Warga mengantre untuk melakukan tes corona atau Covid-19 di Poli Khusus Corona Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/3/2020). | ANTARA FOTO
04 May 2021, 04:22 WIB

Vaksin Unair Diujicobakan ke Hewan Besar

Khofifah mendukung sepenuhnya proses pengembangan vaksin Merah Pitih.

 

SURABAYA – Progres pengembangan vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) kini telah memasuki tahap pemberian dosis kedua terhadap hewan kecil, yakni Mencit. Setelah tahap ini selesai, tim peneliti akan melanjutkan dengan mengujikannya ke hewan yang lebih besar.

“Pekan depan direncanakan memulai pemberian dosis pertama pada hewan besar, yakni Makaka,” kata Wakil Rektor I Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Unair, Ni Nyoman Tri Puspaningsih, di Surabaya, Senin (3/5).

Ni Nyoman menjelaskan, nanti ada tiga tahapan uji klinis yang harus dilewati jika uji terhadap hewan selesai. Kemudian akan dilakukan uji klinis ke manusia fase I sampai III. Jika dinyatakan aman dan efektif, maka tahapan selanjutnya memasuki fase ke IV, yakni pengawasan pemasaran.

Terkait

Agar cepat diproduksi, lanjut dia, pemerintah mengagendakan rapat periodik setiap bulan agar target produksi Vaksin Merah Putih sesuai rencana.

Anggota tim riset vaksin Merah Putih Uniar, Cita Rosita, menjelaskan tahapan-tahapan uji klinis yang harus dilalui vaksin Merah Putih. Tahapan ini yang akan dijalankan setelah sukses melewati uji coba terhadap hewan. Pada tahap uji klinis fase satu, vaksin disuntikkan ke beberapa sukarelawan (orang dewasa) dalam kondisi sehat.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menguji keamanan vaksin Covid-19 dalam tubuh manusia. “Jika dinyatakan aman dan efektif, vaksin tersebut dapat memasuki uji klinis fase kedua,” ujar dia.

Pada uji klinis fase kedua, pengujian vaksin Covid-19 tetap dilakukan terhadap relawan yang merupakan orang dewasa, namun sasarannya ke lebih banyak. Tujuannya agar sampel yang diperoleh lebih beragam.

“Sampel ini akan diteliti dan dikaji ulang oleh para peneliti terkait efektivitas, keamanan, dosis vaksin yang tepat, serta respons sistem imun tubuh terhadap vaksin yang diberikan,” kata dia.

Setelah lulus uji klinis fase kedua vaksin akan memasuki uji klinis fase ketiga. Pada penelitian ini, vaksin akan diberikan kepada lebih banyak orang dengan kondisi yang lebih bervariasi. Setelah itu, para peneliti akan memantau respons kekebalan tubuh para penerima vaksin serta memantau apakah terdapat efek samping vaksin dalam jangka waktu lebih panjang.

“Pada tahap ini mengingat situasi mendesak dan emergency karena pandemi, vaksin sudah bisa mendapatkan izin edar (UEA) dari BPOM untuk diberikan kepada manusia,” kata dia.

Direktur RSUD dr. Soetomo, Joni Wahyuhadi, menyatakan kesiapannya terlibat dalam pengembangan vaksin Merah Putih tersebut. Ia bahkan menyatakan, pada tahap uji coba terhadap relawan, pihak rumah sakit akan banyak terlibat. “Pada fase itu, seluruh rumah sakit di Jatim akan dilibatkan,” kata dia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan akan mendukung sepenuhnya proses pengembangan vaksin Merah Pitih.  “Prinsipnya Pemprov Jatim siap mendukung suksesnya riset ini sampai final,” kata Khofifah.


×