Sebuah ambulance membawa pasien Covid-19 memasuki Kawasan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Ahad (13/6/2021)). | Prayogi/Republika.
14 Jun 2021, 03:45 WIB

Wisma Atlet Hampir Penuh

Pasien juga terus bertambah di RSD Wisma Atlet Pademangan.

JAKARTA -- Presentase ketersedian tempat tidur pasien Covid-19 hanya tersisa 19 persen di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, per Ahad (13/6) pagi. Berkurangnya ketersediaan tempat tidur karena jumlah pasien masuk rata-rata sekitar 403 orang per hari.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan, per Ahad (13/6) pukul 08.00 WIB, pasien di RSD Wisma Atlet Kemayoran tercatat sebanyak 4.836 orang. Bertambah 329 orang dibanding hari sebelumnya.

"Pasien rawat inap terkonfirmasi positif di Tower 4, 5, 6 & 7 (perawatan) sebanyak 4.836 orang. Terdiri atas 2.359 pria dan 2.477 wanita," kata Aris, Ahad (13/6).

Dengan jumlah pasien 4.836 orang, keterisian tempat tidur di RSD Wisma Atlet Kemayoran kini telah mencapai 80,6 persen. Artinya persentase tempat tidur tersisa hanya 19,3 persen. Adapaun kapasitas RSD Wisma Atlet sebanyak 5.994 orang.

Terkait

Pasien juga terus bertambah di RSD Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara. Saat ini, jumlahnya mencapai 3.580 pasien. Bertambah 252 pasien dibanding kemarin.

photo
Petugas kesehatan dengan menggunakan baju hazmat melapor di pos masuk saat mengantarkan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Ahad (13/6/2021). - (Prayogi/Republika.)

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan pemerintah daerah melakukan beberapa upaya sebagai langkah antisipasi melonjaknya pasien Covid-19. Salah satunya  termasuk membuka tower 8 Wisma Pademangan untuk pasien tanpa gejala (OTG) hingga menambah fasilitas tempat isolasi pasien.

Tower tersebut saat ini ditempati tenaga kesehatan (nakes). Para nakes, kata dia, akan dipindahkan ke hotel terdekat. “Apabila langkah ini telah dilakukan, maka dapat menambah 1.572 tempat tidur. Penambahan kapasitas isolasi juga dilakukan di berbagai lokasi,” kata Kepala BNPB selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito, Ahad (13/6).

Di daerah lain, lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut membuat tingkat keterisian RSUD dr Slamet meningkat tajam. Per Ahad (13/6), bed occupancy ratio (BOR) untuk pasien Covid-19 telah mencapai 80 persen.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Slamet, Zaini Abdillah mengatakan, sejak dua pekan lalu pihaknya harus menambah kapasitas ruang isolasi. Menurut dia, sudah ada dua gedung perawatan pasien umum yang dialihfungsikan untuk ruang isolasi Covid-19.

"Kami juga terus  melakukan rekrutmen nakes. Sebab. banyak juga petugas kami yang terpapar Covid-19," ujar dia.

photo
Pasien covid-19 menaiki bus khusus pasien untuk dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (8/6/2021). - (Republika/Thoudy Badai)

BOR yang terus menipis juga terjadi di daerah lain. Tingkat keterisian ruang isolasi Covid-19 di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, misalnya, terus meningkat selama satu pekan terakhir.

Kepala Bagian (Kabag) Humas RSSA Donny Iryan mengatakan, RSSA memiliki 08 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Pada awal pekan kedua Juni, tingkat keterisian tempat tidurnya mencapai 27 persen. "Kemudian beranjak naik sampai dengan 12 Juni kemarin di angka 36 persen," kata Donny kepada Republika, Ahad (13/6).

Sementara untuk ruang ICU pasien Covid-19, RSSA memiliki kapasitas 15 tempat tidur. Berdasarkan data hingga 12 Juni lalu, keterisiannya sudah mencapai 10 tempat tidur.


×