Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Trans Jawa di Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (11/5/2021). | ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
12 May 2021, 03:40 WIB

Menhub: Waspadai Arus Balik

Menhub meminta semua pihak mengantisipasi potensi kenaikan jumlah penumpang saat arus balik.

JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta mengantisipasi potensi kenaikan jumlah penumpang pada arus balik, yaitu Ahad (16/5) atau Senin (17/5). Kemenhub telah meniadakan sementara penerbangan carter (sewa) dari luar negeri sampai dengan 17 Mei 2021 dan akan dilakukan evaluasi sebelum dibuka kembali.

“Kami meminta kepada seluruh petugas di bawah koordinasi Satgas untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan dan SOP yang sudah ditetapkan baik untuk penanganan penumpang yang akan berangkat maupun yang akan datang dan mereka yang harus melakukan karantina. Jumlah ketersediaan ruang karantina harus dipastikan tersedia,” kata Budi Karya dalam pernyataan pers, Selasa (11/5).

Budi juga menyampaikan apresiasi atas koordinasi yang baik antara AP II, maskapai, Satgas Penanganan Covid-19, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sehingga proses pengecekan dokumen izin melakukan perjalanan dapat berjalan dengan baik.

Ia menjelaskan, pada masa peniadaan mudik yang dimulai sejak 6 Mei 2021 lalu, terjadi penurunan jumlah penumpang yang signifikan di Bandara Soekarno-Hatta dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 50 ribu hingga 70 ribu penumpang per hari.

Terkait

“Sekarang ini rata-rata setiap harinya ada 7.000-8.000 penumpang yang bergerak. Penurunannya kurang lebih 90 persen,” kata dia.

Budi memastikan, pelayanan Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan baik.

Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya pada Selasa juga menggelar rapat koordinasi (rakor) pengamanan arus balik Lebaran 2021 di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jakarta Selatan. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, ada beberapa poin yang dikerjakan dan sepakati.

"Seperti melaksanakan kolaborasi dengan BNPB dan Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat bandara, stasiun, pelabuhan dan 'rest area' yang menjadi sarana dan prasarana untuk kembali setelah pelaksanaan mudik," kata dia.

Fadil memperkirakan ada sekitar 1,2 juta orang yang melakukan mobilitas keluar dan masuk Jakarta selama arus mudik dan arus balik 2021 sehingga harus diantisipasi.

Sumber : antara


×