Rangkaian kereta MRT melintas di Stasiun MRT ASEAN, Jakarta, Sabtu (13/2/2021). PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai 11 Februari 2021 memberlakukan jadwal operasional kereta pukul 05.00-22.00 WIB pada Senin-Jumat dengan selang waktu keberangkatan lima menit p | Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Jakarta

28 Apr 2021, 09:19 WIB

Penumpang MRT Jakarta Terus Meningkat

Penumpang yang membawa sepeda di MRT pada akhir pekan mencapai 208 orang.

JAKARTA -- Jumlah penumpang moda raya terpadu (MRT) Jakarta pada April 2021, tercatat rata-rata 23.803 orang per hari. Direktur Operasional dan Maintenance MRT Jakarta Muhammad Effendi menjelaskan, capaian penumpang tertinggi selama pandemi Covid-19 di angka 30 ribu orang pada 12 April 2021.

"Di bulan April rata-rata kita sudah di 23 ribuan. Walaupun masih di bawah capaian target yang diharapkan, insya Allah bertambah terus," kata Effendi dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (27/4).

Jumlah rata-rata harian penumpang pada April 2021 terus meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya. Misalnya, pada Januari jumlah penumpang sekitar 13.694 orang per hari, pada Februari 16.812 penumpang per hari, dan Maret 21.601 penumpang per hari.

Menurut Effendi, volume harian penumpang sepertinya terus meningkat ke depannya. Hal itu seiring bertambahnya kepercayaan publik, terintegrasinya transportasi penghubung atau pengumpan (feeder), serta karyawan MRT yang sudah divaksin. Selain itu, tentu saja masyarakat juga semakin merasa aman naik transportasi publik.

Effendi berharap, tren peningkatan penumpang MRT dapat terjaga sampai akhir tahun ini. Dengan begitu, target perseroan untuk mengangkut 65 ribu penumpang per hari bisa terealisasi. Sementara itu, jumlah penumpang tertinggi pernah tercatat pada Desember 2019 atau sebelum pandemi, yaitu 88 ribu orang per hari.

Selama periode 1-24 April 2021, kata dia, MRT Jakarta berhasil melakukan 5.588 perjalanan tanpa adanya keterlambatan ataupun pembatalan perjalanan. Untuk semakin meningkatkan antusias publik, menurut Effendi, MRT Jakarta juga telah membuka akses sepeda nonlipat ke dalam rangkaian kereta sejak 24 Maret 2021. Namun, penumpang baru bisa membawa sepeda nonlipat di Stasiun Bundaran HI, Blok M, dan Lebak Bulus.

Sejak program itu diluncurkan, penumpang yang membawa sepeda di MRT pada akhir pekan mencapai 208 orang. Sedangkan, pada hari kerja mencapai 55 orang. Effendi mengatakan, jumlah tersebut jauh melebihi target yang ditetapkan sebesar 25 penumpang yang membawa sepeda per hari. Bahkan, pada pekan kedua April, jumlah penumpang pembawa sepeda mencapai 163 orang pada akhir pekan.

Effendi melanjutkan, perusahaan juga berencana membuat fitur eskalator untuk pesepeda. Hal itu guna memberikan kemudahan saat mengakses masuk stasiun dan kereta kepada penumpang yang membawa sepeda.

"Kami menambahkan conveyor belt (ban berjalan), sehingga teman-teman yang keluar dari bawah tanah cukup meletakkan sepedanya. Nanti akan ada conveyor belt yang membawa sepeda itu ke atas," kata Effendi.

Pelaksana Tugas (Plt) Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengatakan, perusahaan terus melakukan perbaikan akses sepeda nonlipat, sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap mobilitas masyarakat pengguna sepeda. "Setelah akses sepeda nonlipat di lingkungan stasiun dan ratangga dicanangkan, antuasiasme masyarakat menggunakan fasilitas tersebut sangat tinggi," kata dia.

 
Setelah akses sepeda nonlipat di lingkungan stasiun dan ratangga dicanangkan, antuasiasme masyarakat menggunakan fasilitas tersebut sangat tinggi.
 
 

Dia mengatakan, MRT Jakarta mendapatkan saran dari sejumlah komunitas, di antaranya ITDP Indonesia, Bike 2 Work Indonesia, dan publik. Mereka memberi masukan agar akses jalur sepeda nonlipat semakin dipermudah. Hal itu karena penggunaan material karpet coil plastic di tangga landai (ramp) kadang membuat pedal sepeda tersangkut.

Pratomo menambahkan, perusahaan juga menambah rak sepeda (bike rack) menjadi 20 unit di tiga stasiun, yaitu Bundaran HI, Blok M, dan Lebak Bulus. Pun relawan kini dilibatkan untuk membantu dan mengarahkan penumpang bersepeda. "MRT Jakarta juga menyediakan jalur sepeda yang terletak pada tangga stasiun dan stiker tanda pada stasiun dan kereta," katanya.

Demi menjaga kenyamanan seluruh pengguna MRT Jakarta, pengguna sepeda nonlipat hanya boleh naik kereta di luar jam sibuk. Tepatnya, selain pukul 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB di kereta nomor enam di setiap rangkaian, serta maksimal empat sepeda per keberangkatan.

Sumber : Antara


×