Petugas kesehatan membawa pasien di area ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Ahad (13/6/2021). Pemerintah menginstruksikan rumah sakit di daerah menaikkan kapasitas tempat tidur.. | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
15 Jun 2021, 03:45 WIB

Rumah Sakit Diminta Naikkan Kapasitas 40 Persen

Pemerintah menginstruksikan rumah sakit di daerah menaikkan kapasitas tempat tidur.

JAKARTA – Pemerintah menginstruksikan rumah sakit (RS) di daerah untuk menaikkan kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 menjadi 40 persen. Kebijakan ini berlaku untuk daerah-daerah dengan tingkat keparahan penularan Covid-19 tinggi, tercermin dari angka keterisian tempat tidur RS di atas 60 persen.

“Untuk menyikapi kenaikan di beberapa tempat, Jawa Barat, kemudian juga di Jawa Tengah, dan DKI Jakarta ini beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah untuk fasilitas RS ini ditingkatkan menjadi 40 persen, terutama di daerah dengan BOR di atas 60 persen,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, Senin (14/6).

Perawatan pasien Covid-19 juga bisa dilakukan di RS rujukan yang berada di kabupaten/kota tetangga. Misalnya, pasien Covid-19 dari Kudus bisa dirawat di RS rujukan di Semarang. Sementara pasien Covid-19 dari Bangkalan bisa dirujuk ke Surabaya.

“Kemudian pemerintah juga menyiapkan hotel-hotel untuk isolasi yang tentunya ini akan terus dilaksanakan dan ini juga terutama untuk di daerah seperti Jakarta,” kata Airlangga.

Terkait

Kenaikan kasus Covid-19 di banyak daerah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Itu terlihat dari naiknya bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit yang menangani Covid-19. Manajemen Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran menambah 2.000 tempat tidur sebagai upaya antisipasi peningkatan jumlah pasien.

“Kami menyiapkan tambahan sekitar 2.000 bed dan sudah bisa digunakan secepatnya. RSDC Wisma Atlet Kemayoran sanggup menampung 7.937 pasien,” kata Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen Tugas Ratmono.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mengaku khawatir melihat fenomena kenaikan kasus positif dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan kasus Covid-19 pasti menyebabkan kebutuhan ruang isolasi juga meningkat. Dampaknya, RS harus mengkonversi tempat tidur yang ada, sehingga jatah untuk pasien non Covid-19 berkurang.

“Namun, bila pasien bertambah banyak dan BOR rumah sakit mencapai lebih dari 80 persen, maka sangat sulit untuk merawat pasien Covid-19 yang baru. Semoga masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan mau vaksinasi,” kata Sekretaris Jenderal Persi Lia G Partakusuma.

Di Jawa Barat, hampir 90 persen tempat tidur bagi pasien Covid-19 di rumah sakit di Kabupaten Indramayu telah terisi. Kewaspadaan pun telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus tersebut.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu tentang ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19, Senin (14/6), tercatat ada total 226 tempat tidur yang tersebar di sembilan rumah sakit. Dari jumlah itu, tempat tidur yang terisi ada 203 tempat tidur. Itu berarti, jika dipersentasekan, maka mencapai 89,8 persen.

Adapun sembilan RS itu, yakni RSUD MA Sentot terisi 20 tempat tidur dari 23 tempat tidur yang tersedia, RS Pertamina Balongan terisi 20 tempat tidur dari 25 tempat tidur, RSUD Indramayu terisi 36 tempat tidur dari 38 tempat tidur dan RS Bhayangkara terisi seluruhnya dari 18 tempat tidur yang tersedia.

Selain itu, RS Mitra Plumbon Indramayu terisi 27 tempat tidur dari 30 tempat tidur yang tersedia, RS MIS Krangkeng terisi 45 tempat tidur dari 52 tempat tidur, RS MM terisi delapan tempat tidur dari delapan tempat tidur, RS Sentra Medika terisi 29 tempat tidur dari 30 tempat tempat tidur dan RSA Al Irsyad Haurgeulis belum terisi dari dua tempat tidur yang tersedia.

photo
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) memasukan jenazah dengan protokol Covid-19 ke dalam ambulans di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Ahad (13/6/2021). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, telah meminta RS yang ada di Kabupaten Indramayu untuk menambah ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi lonjakan kasus tersebut.

"Saya sudah buat surat ke rumah sakit untuk menambah ruang isolasi minimal 25-30 persen," kata pria yang juga menjabat sebagai Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu itu.


×