Hikmah Republika Hari ini | Republika

Hikmah

22 Jun 2021, 03:30 WIB

Memaknai Krisis

Situasi krisis pandemi setidaknya memberikan ruang perenungan diri bagi para guru.

OLEH ASEP SAPA'AT

Krisis akibat pandemi Covid-19 masih terjadi. Bagi guru, pandemi memberikan banyak pelajaran. Pandemi menuntut guru harus berubah. Di sisi lain, ada hal prinsip yang harus tetap ajek dan makin meneguhkan sikap guru pada masa pandemi. 

Tak ada sesuatu apa pun yang terjadi kecuali karena kehendak Allah SWT, termasuk ujian pandemi Covid-19 ini. Allah SWT berfirman, “Tidak ada suatu pun musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS at-Taghabun: 11).

Keikhlasan hati guru menjalani situasi krisis akan mengantarkan dirinya pada proses perenungan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Situasi krisis pandemi setidaknya memberikan ruang perenungan diri bagi para guru.

Pertama, para guru diajak merenungi kembali tentang tujuan hakiki menjadi guru. Apa tujuan menjadi guru? Memaknai profesi guru sebagai misi hidup dan menjadi jalan untuk meraih ridha Allah SWT menjadi penguat untuk menghadapi ujian dan tanggung jawab yang makin berat.  

Kedua, apakah ujian karena pandemi membuat para guru semakin dekat dengan Allah SWT? Berbahagialah para guru yang mampu membuat dirinya semakin dekat dengan Allah SWT sebagai respons terbaik menyikapi ujian pandemi.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Sebuah musibah yang membuat dirimu kembali kepada Allah lebih baik daripada nikmat yang membuat dirimu lupa dari mengingat Allah”. 

Ketiga, apakah para guru bisa mengambil peluang untuk menjadi pribadi yang konsisten belajar? Situasi krisis membuka ruang kesempatan bagi para guru untuk terus belajar. Guru masuk zona belajar dan zona tumbuh karena kesadaran untuk belajar tiada henti. Para guru menyempurnakan ikhtiar untuk belajar hal-hal baru agar para murid tetap mendapatkan pengajaran dan pendidikan yang baik. 

Guru yang memiliki cara berpikir tumbuh (growth mindset) akan mampu mengubah krisis menjadi hal yang bermanfaat. Krisis membuat guru menjadi pribadi yang semakin baik kualitas iman dan kualitas ilmunya lewat proses belajar. Krisis membuat para guru selalu memperbarui energi, semangat, dan keterampilannya untuk mengajar dan mendidik.

Krisis adalah kenyataan. Guru yang mampu merenungi dan menjadikan krisis sebagai jalan untuk semakin dekat dengan Allah SWT adalah harapan kita semua. Doa terbaik untuk para guru yang terus mengajarkan kebaikan dalam situasi apa pun.

Rasullullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi, hingga semut dalam lubangnya, bahkan ikan di lautan bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (HR at-Tirmidzi).

Wallahu a’lam bishawab.


×