Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama sejumlah aktivis 98 saat menghadiri Halal bihalal Presiden bersama Aktivis 98, di Jakarta, Ahad (16/6/2019). | ANTARA FOTO
14 Jun 2021, 03:45 WIB

Jokowi: Relawan Ojo Kesusu

Partai-partai segera mendeklarasikan calon presiden yang diusung di 2024.

JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para relawan yang membawanya memenangi pilpres agar menunggu dan melihat peta politik menjelang pesta demokrasi 2024 nanti. Pernyataan Jokowi ini disampaikannya saat membuka Rapimnas Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, sebagai organisasi relawan yang mengusung Jokowi dalam pilpres sebelumnya.

"Saya banyak ditanya relawan di mana mana. Mereka bertanya kepada saya, Pak apa arahan Bapak kepada kami dalam menghadapi pilpres 2024? Di kesempatan yang baik ini ingin saya sampaikan, sabar. Sabar dulu. Ojo kesusu," ujar Presiden Jokowi dalam sambutan Rapimnas Seknas Jokowi yang digelar Sabtu (12/6).

Menurut Jokowi, masih ada cukup waktu bagi para pendukungnya untuk melihat konstelasi politik dan peta politik menjelang pemilikan presiden tiga tahun lagi. "Mari kita pelajari bersama konstelasi politik kita pelajari bersama sama peta politiknya dengan baik," katanya.

Jokowi mengingatkan, relawan Jokowi terbilang 'seksi' dan berpotensi untuk ditarik untuk bergabung kembali sebagai tim pemenangan oleh siapapun yang nanti bakal maju dalam pilpres 2024. Alasannya, relawan Jokowi terbukti sukses membawanya menjadi presiden dua periode berurutan.

Terkait

"Kenapa begitu? karena para relawan ini telah terbukti bisa mengantarkan saya jadi presiden RI dua periode. Bener ga Dan sekarang aja sudah ada relawan jokowi yang ditarik mendukung si A. Sudah ada yang dirayu mendukung si B. Dirangkul oleh si C. Tapi masih lebih banyak lagi yang masih menunggu," kata Jokowi.

Melihat situasi di lapangan yang sudah mulai ada 'tarik-menarik' ini, Jokowi pun meminta relawannya untuk memilih menunggu dan mengamati kelanjutan dinamika politik yang terjadi. "Nanti pada saatnya, saya akan berbicara. Saya akan sampaikan kemana kapal besar relawan Jokowi ini akan kemudinya kita arahkan dan untuk saat ini, sekali lagi para relawan semua untuk fokus membantu pemerintah mengatasi pandemi covid yang disertai krisis kesehatan dan juga krisis ekonomi," kata presiden.

Untuk saat ini, Jokowi mengingatkan, fokus pemerintah dan masyarakat haruslah penanganan pandemi Covid-19. Kesehatan dan keselamatan rakyat, ujarnya, harus menjadi prioritas. "Kepada para relawan untuk ikut mengawal agenda strategis nasional untuk menuju Indonesia maju," katanya.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga menilai, Jokowi sudah menunjukkan keberpihakannya pada Pilpres 2024. Menurutnya, pilihan melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah dibandingkan menghadiri pengukuhan gelar Honoris Causa untuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dari Universitas Pertahanan menunjukkan sikap Jokowi.

Menurut Jamiluddin, peristiwa tersebut tentu menimbulkan spekulasi, Jokowi terkesan tidak melihat pengukuhan Megawati urgen untuk dihadiri. Jokowi lebih memilih kunker ke Jawa Tengah yang didampingi Ganjar Pranowo.

Keakraban Jokowi dan Ganjar dalam kunker tersebut juga mengindikasikan adanya kubu-kubuan di PDI Perjuangan. "Disini Jokowi memberi sinyal Ganjar menjadi bagian dari gerbongnya," kata Jamiluddin.

