Ilustrasi Timnas Portugal | X00217
10 Jun 2021, 09:30 WIB

Persiapan Terakhir The Selecao Portugal

Portugal menjadi salah satu favorit juara pada turnamen akbar sepak bola Eropa kali ini.

LISBON -- Timnas Portugal akan menjalani persiapan terakhir untuk mempertahankan gelar Piala Eropa 2016, saat melakoni pertandingan persahabatan melawan Israel di Stadion Jose Alvalade, Kamis (10/6). Menyusul hasil imbang tanpa gol melawan Spanyol pekan lalu, the Selecao menjalani ujian terakhir, sebelum bertemu Hungaria dalam laga pembuka Grup F di Piala Eropa 2020. 

Mengalahkan Prancis di final Piala Eropa 2016 dan mencapai semifinal pada 2012, Portugal menjadi salah satu favorit juara pada turnamen akbar sepak bola Eropa kali ini. Namun, pertandingan melawan Spanyol, akhir pekan lalu, membuat skuad asuhan Fernando Santos itu masih punya pekerjaan rumah besar. Cristiano Ronaldo dkk hanya sekali melepaskan tendangan ke arah gawang Spanyol, dalam laga di Wanda Metropolitano tersebut.

Santos yakin, Portugal bisa bermain lebih baik lagi saat melawan Israel nanti untuk memperbaiki kesalahan yang ada. ''Jika Anda tidak menguasai bola, normal kalau rival menciptakan banyak peluang untuk Anda dan mereka juga bisa menciptakan tiga atau empat situasi bagus,'' kata Santos, dikutip dari Sports Finding, Selasa (8/6).

Portugal memang diisi oleh pemain-pemain kelas dunia, seperti Ronaldo, Ruben Dias, Bernardo Silva, Bruno Fernandes, hingga Joao Felix. Namun, lawan Portugal di Grup F juga tidak sembarangan. Mereka bakal bertemu dua calon juara lainnya, Jerman dan Prancis.

Oleh karena itu, setelah pertandingan melawan Spanyol yang tidak menjanjikan, uji coba melawan Israel ini harus menjadi kesempatan terakhir memantapkan diri menyambut Piala Eropa 2020.

Andaikan hasilnya negatif, hal tersebut bisa memengaruhi mental pemain saat melawan Hungaria pada 15 Juni mendatang. Meskipun, Santos menegaskan, timnya akan tampil di Euro dengan sikap dan mental yang sama seperti 2016, 2018, dan 2019. "Kami berasumsi bahwa kami adalah kandidat juara. Mengetahui bahwa ada tujuh atau delapan tim di depan kami," ujar Santos.

Menurut pelatih berusia 66 tahun tersebut, memenangkan kompetisi kontinental lebih sulit dibandingkan Piala Dunia. Sebab, lanjutnya, Piala Dunia tidak diisi oleh sebagian besar tim terbaik Eropa yang gagal kualifikasi. Sisanya, akan diisi oleh tim-tim Asia, Afrika, dan Amerika. "Sulit untuk memenangkan kejuaraan Eropa dan mempertahankan gelar juga. Itu hanya terjadi sekali oleh Spanyol (2008 dan 2012)," kata Santos.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Rúben Gato Dias (rubendias)

Di sisi lain, Israel yang berada di peringkat 85 dunia, berada di antara Uganda dan Uzbekistan, telah menunjukkan perkembangan pesat sejak gagal di kualifikasi Piala Eropa tahun lalu. Israel sampai harus memaksa Skotlandia beradu penalti dalam play-off.

Israel pun mampu membalaskan dendam mereka kepada Skotlandia di Liga Bangsa-Bangsa UEFA tak lama kemudian. Ditambah lagi, Israel juga mencatatkan kemenangan impresif di Slovakia sebelum meraih dua kemenangan setelahnya. Israel mengalahkan Moldova 4-1 di kualifikasi Piala Dunia, lalu menang atas Montenegro 3-1, pekan lalu. 

Israel diperkuat oleh penggawa PSV Eindhoven, Eran Zahavi, serta winger Shakhtar Donetsk, Manor Solomon. Karena itu, Israel akan menjadikan pertandingan melawan Portugal ini sebagai momentum untuk bangkit.

Tak diragukan lagi, pelatih Willi Ruttensteiner menjadikan kesempatan ini untuk mematangkan taktik Israel dalam melakoni kualifikasi Piala Dunia 2022 September mendatang. Sebab, Israel masih harus berhadapan dengan tiga peserta Euro 2020, Austria, Denmark, dan Skotlandia.


×