Antrean panjang kendaraan saat petugas gabungan melakukan penyekatan mudik di Tol Cikarang Barat KM 31 (arah ke cikampek), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). | Republika/Edwin Dwi Putranto
07 May 2021, 03:55 WIB

Pemudik Masih Nekat

Pemerintah menegaskan akan menindak tegas para pelanggar.

JAKARTA -- Ribuan orang masih berupaya menerobos penyekatan wilayah yang dilkakukan guna menegakkan larangan mudik. Pada hari pertama diberlakukannya larangan mudik, seribu lebih kendaraan dipaksa kembali di berbagai titik penyekatan.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat, pada Kamis (6/5) sejak pukul 00.00 WIB hingga siang hari, sebanyak 1.070 kendaraan dipaksa putar balik. Larangan mudik yang didukung dengan Operasi Ketupat Jaya 2021 dilaksanakan sejak Kamis (6/5) hingga Senin (17/5) mendatang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, jumlah itu terhitung sejak diberlakukan operasi pada pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, di dua gerbang tol. "Sampai dengan jam 12 siang tadi total sudah 1.070 kendaraan ditindak (putar balik)," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (6/5).

Menurut Yusri, jumlah itu terdiri dari 895 kendaraan pribadi dan 175 kendaraan umum. Perinciannya, 626 kendaraan diputar balik di Gerbang Tol Cikupa terdiri dari 549 kendaraan pribadi dan 77 angkutan umum. Kemudian di Gerbang Tol Cikarang Barat sebanyak 444 diputar balik terdiri dari 346 kendaraan pribadi dan 98 kendaraan umum.

Terkait

photo
Petugas gabungan melakukan penyekatan mudik di Tol Cikarang Barat Km 31 (arah ke Cikampek), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). - (Republika/Edwin Dwi Putranto)

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo juga mengungkapkan, ada juga tiga unit kendaraan yang diamankan karena kendaraan tersebut tidak semestinya membawa penumpang. "Ada dua travel dan satu truk yang diamankan," kata Sambodo.

Selain dua ruas jalan tol tersebut, Polda Metro Jaya menyekat  tiga jalan arteri non tol dan tiga terminal bus, yakni Terminal Pulogebang, Kampung Rambutan dan Terminal Kalideres.

Sebanyak 184 kendaraan roda empat yang melintasi wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, juga diputar balik pada Kamis (6/4). "Kendaraan diperiksa 477, diputarbalikkan 184," ujar Kasatlantas Polresta Bandung, Kompol Erik Bangun Prakasa, Kamis (6/5). Data tersebut, ungkapnya, didapat sejak pukul 06.00 hingga pukul 12.00 di delapan titik penyekatan.

Ratusan kendaraan yang melintas dari arah Bandung atau Jakarta ke Tasikmalaya juga diputarbalikkan petugas di pos penyekatan Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (6/5). Alasannya, kendaraan yang diputarbalikkan tak bisa menunjukkan dokemen persyaratan perjalanan.

Kepala Pos Pengamanan Terpadu Letter U Gentong, Kompol Gunarto mengatakan, sejak dilakukan penyekatan pada Kamis pukul 00.00 WIB, terdapat 226 kendaraan roda dua dan 296 kendaraan roda empat yang diputarbalikkan. Kendaraan itu diminta kembali ke daerah asal lantaran tak bisa menunjukkan dokumen perjalanan. "Jadi kita kenbalikan ke arah Bandung," kata dia, Kamis siang. 

Di perbatasan Sukabumi-Cianjur, ratusan kendaraan juga diputarbalikkan di hari pertama Operasi Ketupat Lodaya 2021, Kamis (6/5) dini hari. Penyekatan yang dilakukan di empat lokasi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota tersebut sedikitnya berhasil memutarbalikan 120 kendaraan luar kota yang diduga akan memasuki wilayah Sukabumi. Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menuturkan, penyekatan dilakukan di empat titik.

Sekitar 70 kendaraan roda empat juga dipaksa putar balik di Pintu Keluar Tol Singosari, Malang, Jawa Timur, Kamis (6/5). Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, sebagian besar kendaraan yang putar balik berasal dari Jakarta. "Ada juga bus yang nekat kita kembalikan. Bus antarkota antarprovinsi, mau mudik semua," kata Hendri di Pintu Keluar Tol Singosari, Kamis (6/5) siang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Polres Malang Official (polresmalangofficial)

Menurut Hendri, mayoritas pengendara mengeklaim belum mengetahui jadwal penyekatan mudik. Padahal jadwal kebijakan ini sudah disosialisasikan sejak lama, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Di wilayah Kabupaten Malang didirikan setidaknya 20 titik penyekatan mudik. Selain itu, Polres Malang juga telah menyediakan check point mandiri di sejumlah jalur tikus. 

