankan di Yalimo bersiap mengevakuasi karyawan menggunakan pesawat. Namun, semua pelayanan telah ditutup. "Secepatnya kita melakukan evakuasi, namun transportasi jalan darat tidak bisa kita masuk, karena banyak jembatan yang menurut informasi tidak bisa dilalui," kata Pejabat Pengganti Sementara Kepala Bank Papua Cabang Wamena, Siprianus Yaleket, kemarin.

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua juga telah mengalihkan operasional kantor di Elelim ke Kantor Cabang (KC) Wamena akibat kerusuhan pada wilayah setempat. "Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat di Kabupaten Yalimo dengan mengalihkan sementara layanan KCP Elelim ke Kantor Cabang Wamena," kata Direktur Operasional BPD Papua Isak S Wopari. 

Sumber : antara


×