Sehat | Hangthebankers.com

Sehat

13 Feb 2019, 18:42 WIB

Kunci Penting Pertumbuhan Anak

Mengajak anak bermain dapat merangsang semua potensi pada anak.


Masa seribu hari per tama kehidupan (HPK) merupa kan periode emas yang dapat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Namun, bukan berarti proses tumbuh kembang hanya perlu diperhatikan pada masa HPK tersebut.



"Harus dilanjutkan terus. Kalau hanya sampai usia dua tahun, hasil yang dicapai di dua tahun pertama akan sia-sia di kemudian hari," ungkap pakar tumbuh kembang anak Prof Dr dr Soedjatmiko SpA(K) MSi dalam peluncuran gerakan "1 Juta Iya Boleh" bersama Dancow Advanced Excelnutri+, di Jakarta.



Soedjatmiko mengatakan, ada dua hal yang berperan besar dalam me nentukan kualitas anak pada masa mendatang. Hal pertama adalah pertumbuhan fisik dan hal kedua adalah perkembangan fungsi-fungsi otak. Pertumbuhan fisik dapat dipan tau melalui tinggi badan, lingkar kepala, dan berat badan anak. Pertumbuhan fisik ini berkaitan erat dengan status gizi anak.



Ia menambahkan, pemenuhan nut risi anak juga perlu disertai dengan imunisasi rutin. Imunisasi perlu diberikan agar anak tidak mudah jatuh sakit. Dengan begitu, proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh pun tidak akan terganggu. "Apakah cukup hanya fisik? Tidak. Otak juga perlu dirangsang," lanjutnya.



Merangsang perkembangan otak anak pada dasarnya bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Hal-hal sederhana, seperti mengajak anak bermain, dapat merangsang semua potensi pada anak, mulai dari ke cerdasan multiplehingga kecerdasan emosional.



Dia mencontohkan, orang tua bisa mengajak anak bermain dengan menunjukkan beragam warna kepada anak. Pengenalan terhadap warna-warna dapat membantu merangsang kecerdasan visual anak. Orang tua juga bisa mengajak anak bermain memperkenalkan objek atau benda-benda baru kepada anak. Misalnya, menunjuk kursi dan memberi tahu anak bahwa benda tersebut bernama 'kursi'. Cara ini dapat melatih dan merangsang daya ingat anak.


photo
 




Mainan-mainan yang berkaitan dengan problem solvingjuga dapat merangsang kecerdasan anak. Selain itu, rasa empati pada anak bisa diasah dengan cara menunjukkan anak bagaimana cara berbagi. "Berbagi kue atau permen dengan teman itu (merangsang) empati," kata Soedjatmiko menjelaskan.



Meski begitu, psikolog klinis Ratih Ibrahim mengatakan, rasa sayang orang tua terhadap anak terkadang justru membatasi ruang eksplorasi anak. Misalnya, orang tua tidak memperbolehkan anak bermain di luar karena takut anak jatuh dan terluka. "Padahal, eksplorasi merupakan bagian dari stimulasi,"ungkap Ratih.



Ratih mengatakan, orang tua perlu memberikan anak kesempatan dengan mengatakan "iya boleh" ketika anak ingin bereksplorasi, misalnya, bermain di taman. Kesempatan yang diberikan orang tua ini dapat menumbuhkan keberanian sekaligus memberi ruang eksplorasi yang lebih luas bagi anak. Dengan ruang eksplorasi yang lebih luas, kecerdasan, kreativitas, hingga kepedulian anak pun akan terasah lebih baik.



Keberanian anak, kata dia mencontohkan, bisa diasah dengan cara bermain di alam terbuka. Di alam terbuka, anak-anak bisa menyentuh rumput, air, hingga merasakan sinar matahari secara langsung. Kontak dengan alam terbuka dapat membuat anak makin percaya diri dan berani.



Beragam permainan juga dapat mengasah kecerdasan anak dengan menyenangkan. Salah satunya dengan bermain balok susun atau lego. Sedangkan, kreativitas anak bisa diasah melalui permainan-per mainan, seperti membuat cap tangan dan pernak-pernik.



Memiliki binatang peliharaan pun dapat memberi manfaat bagi proses tumbuh kembang anak. Dengan binatang peliharaan, rasa empati anak-anak bisa terasah dengan baik. "Baik sekali memiliki hewan peliharaan di rumah yang cocok dengan anak-anak," lanjut Ratih.



Orang tua pun dapat melatih sikap kepemimpinan anak melalui hal-hal yang sederhana. Salah satunya dengan mengajak anak merapikan kembali mainan yang sudah selesai digunakan.



