Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
18 Jun 2021, 19:41 WIB

Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf

Pelajaran dari kisah Nabi Yusuf, setiap cara yang haram tidak akan pernah melahirkan sukses hakiki.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Kisah Nabi Yusuf dalam Alquran adalah satu-satu kisah yang paling lengkap dalam satu surah. Sekalipun banyak surah menggunakan nama para nabi, tetapi isinya tidak lengkap satu kisah.

Kalaupun fokus kepada satu nabi, kisahnya tidak mencakup semua dimensi perjalanan hidupnya. Misalnya surah Nuh, secara konten fokus kepada Nabi Nuh, tapi isinya hanya membahas dimensi permohonannya setelah berdakwah selama sembilan ratus lima puluh tahun.

Sementara itu, kisah nabi-nabi yang lain dipencar-pencar dalam berbagai surah. Jadi, untuk memahami profilnya harus menggabung dari berbagai ayat dalam berbagai surah. Berbeda dengan kisah Nabi Yusuf yang sudah rapi tersusun mengungkap semua dimensi kemanusiaannya secara utuh dalam satu tempat.

Terkait

Dari sebab turunnya tampak, surah Yusuf ini diturunkan untuk menghibur Rasulullah SAW. Ketika itu, Nabi SAW sedang mengalami kesedihan. Dua orang pembelanya, yakni sang istri Khadijah ra dan pamannya Abu Thalib, yang paling berwibawa di mata orang Quraisy Makkah, diambil oleh Allah SWT.

 
Berbeda dengan kisah Nabi Yusuf yang sudah rapi tersusun mengungkap semua dimensi kemanusiaannya secara utuh dalam satu tempat.
 
 

Memang, ini cara Allah mendidik, supaya Nabi tidak sedikit pun bergantung pada makhluk. Dari surah Yusuf ini benar-benar terlihat dengan jelas bagaimana liku-liku hidup seorang anak manusia yang bernama Yusuf.

Pertama, dijebloskan ke dalam sumur, tetapi setelah itu naik langsung ke istana menteri keuangan. Namun, ujian datang lagi. Yusuf difitnah dan masuk ke penjara. Namun, setelah itu naik lagi menjadi menteri keuangan Kerajaan Mesir.

Seakan Allah mengatakan, jika saat ini Anda sedang dalam kesulitan, jangan bersedih, karena setelah itu akan ada jalan keluar. Adalah sunnatulullah, semakin gelap malam semakin dekat fajar.

Satu pelajaran yang sangat kontras dari kisah Nabi Yusuf adalah bahwa setiap cara yang haram tidak akan pernah melahirkan sukses hakiki. Lihatlah bagaimana kesengsaraan saudara-saudaranya setelah melakukan kezaliman terhadap Nabi Yusuf.

Alquran menggambarkannya dari awal sampai akhir, persekongkolan mereka dalam kebejatan, tapi akhirnya mereka tidak jadi apa-apa, sementara Nabi Yusuf menjadi seorang raja di Mesir. Di sini jelas bahwa semua cara haram tidak hanya menghilangkan keberkahan hidup, tetapi juga meggiring kepada kehinaan.

Silakan seseorang menganggap bahwa dengan korupsi, berbuat zalim, menipu, dan lain sebagainya itu merupakan jalan pintas untuk mencapai kesuksesan, tetapi Alquran memastikan bahwa itu jalan kehancuran.

Dalam surah al-Fajr, Allah SWT meringkas tiga kaum yang paling durhaka di muka bumi, yaitu kaum Aad, Tsamud, dan Fir’aun. Mereka secara materi sangat kuat, tapi akhirnya tumbang ke dalam jurang kehinaan tak terhingga di dunia dan di akhirat.


×