Setidaknya, Jamiluddin menilai, Jokowi secara tidak langsung ingin menyatakan, Ganjar kader PDIP yang layak dipertimbangkan untuk turut dalam kontestasi pilpres 2024. Sinyal ini diharapkan dapat ditangkap Megawati. Disini lain, makin akrabnya Megawati dan Prabowo juga memberi sinyal, koalisi PDIP dan Gerindra pada Pilpres 2024 hanya tinggal menunggu waktu saja.

Partai Disarankan Segera Deklarasi Capres

Di lain pihak, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, menyarankan partai-partai segera mendeklarasikan calon presiden yang diusungnya di 2024. Tujuannya agar masyarakat dapat segera melihat rekam jejak dan memiliki sejumlah pilihan. "Semua partai politik atau individu sesegera mungkin mendeklarasikan diri sebagai capres. Ini memang bisa jadi berisiko, ini bisa jadi tidak strategis, tapi ini bisa menjadi kejujuran," ujar Mardani, Ahad (13/6).

Ia mengapresiasi langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sudah mendeklarasikan Giring Ganesa sebagai capres di 2024. Bahkan, partai tersebut sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dengan dideklarasikannya Giring. PKS mengaku dalam waktu dekat akan mengumumkan calon presiden yang diusung atau didukung. Proses pembahasannya saat ini masih dilakukan pengurus partai.

"Majelis Syuro akan mengumumkan siapa calon presiden dari Partai Keadilan Sejahtera. Kenapa? karena kalau kita lihat game changer-nya adalah capres," ujar anggota Komisi II DPR itu.

Ia berkaca pada Pilpres 2019, saat pemilihnya lebih banyak ketimbang pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Hal tersebut menandakan bahwa publik merasa lebih personal dengan calon presiden pilihannya. "Orang lebih aware, lebih engage, lebih intim dengan capres. Siapa yang punya capres, efek ekor jas yang kemarin diharapkan sangat mungkin dan ini juga pertanggungjawaban publik," ujar Mardani.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, meyakini di sisa tiga tahun menjelang pilpres, dinamika capres masih bisa berubah dari nama-nama yang sudah muncul melalui lembaga survei.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa, segala kemungkinan terkait calon-calon presiden karena waktunya masih cukup panjang, ini dinamikanya masih akan luar biasa bisa berubah," kata Jazilul.

Dirinya juga mengingatkan pada dua tahun sebelum pilpres 2004. figur seperti Joko Widodo belum tampak. ketika mendekati pilpres, elektoral Jokowi langsung tinggi. "Kalau Pak Prabowo seperti hasil survei SMRC, memang karena beliau sudah berulang kali nyalon sehingga elektoralnya atau popularitasnya cukup tinggi dibanding yang lain," ujarnya.

Sementara itu terkait munculnya nama-nama capres dari kalangan kepala daerah, ia memahami bahwa hal tersebut tidak lepas dari kondisi Covid-19 saat ini. Jazilul menegaskan, PKB akan terus berusaha agar kader PKB bisa ikut dalam kontestasi pilpres kedepan. "Capres cawapres memiliki efek terhadap peningkatan suara partai," ujarnya.

photo
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY didampingi para kader menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (31/3/2021). - (Prayogi/Republika.)

Sementara, politikus PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menegaskan, capres PDIP akan ditentukan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Para ketum akan sangat menentukan (capres), di PDI Perjuangan tentu terutama Ibu Megawati Soekarnoputri karena memang diatur di dalam AD/ART Partai bahwa ketua umum itu memiliki hak prerogatif untuk memutuskan hal-hal yang sangat strategis yang berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara, kepentingan partai politik di dalam situasi-situasi khusus," kata Andreas.

Situasi tersebut menurut Andreas tidak hanya terjadi pada PDIP. Ia melihat ketua umum partai lain juga dinilai sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan calon presiden kedepan.

"Saya kira di Demokrat, meskipun Ketua Umumnya Pak AHY tetapi faktor Pak SBY itu akan sangat menentukan, mungkin beda sedikit dengan Golkar tetapi situasi ini terjadi di pada umumnya partai," jelasnya.


×