Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Bambang Suherman menyampaikan sambutan saat pembukan CEO Organisasi Pengelolaan Zakat (OPZ) Forum bertajuk Dua Dekade Forum Zakat Menguatkan Zakat Indonesia, di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Kamis (26/11). Dalam agenda tahunan | Edi Yusuf/Republika
03 Jun 2021, 11:22 WIB

Munas Foz Bahas Regulasi, Amil, Pemberdayaan, dan Kolaborasi

Foz ingin mendorong zakat sebagai kekuatan ekonomi

BATU — Forum Zakat (Foz), sebuah asosiasi yang menaungi 166 organisasi pengelola zakat (OPZ), menggelar Munas ke-9 Foz di Kota Batu, Jawa Timur, pada 3-4 Juni 2021. Digelar secara luring, munas akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Direktur Eksekutif Foz Agus Budiyanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan survei sebelum memutuskan pelaksanaan munas secara luring. Pihaknya menawarkan pilihan kepada para anggota, apakah Munas ke-9 Foz diselenggarakan secara daring atau luring. “Ternyata memilih luring dengan catatan yang sangat ketat pada protokol kesehatan," kata Agus kepada Republika, Rabu (2/6).

Menurut Agus, pihaknya sudah mengurus perizinan ke Satgas Covid-19 di Kota Batu. Perwakilan Foz juga telah berkomunikasi dengan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Secara teknis, kata Agus, Foz hanya menerima 50 persen pengunjung dari total kapasitas hotel. Hal ini berarti, hanya 200 orang yang diundang, baik peserta maupun narasumber.

Terkait

Seluruh peserta yang hadir wajib mendapatkan hasil negatif pada tes usap (swab test) antigen. "Kita juga menyediakan layanan Genose yang stand by di lokasi. Kita juga stand by-kan dokter di lokasi acara," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by FOZ Jawa Timur (fozjatim)

Lebih lanjut, Agus menerangkan, kegiatan Munas Foz merupakan mandat yang sudah tertuang di AD/ART asosiasi. Agenda tiga tahunan ini menjadi sarana untuk laporan pertanggungjawaban dan memilih pengurus untuk periode berikutnya. Selain itu, Munas Foz secara strategis bertujuan agar para anggota dan pimpinan lembaga dapat memahami isu-isu zakat.

Pada munas kali ini, Foz mengundang sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, yang akan hadir secara daring. Selain itu, Foz juga mengundang secara daring Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan beberapa tokoh lainnya.

CEO Rumah Zakat, Nur Effendi mengatakan, terdapat empat hal yang perlu dibahas dalam Musyarawah Nasional (Munas) ke-9 Lembaga Forum Zakat (Foz) yang digelar pada 3-4 Juni di Malang.

"Saya lihat ada empat isu, pertama tentu regulasi, harapannya di acara ini mampu mendorong regulasi yang berdampak terhadap pertumbuhan zakat. Momentum revisi UU (undang-undang) No 23 Tahun 2011 yang belum optimal," kata Nur Effendi pada Rabu (2/6).

Isu kedua, yakni terkait kapasitas amil maupun lembaga. Menurut Nur Effendi, perlu ada penguatan kapasitas yang mampu mendorong pertumbuhan zakat di Indonesia. 

Ketiga, perlu pembahasan yang berkaitan dengan pemberdayaan. Menurut dia, isu terkait dengan kontribusi zakat terhadap pemberdayaan di Indonesia penting untuk didiskusikan lebih lanjut. Hal ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

"Keempat, kolaborasi yang sudah berjalan dengan baik ini tinggal dimaksimalkan, dengan stakeholder, dengan pemerintah, media, akademisi, kita praktisi membutuhkan dukungan dengan antar lembaga untuk mempercepat akselerasi," ucap Nur Effendi. 

Adapun Munas Foz juga akan menjadi babak baru bagi asosiasi. Hal ini karena akan dilaksanakan pemilihan ketua umum (ketum) dan sekretaris jenderal (sekjen) Foz untuk periode mendatang. Nur Effendi berharap, ketua Foz yang baru akan mampu mengakomodasi empat permasalahan penting tersebut.

"Harapannya untuk Munas Foz ini sebagai silaturahim nasional. Semoga semakin solid, semakin saling menumbuhkan sharing, dan menguatkan kolaborasi," kata dia.


×