Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berjalan untuk melakukan pertemuan di Kertanegara, Jakarta, Senin (6/7/2020). Kini, Airlangga dalam kapasitas sebagai ketua umum Partai Golkar menemui Prabowo | Republika/Prayogi

Nasional

15 Mar 2021, 02:00 WIB

Airlangga-Prabowo Jajaki Koalisi

Airlangga dinilai berpeluang besar maju Pilpres 2024.

JAKARTA — Partai Golkar disebut mulai melakukan penjajakan membangun koalisi untuk Pemilu 2024 ke sejumlah partai politik. Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto diketahui menemui dua ketua umum parpol besar pada awal 2021.

Pertama, Airlangga menemui Ketua Umum Partai Nasdem pada pertengahan Februari lalu di Pulau Kaliage, Kepulauan Seribu. Terbaru, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Maju ini menemui Ketua Umum Partai Gerindra di kediamannya di Hambalang, Bogor.

Dalam pertemuannya dengan Prabowo, Airlangga membawa rombongan menteri dari partai berlambang pohon beringin itu ke Hambalang. Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menilai, safari politik Airlangga sebagai langkah awal penjajakan koalisi Pilpres 2024.

Qodari menyebut, Airlangga memiliki peluang cukup besar untuk maju dalam Pilpres 2024. Hal itu didukung perolehan suara Golkar yang besar dan posisi Airlangga sebagai menko perekonomian.

Menurut Qodari, elektabilitas Airlangga masih bisa didongkrak. Dengan perolehan suara sebesar 12,31 persen, Golkar cukup menggandeng satu partai untuk dapat mengusung pasangan calon di Pilpres 2024.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Airlangga Hartarto (airlanggahartarto_official)

“Menarik kalau bertemu (berkoalisi) dengan Nasdem, misalnya. Sebab, dua partai ini kalau berkoalisi bisa maju kontestasi Pilpres 2024,” ujar Qodari saat dihubungi, Ahad (14/3).

Qodari menambahkan, terlebih Airlangga diketahui sudah bertemu dengan tiga ketua umum parpol, Surya Paloh (Nasdem), Suharso Monoarfa (PPP), dan Prabowo Subianto (Gerindra). “Peluang Airlangga untuk maju besar karena beliau Ketum Golkar, seperti yang diketahui kursi Golkar itu besar,” ujar Qodari.

Founder Cyrus Network, Hasan Nasbi, juga menilai pertemuan Airlangga-Prabowo tak sebatas membahas food estate dan pencalonan Indonesia dalam Olimpiade 2032. Menurut dia, pertemuan tersebut pasti terkait Pilpres 2024.

Pertemuan keduanya dinilai sebagai penjajakan awal Golkar dan Gerindra mempersiapkan koalisi 2024. Keduanya, kata dia, tengah menyamakan visi, misi, dan pandangan untuk menghadapi kontestasi berikutnya.

 
Pertemuan-pertemuan seperti ini akan berlanjut, mengejar sebanyak mungkin persamaan untuk kerja sama di tahun politik 2024 nanti.
 
 

"Pertemuan-pertemuan seperti ini akan berlanjut, mengejar sebanyak mungkin persamaan untuk kerja sama di tahun politik 2024 nanti," ujar Hasan.

Meskipun Pilpres 2024 terhitung masih tiga tahun lagi, pertemuan antara dua pimpinan partai tersebut bukan merupakan hal yang aneh. Partai disebutnya perlu mempersiapkan diri sedini mungkin untuk Pilpres 2024. "Kalau persamaan mereka lebih banyak daripada perbedaan, tentu pertemuan-pertemuan seperti ini akan berlanjut," ujar Hasan.

Dalam pertemuan dengan Prabowo, Airlangga mengaku membicarakan sejumlah isu strategis. Antara lain, pembangunan food estate, pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, dan komitmen menyukseskan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

 
Kuncinya adalah komunikasi dan silaturahim politik yang kokoh dan kondusif antarberbagai kekuatan politik nasional
AIRLANGGA HARTARTO, Ketua Umum Partai Golkar
 

"Kami yakin pembangunan politik nasional yang sehat dan penguatan agenda kesejahteraan rakyat harus dapat berjalan secara seiring saling memperkuat. Untuk itu, kuncinya adalah komunikasi dan silaturahim politik yang kokoh dan kondusif antarberbagai kekuatan politik nasional," ujar Airlangga.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Meutya Hafid, mengeklaim, Pilpres 2024 masih terlalu dini untuk dibahas saat ini. Meski ia menjelaskan Partai Golkar membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai lain. "(Pilpres 2024) masih terlalu dini ya, yang utama bersahabat baik dengan seluruh partai. Karena dalam rapat pimpinan nasional kemarin, Golkar kembali menegaskan, membuka koalisi dengan semua," ujar Meutya.

 

PEROLEHAN SUARA:

Golkar: 17.229.789 (12,31 persen)

Gerindra: 17.594.839 (12,57 persen)

Nasdem: 12.661.792 (9,05 persen)

PPP: 6.323.147 (4,52 persen)

Sumber: KPU


×