Warga mengantre untuk berbelanja di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Ahad (2/5). Pada H-10 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah kawasan tersebut mulai dipadati warga untuk berbelanja berbagai kebutuhan lebaran, guna mengantisipasi kepadatan | Republika/Thoudy Badai
04 May 2021, 10:59 WIB

Stasiun Tanah Abang Ditutup

Anggota DPR mengatakan, buka tutup Pasar Tanah Abang merupakan langkah yang tepat.

JAKARTA -- Mulai Senin (3/5), Stasiun Tanah Abang ditutup tiap pukul 15.00-19.00 WIB. Bagi masyarakat yang biasa menggunakan KRL di stasiun tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan bus Transjakarta gratis sebagai alternatif transportasi menuju stasiun lain.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, operasional KRL memang mulai direkayasa pada Senin tiap pukul 15.00-19.00 WIB. Semua KRL akan berhenti di stasiun sebelum Stasiun Tanah Abang.

"Untuk para masyarakat yang akan melakukan kegiatan, yang biasanya menggunakan KRL dari stasiun Tanah Abang disiapkan layanan Transjakarta gratis," kata Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/5).

Bus Transjakarta gratis itu akan melayani rute Stasiun Tanah Abang-Stasiun Palmerah, Stasiun Tanah Abang-Stasiun Karet, Stasiun Tanah Abang-Stasiun Duri, Stasiun Tanah Abang-Stasiun Angke, dan Stasiun Tanah Abang-Stasiun Gondangdia. Untuk setiap rute, kata Syafrin, masing-masing disediakan lima bus Transjakarta.

Terkait

Jumlahnya bisa saja bertambah tergantung kondisi di lapangan nantinya. Layanan Transjakarta gratis ini hanya tersedia saat penutupan Stasiun Tanah Abang. Syafrin mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi atas keputusan penutupan Stasiun Tanah Abang setiap sore.

"Apakah waktu tersebut efektif untuk menekan terjadinya kerumunan di stasiun Tanah Abang seperti yang terjadi hari Jumat kemarin," kata dia.

Selain penutupan stasiun, menurut dia, pihak kepolisian juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk kendaraan pribadi yang hendak menuju Pasar Tanah Abang. Tujuannya agar pergerakan kendaraan tersebar.

Sebelumnya, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, mulai Senin, 3 Mei 2021, Stasiun Tanah Abang tidak melayani penumpang yang hendak naik ataupun turun setiap pukul 15.00-19.00 WIB. Langkah ini diambil untuk mencegah kerumunan di kawasan Tanah Abang jelang Hari Raya Idul Fitri.  

Kerumunan di kawasan Pasar Tanah Abang awalnya menjadi sorotan publik ketika video, yang memperlihatkan kerumunan pengunjung di sana, viral di media sosial. Video yang direkam pada Sabtu (1/5) itu menjadi sorotan karena berlangsung saat Ibu Kota masih dilanda pandemi Covid-19.  

Pada Ahad (2/5), petugas gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI langsung melakukan operasi pembatasan pengunjung di Pasar Tanah Abang. Sebanyak 2.500 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan tak ada lagi pengunjung yang berdesak-desakan saat berbelanja.

Polda Metro Jaya meminta masyarakat untuk mencari lokasi alternatif belanja Lebaran selain Pasar Tanah Abang. Ini setelah lonjakan jumlah pengunjung di akhir pekan ini.

"Sebaiknya mencari alternatif pusat perbelanjaan lain karena kita ketahui beberapa tempat, seperti Tanah Abang, Thamrin City cukup padat masyarakat yang berbelanja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam membatasi kerumunan di pusat keramaian, seperti di Pasar Tanah Abang. Dia menilai, tepat langkah untuk menerapkan aturan buka tutup di Pasar Tanah Abang karena masih tingginya angka penularan Covid-19 di Jakarta.

Kebijakan tersebut diambil karena meningkatnya jumlah kunjungan ke Tanah Abang, Jakarta yang mencapai 100 ribu orang per hari sehingga memunculkan kekhawatiran akan munculnya klaster Covid-19.

"Apalagi, pada momentum menjelang Lebaran, tentunya jumlah pengunjung Tanah Abang membeludak, sehingga memang harus ada aturan yang membatasi kerumunan. Jangan sampai kita lengah sedikit, kasus Covid-19 melonjak," kata Sahroni.

Namun, dia mengakui, tidak mungkin jika kegiatan ekonomi dihentikan begitu saja, sehingga memang harus ada kebijakan yang juga mempertimbangkan faktor ekonomi masyarakat. Karena itu, Sahroni setuju dengan kebijakan buka tutup sehingga pengunjung dibatasi dan petugas bisa menegakkan aturan protokol kesehatan.

"Saya paham bahwa roda ekonomi tidak bisa dihentikan sehingga tidak mungkin ada penutupan seluruhnya. Karena itu, saya setuju dengan konsep buka tutup, sehingga pengunjung dibatasi dan petugas benar-benar menegakkan aturan," ujar dia.

Tidak terduga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, terjadi lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/5) dibandingkan hari-hari sebelumnya. Menurut dia, pada hari biasa, bahkan sehari sebelumnya, yakni Jumat (30/4), jumlah pengunjung di pasar tersebut hanya sekitar 35 ribu orang.

"Kemarin itu 87 ribu orang yang datang. Jadi, memang hari kemarin terjadi lonjakan yang tidak terduga," kata Anies.

Oleh karena itu, sambung dia, sebanyak 750 personel gabungan disiagakan di Pasar Tanah Abang untuk menghindari terjadinya kepadatan pengunjung. Selain itu, para petugas juga akan mengawasi penerapan protokol kesehatan di lokasi tersebut.

Anies pun mengakui, Pemprov DKI tidak memprediksi jika jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang pada Sabtu (1/5) akan melonjak drastis. "Kita sama sekali tidak terprediksi kemarin muncul angka dua kali lipat dari biasanya," kata Anies.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Transportasi Jakarta (pt_transjakarta)

Box Rute Transjakarta Alternatif Ditutupnya Stasiun Tanah Abang

1. Stasiun Tanah Abang-Stasiun Palmerah

2. Stasiun Tanah Abang-Stasiun Karet

3. Stasiun Tanah Abang-Stasiun Duri

4. Stasiun Tanah Abang-Stasiun Angke

5. Stasiun Tanah Abang-Stasiun Gondangdia


×