Pangeran Hamzah bin Abdullah. | Reuters

Internasional

Raja Abdullah II dan Pangeran Hamzah Tampil Bersama

Hamzah mengeklaim dibidik karena kritis terhadap korupsi dan sistem yang tidak sehat.

AMMAN -- Pangeran Yordania Hamzah muncul di hadapan public, Ahad (11/4). Ini pertama kalinya sejak dia mengaku ditempatkan di bawah tahanan rumah pekan lalu. Hamzah bersama dengan saudara seayah, Raja Abdullah II berkunjung ke makam nenek moyang mereka. 

Penampilan publik Hamzah bersama raja merupakan isyarat bahwa mereka telah akur. Dalam acara itu, Hamzah bergabung dengan anggota keluarga kerajaan Yordania dalam sebuah peringatan yang menandai ulang tahun keseratus berdirinya Emirat Transyordania, yaitu protektorat Inggris sebelum era kerajaan.

Istana kerajaan merilis foto dan video yang menunjukkan Raja Abdullah II dan Hamzah bergabung dengan pejabat lainnya di makam ayah mereka, mendiang Raja Hussein, dan mendiang kakek mereka, Raja Talal. Dalam kesempatan tersebut Raja Abdullah II dan Pangeran Hamzah membaca surat Al Fatihah di makam leluhur mereka. Tetapi masih belum jelas apakah Hamzah datang secara sukarela atau telah dibebaskan dari tahanan rumah. Keberadaannya setelah upacara tidak diketahui.

Sebelumnya, militer Yordania diberitakan menempatkan Hamzah sebagai tahanan rumah atas dugaan melakukan konsolidasi dengan pihak asing untuk mengacaukan negara. pihak berwenang di Yordania menyatakan mereka mengendus “plot berbahaya” yang dirancang Hamzah.

photo
FRaja Yordania Abdullah II. - (AP/Richard Drew)

Hamzah sendiri menyangkal tudingan tersebut. Ia mengeklaim, dirinya dibidik karena kritis terhadap korupsi dan sistem yang tidak sehat. Namun, Raja Abdullah II mengatakan, persoalan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Hamzah telah menandatangani surat perjanjian bahwa dia akan setia kepada kerajaan. Konflik ini menjadi keretakan kerajaan paling serius dalam beberapa dekade terakhir. Yordania telah lama dipandang sebagai sekutu Barat yang relatif stabil di Timur Tengah. Tetapi setahun terakhir virus korona telah mengguncang ekonomi negara yang sebagian besar bergantung pada pariwisata.

Raja Abdullah II dan Hamzah adalah putra Raja Hussein, yang memerintah Yordania selama hampir setengah abad sebelum kematiannya pada tahun 1999. Raja Abdullah II telah menunjuk Hamzah sebagai putra mahkota setelah suksesi, tetapi mencabut gelar itu pada tahun 2004 dan sebagai gantinya memberikan gelar itu kepada putra tertuanya.

Selama beberapa dekade, kerajaan Yordania telah memupuk hubungan dekat dengan AS dan negara-negara Barat lainnya. Hal ini digunakan Yordania sebagai strategi untuk menekan pembentukan Negara Palestina Strategi Yordania mendorong pembentukan Negara Palestina telah menemui jalan buntu dalam beberapa tahun terakhir karena proses perdamaian terhenti.

Negara Palestina diharapkan meliputi Tepi Barat dan Tepi Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Tepi Barat dan Yerusalem Timur dicaplok Israel dari Yordania dalam perang 1967. Israel dan Yordania berdamai pada 1994 dan mempertahankan hubungan keamanan yang erat. Tetapi hubungan kedua negara memburuk di tengah serangkaian pertengkaran diplomatik baru-baru ini.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat