Sejumlah warga lanjut usia (lansia) menunggu giliran untuk disuntik vaksin Covid-19 di RS Otto Iskandar Dinata, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (18/5). Kementerian Kesehatan bersama Traveloka, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung menggelar Gebyar Vaksinasi | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
19 May 2021, 03:40 WIB

Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Umum Dimulai

Masyarakat rentan yang dilihat dari aspek geospasial.

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai program vaksinasi Covid-19 untuk kelompok masyarakat umum. Vaksinasi untuk kelompok ini sudah terlebih dahulu dimulai di Jakarta pada Senin (17/5).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, tiga kelompok prioritas vaksinasi berdasarkan rekomendasi organisasi kesehatan dunia (WHO) telah dijalankan. Ketiganya adalah petugas kesehatan, lansia, dan petugas pelayanan publik.

“Kemudian setelah itu baru masuk kelompok sasaran masyarakat umum (di Indonesia) yang jumlahnya kurang lebih 140 juta jiwa sasaran,” kata dia dalam konferensi virtual, Selasa (18/5).

Nadia mengatakan, sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia sebanyak 181,5 juta orang. Artinya, butuh setidaknya 426 juta dosis vaksin, termasuk cadangan. Sampai saat ini, jumlah dosis vaksin Covid-19 yang tiba di Indonesia ‘baru’ 75 juta dosis.

Terkait

Terkait kelompok sasaran masyarakat umum yang akan mendapatkan vaksinasi, pemerintah menetapkan beberapa kriteria. Pertama, masyarakat rentan yang dilihat dari aspek geospasial, yakni secara geografis tinggal di daerah dengan angka kejadian Covid-19 tinggi dan terus menerus terjadi yang cenderung tidak terjadi penurunan.

Kriteria kedua, yakni masyarakat rentan dari segi aspek ekonomi dan sosial, di antaranya masyarakat ekonomi bawah, masyarakat kurang beruntung termasuk kelompok disabilitas, orang dengan gangguan jiwa. Provinsi DKI Jakarta, kata Nadia, sudah terlebih dahulu memulai vaksinasi untuk kelompok ini.

“Pelaksanaan vaksinasi untuk kelompok masyarakat umum di DKI Jakarta ini bisa jadi pilot project buat kami sebelum melaksanakannya secara nasional,” ujar dia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Cecep Herawan mengatakan, tantangan untuk memenuhi pasokan vaksin dalam negeri utamanya akibat kapasitas produksi yang terbatas.

India sebagai salah satu produsen vaksin memprioritaskan terlebih dahulu untuk warganya karena angka penularan yang tinggi di negara tersebut.

Hal yang sama juga dilakukan Inggris dan Amerika Serikat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Cecep, sudah mengkritik kebijakan tersebut dan meminta negara-negara tersebut untuk bertindak lebih adil.


×