Terkait larangan mudik yang akan berlaku hingga 17 Mei tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah sudah cukup lama melakukan analisis. "Kami menyampaikan ke masyarakat (tujuan kebijakan ini) karena ini dalam rangka melindungi kita semua," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (6/5).

photo
Sejumlah penumpang berjalan keluar setibanya di Stasiun Bandung, Kota Bandung, Kamis (6/5/2021). PT KAI Daop 2 Bandung memberhentikan layanan perjalanan kereta jarak jauh untuk mudik pada penerapan larangan mudik Lebaran sejak Kamis (6/5) hingga Senin (17/5). Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Ia memperkirakan waktu yang paling kritikal saat mudik tahun ini adalah pada 6 hingga 17 Mei. Sebab, bisa jadi ada pemudik yang mencuri-curi kesempatan untuk pulang kampung. "Kemudian kalau terjadi peningkatan kasus maka kami harus bisa mengendalikan," katanya.

Wiku meminta pemda satu narasi dalam menekankan pelarangan mudik dan berharap masyarakat memahami kebijakan ini guna  melindungi semua pihak. "Jadi, tidak ada gunanya kucing-kucingan untuk mudik. Akhirnya bobol terutama pada saat kasusnya tinggi nanti. Belum tentu fasilitas kesehatannya memadai apabila terjadi lonjakan kasus begitu besar," ujarnya.

Jika terjadi pelanggaran selama 6 hingga 17 Mei, maka pihaknya harus tegas menegakkan aturan. "Ketegasan kami yang menyelamatkan nyawa bangsa kita" katanya.

Lengang

Sejumlah ruas jalan tol dan terminal terpantau lengang pada hari pertama pembatasan mudik Lebaran, Kamis (6/5). Jalur penyeberangan Jawa-Sumatra juga terpantau sepi.

"Kami sebelumnya memang sudah memprediksi, pada hari pertama pemberlakuan penyekatan larangan mudik ini, volume lalu lintas tidak akan seramai seperti hari sebelumnya," ujar General Manager Operation Astra Tol Cipali, Suyitno, Kamis (6/5).

Suyitno menyebutkan, pada Rabu (5/5), total kendaraan yang melintas di ruas Tol Cipali mencapai 54 ribu kendaraan. Dari jumlah itu, sebanyak 38 ribu kendaraan melewati Gerbang Tol Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Bahkan pada Selasa (4/5), total kendaraan yang melintas di ruas Tol Cipali lebih ramai lagi hingga mencapai 70.174 kendaraan. Dari jumlah itu, sebanyak 50.670 kendaraan melewati Gerbang Tol Palimanan.

Memasuki masa larangan mudik kemarin, Pelabuhan Merak dan Bakauheni ditutup untuk kendaraan pribadi dan kendaraan angkutan penumpang. Arus kendaraan pribadi terutama dari luar provinsi yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) wilayah Lampung juga mulai lengang.

photo
Sejumlah kendaraan mengantre untuk memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (5/5/2021) dini hari. Satu hari sebelum larangan mudik diberlakukan para pemudik yang akan menuju Pulau Sumatra mulai memadati Pelabuhan Merak, Banten. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Kendaraan yang melintas di jalan tol wilayah Lampung hanya kendaraan truk barang, mobil pikap, dan mobil pribadi dalam kota saja. Sedangkan kendaraan pribadi berpelat nomor luar Provinsi Lampung nyaris sudah tidak terlihat lagi. Jarang juga terlihat lagi bus-bus angkutan penumpang, terutama pada angkutan penumpang yang menuju Pelabuhan Bakauheni.

Menurut Hasman, sopir truk barang, pihak Pelabuhan Bakauheni dan Merak tidak lagi menjual tiket daring untuk kendaraan golongan I, II, III, IV, V dan VI sejak Kamis (6/5) pukul 00.00. "Kalau mobil pribadi, sama sekali tiket online sudah ditutup total. Tapi kalau truk barang masih buka,"  katanya.

Sedangkan kondisi arus lalu lintas ruas tol Semarang-Solo, di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dilaporkan normal. Di sub ruas tol Trans Jawa tersebut tidak terpantau adanya lonjakan volume kendaraan yang signifikan, sejak Rabu (5/5) malam hingga pemberlakuan larangan mudik efektif dilaksanakan, mulai Kamis pukul 00.00 WIB.

“Seperti yang kita lihat, arus lalu lintas di dalam ruas tol Semarang- Solo memang ramai tapi sangat lancar,” ujar Kasatlantas Polres Semarang, AKP Rendi Johan Prasetyo, saat ditemui di Posko pengamanan Rest Area KM 429 A, Ungaran, Kamis (6/5). Selama larangan mudik berlaku efektif, tidak terpantau adanya penumpukan maupun antrean kendaraan pengguna jalan tol. 

Suasana di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat juga tampak lengang dan minim aktivitas calon penumpang menyusul penerapan larangan mudik. Tak terlihat banyak aktivitas calon penumpang.

Tempat tes Genose maupun tes cepat usap antigen yang disediakan di Stasiun Pasar Senen juga tampak sepi. Pintu keberangkatan dan kedatangan lengang. 


×