Presiden PKS Ahmad Syaikhu, | ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
02 Mar 2021, 02:00 WIB

Rakernas PKS Bahas Konvensi Capres

Ada sejumlah isu yang bakal dibahas di Rakernas, selain program partai ke depan.

JAKARTA—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Rapat Kerja Nasional mulai Senin (1/3) hingga 18 Maret 2021 mendatang. Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi menuturkan, ada sejumlah isu yang bakal dibahas di Rakernas, selain program partai ke depan.

Ia mengungkapkan, wacana konvensi calon presiden dari Partai Nasdem, Perpres 10/2021, revisi Undang-Undang Pemilu, hingga kasus Jiwasraya bakal dibahas intensif. Menurutnya, sikap PKS terhadap revisi UU Pemilu sudah terbaca sejak lama. PKS tetap menginginkan agar pilkada digelar pada 2022 dan 2023.

"Artinya nanti ini kita akan bicarakan secara nasional ketika di forum itu," ujarnya, dalam konferensi pers yang digelar daring, Senin (1/3).

Aboe menjelaskan, PKS akan menyiapkan berbagai skenario terkait pelaksanaan pilkada. Sampai saat ini PKS masih menganggap pilkada 2022 dan 2023 akan tetap digelar.

Terkait

"Pastinya yang berkembang di rakernas itu akan dinamis ya, dan menyangkut kawan-kawan kita yang akan maju di pilkada 2022, 2023 atau 2024, kita masih menganggap 2022 dan 2023 ada dulu aja, ada nggak ada urusan lain. Jadi semua skenario itu kita bicarakan," ujarnya.

Selain itu, Rakernas PKS juga akan membahas adanya ide konvensi capres yang disampaikan Partai Nasdem. "Kita tidak akan katakan A, B, dan C. Kalau masih pribadi silakan pribadi, tapi pada waktu di rakernas itu kita akan bahas," tegas anggota Komisi III DPR tersebut.

Terkait program-program yang bakal dilakukan ke depan, Presiden PKS Ahmad Syaikhu meminta seluruh pengurus juga mempertimbangkan koridor pemenangan. Syaikhu menginstruksikan gerak perjuangan partai harus memiliki dampak terhadap capaian politik atau elektoral.

"Saya meminta kepada seluruh fungsionaris untuk benar-benar mendesain program kerja bukan hanya solid dari sisi gagasan dan taktis dalam pelaksanaan, tetapi juga berdampak secara signifikan terhadap tujuan-tujuan kemenangan politik," ujar dia.

Presiden PKS meminta seluruh kader menyusun program yang bisa menjadi daya ungkit bagi partai untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Menurutnya, paling tidak ada dua kunci utama daya ungkit, yaitu inovasi dan multiplikasi.

"Kita semua harus terus mengasah pikiran-pikiran kita agar program-program PKS relevan dengan situasi kekinian. Kita harus keluar dari pikiran-pikiran lama menuju pikiran-pikiran baru yang fresh dan menginspirasi," tuturnya.

Selain koridor pemenangan elektoral, Syaikhu juga meminta program PKS ke depan memperhatikan dua koridor lain, yakni koridor gagasan yang berakar pada nilai-nilai Islam yang universal dan membawa semangat nilai-nilai Pancasila, Konstitusi UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selanjutnya, koridor pelaksanaan yang harus menerapkan prinsip solutif, yakni berorientasi pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan terhadap kepentingan rakyat. Prindip kolaboratif, yang tidak boleh mengedepankan ego sektoral.

"Semua harus berkolaborasi dengan baik. Bukan hanya kolaborasi di internal, tetapi harus membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai elemen kebangsaan," tegas Syaikhu.


×