Memberi kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi dengan bebas tentu tak boleh mengabaikan keselamatan anak. Menurut dia, sebelum anak-anak bermain, orang tua perlu memastikan bahwa ruang eksplorasi si anak aman dari beragam risiko bahaya. Orang tua pun perlu tetap memantau dan tidak melepaskan anak sendirian.


 
"Kontak dengan alam terbuka dapat mem buat anak makin percaya diri dan berani."
 
 



Selain itu, kata Ratih, pastikan bahwa stimulasi yang didapatkan anak sesuai dengan tahap tumbuh kembang dan kondisi kesehatan anak. "Peran ayah dan bunda penting. Harus betul-betul terlibat," kata Ratih menjelaskan.



Penuhi nutrisinya 
Stimulasi memang memegang peranan penting dalam menunjang proses tumbuh kembang anak. Namun, anak baru bisa mendapatkan sti mulasi dengan optimal bila nutrisinya terpenuhi dengan baik. "Untuk bisa distimulasi, nutrisinya harus dipenuhi," ujar Ratih.



Senada dengan Ratih, pakar nutrisi Prof Dr dr Saptawati Bar dosono MSc juga menekankan pentingnya memperhatikan pemenuhan zat gizi sejak anak dalam kandungan hingga tumbuh besar. Pemenuhan nutrisi juga berkaitan dengan perlindungan kesehatan anak. "Anak yang suka main di luar rumah 203 kali akan lebih tinggi terserang infeksi," ungkap Saptawati.



Infeksi berulang dapat mengham bat proses tumbuh kembang anak. Ketika anak-anak sakit karena terserang infeksi, biasanya nafsu makannya akan menurun dan jum lah zat gizi yang masuk pun berku rang. Padahal, ketika anak sakit, kebutuhan zat gizi justru meningkat. Zat gizi diperlukan untuk melawan infeksi sekaligus menunjang proses tumbuh kembang. "Zat gizi ini jadi susah dibawa ke organ-organ yang sedang membutuhkan, akibatnya tum buh- kembang terlambat," ujar nya.



Namun, mencegah anak untuk bermain di luar rumah bukanlah solusi. Oleh karena itu, solusi yang lebih tepat adalah meningkatkan perlindungan terhadap ancaman penyakit dari dalam diri anak.



Usus merupakan organ kekebalan terbesar di dalam tubuh dan perlindungan utama perlu diberikan pada organ tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menjamin keberadaan bakteri-bakteri baik dalam usus. "Pelihara bakteri baik usus supaya tumbuh dan hidup," jawab Saptawati.



Bakteri baik di dalam usus, dia menambahkan, perlu mendapatkan makanan, yaitu serat pangan bersifat prebiotik. Namun, memelihara bakteri baik saja tidak cukup. Pemenuhan nutrisi pun harus diperhatikan dengan saksama.



Dalam pertumbuhan fisik anak, hal paling utama adalah pemenuhan kebutuhan kalsium dan protein selama tumbuh kembang anak lewat makanan. "Pilih yang kaya kalsium dan protein, orang tua biasanya akan memberi susu," kata Saptawati menjelaskan. Sumbernya bisa didapatkan dari susu sebanyak dua sampai tiga gelas per hari. Telur pun merupakan sumber protein paling baik bagi anak yang dapat dikenalkan sejak usia enam bulan dalam MPASI.



Dia menyarankan, pengenalan pertama anak dengan telur sebaiknya memberikan bagian kuning telur terlebih dahulu sambil memantau reaksi anak. Soalnya, kuning telur jarang menyebabkan alergi dan mengandung kolesterol, vitamin D, dan kalsium yang dibutuhkan anak. "Yang umumnya alergi itu kalau putihnya karena proteinnya banyak."



Saptawati juga mengungkapkan, daging merah sangat baik dikonsum si anak karena kaya protein asam amino dan zat besi. Hal ini penting untuk diperhatikan karena 28,1 persen atau sekitar tiga dari 10 anak diketahui mengalami anemia. "Usahakan anak makan daging merah, bisa disup, bisa dibuat bola- bola daging yang dicincang, sehingga dia bisa makan."



Memang, lanjutnya, daging merah lebih mahal bagi sebagian orang. Untuk itu, alternatif lainnya adalah kacang-kacangan, seperti kacang merah dan kacang polong.



Vitamin dan mineral juga penting dalam proses tumbuh kembang anak, seperti vitamin C, B1, B3, B6, biotin, B12, magnesium, zat besi, dan zinc. Semuanya mendukung fung si normal sistem saraf bagi perkembangan kognitif normal. Sedangkan DHA, omega 3, dan omega 6 mendukung perkembangan anak. "Lebih dari 90 persen orang Indonesia kekurangan asupan sayur dan buah yang kaya vitamin dan mineral. Kekurangan vitamin mineral dapat mengganggu tumbuh kembang yang optimal," tutur Saptawati. (ed:dewi mardiani)





×