Umat Islam menanti waktu berbuka puasa dengan takjil yang dibagikan warga Madinah di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Selasa (7/5/2019). Tradisi warga Madinah berlomba-lomba membagikan berbagai macam jenis takjil kepada sekitar 500 ribu jamaah dari ber | ANTARA FOTO
10 Apr 2021, 10:55 WIB

Puasa Ramadhan Melatih Rasa Kemanusiaan

Dengan menahan haus dan lapar, umat Islam merasakan kesulitan orang lain selama menjalankan puasa Ramadhan.

OLEH FUJI EKA PERMANA 

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti-nanti oleh umat Islam yang beriman dan bertakwa. Banyak keutamaan yang terkandung di bulan penuh berkah dan maghfirah ini. Ini adalah bulan yang menjadi momentum umat Islam melaksanakan puasa wajib selama 30 hari.

Salah satu keutaman Ramadhan adalah bisa melatih diri untuk makin memiliki rasa persaudaraan yang kuat dan rasa kemanusiaan yang peka. Sebab, pada bulan Ramadhan, umat Islam dilatih untuk makin dermawan, juga dilatih merasakan penderitaan orang lain dengan menahan haus dan lapar.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan mengatakan, ada dua dimensi pada bulan Ramadhan yang harus dimaknai. Pertama, dimensi vertikal, yakni habluminallah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Terkait

"Kedua, dimensi horizontal, yaitu untuk memaknai persaudaraan dan kemanusiaan yang harus lahir dari nilai-nilai keimanan dan ketakwaan," kata Buya Amirsyah kepada Republika, belum lama berselang.

Ia mengatakan, persaudaraan dan kemanusiaan itu jangan dimaknai hanya dalam arti simbolis, tapi harus dimaknai dalam arti yang substansial. Karena itu, Ramadhan yang penuh hikmah dan makna diharapkan mampu membangun nilai-nilai persaudaraan dan kemanusiaan.

Ia menerangkan, dengan menahan haus dan lapar saat berpuasa, umat Islam merasakan kesulitan orang lain sehingga muncul rasa kepedulian terhadap sesama. Selanjutnya terdorong dan sadar untuk melaksanakan zakat, infak, dan sedekah.

Ramadhan, menurut dia, merupakan momentum yang sangat baik untuk bersedekah karena Allah memberikan ganjaran yang berlipat ganda. “Ramadhan ini merupakan momentum untuk peduli sesama, karena Allah berikan keistimewaan sebagai bulan berkah dan bulan ampunan," ujar dia.

Buya Amirsyah berharap dengan berkah dan ampunan Allah, umat Islam diberikan jalan oleh Allah untuk terbebas dari siksa api neraka, dan ditempatkan oleh Allah di surga-Nya yang terbaik.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani juga mengatakan, di bulan suci ini umat Islam merasakan haus dan lapar. Dengan begitu, mereka dapat merasakan kesulitan orang lain yang kurang beruntung, kekurangan, dan kelaparan.

“Puasa Ramadhan ini dapat membangun solidaritas bersama," ujar Kiai Ghani yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Wakil Sekretaris Jenderal MUI ini juga mengingatkan umat Islam, jangan sampai ibadah puasa yang dilakukan hasilnya tidak mendapatkan apa-apa. Sebab, banyak orang berpuasa, tapi hanya mendapat haus dan lapar.

“Karena (saat puasa Ramadhan) tidak bisa menjaga lisannya, tidak bisa menjaga matanya, tidak bisa menjaga syahwatnya,” ujar Kiai Ghani.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Majelis Ulama Indonesia (muipusat)

Hal senada dikatakan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad. Menurut dia, saat puasa Ramadhan, umat Islam merasakan penderitaan orang lain dengan menahan haus dan lapar meski punya makanan serta minuman.

"Banyak orang yang haus dan lapar setiap hari (karena benar-benar tidak punya makanan dan minuman), karena itu di bulan puasa kita dibiasakan untuk banyak memberi makan kepada saudara-sudara kita yang kekurangan dan ke orang yang berpuasa," kata dia.

Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI ini mengingatkan, pada akhir Ramadhan ada zakat fitrah yang harus ditunaikan. Umat Islam bisa membagikan beras kepada orang-orang yang membutuhkan pada akhir Ramadhan.

Dengan demikian, diharapkan setelah Ramadhan selesai, umat Islam tetap terbiasa memberi, menyantuni, dan menolong sesama. "Karena itu dalam puasa ini perbanyak taawun artinya saling memberi pertolongan, dan ihsan artinya berbuat baik yang melebihi dari biasanya," ujarnya.

Ia juga mengatakan, pada bulan puasa ini umat Islam sedang melatih rasa kemanusiaan dan mengasah kepekaan terhadap situasi sosial kemanusiaan. Selain itu, kata dia, membiasakan diri menolong orang lain.

"Prinsipnya perbanyak taawun dan ihsan, taawun itu persaudaraan dan menolong kemanusiaan, ihsan itu berbuat baik.’’


×