Hikmah Republika Hari ini | Republika
01 Mar 2021, 03:30 WIB

Persiapan Menuju Ramadhan

Ramadhan sudah makin dekat. Bulan yang penuh dengan ampunan, rahmat, dan keberkahan.

OLEH FAUZI BAHREISY

Ramadhan sudah makin dekat. Bulan yang penuh dengan ampunan, rahmat, dan keberkahan. Bulan yang dinantikan para pedagang akhirat untuk meraih keuntungan berlipat. 

Sayangnya, tidak semua berkesempatan bisa sampai ke bulan tersebut. Juga tidak semua mendapat hasil yang maksimal. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Bisa jadi ada yang berpuasa, tetapi hanya mendapat haus dan lapar. Bisa jadi ada orang yang melakukan qiyam (Tarawih), tetapi hanya tidak tidur dan mendapat penat." (HR an-Nasai dan Ibn Majah).

Mungkin salah satu sebabnya kurangnya persiapan untuk "tampil" di pentas Ramadhan. Padahal, adanya persiapan sangat dibutuhkan agar pada Ramadhan berada di puncak performa. Di antara persiapan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

Terkait

Pertama, berdoa dengan penuh kesungguhan agar disampaikan pada bulan tersebut. Pasalnya tidak ada yang bisa menjamin bahwa semua akan sampai pada Ramadhan dan dapat menikmati ibadah di dalamnya. Maka, dengan doa dan harapan, paling tidak kita telah memperlihatkan betapa besar kerinduan dan niat mulia untuk bertemu dengan Ramadhan.

Kedua, membuat target ibadah pada Ramadhan secara maksimal. Misalnya, target untuk Tarawih secara berjamaah. Target mengkhatamkan Alquran minimal sekali dalam sebulan. Target memperbanyak sedekah. Target iktikaf di sepuluh hari dan sepuluh malam terakhir.

Target menimba ilmu lebih banyak. Target tidak banyak berinteraksi dengan hal yang bisa merusak ibadah, seperti HP, televisi, ghibah, dan sejenisnya.

Ketiga, mulai berlatih dari sekarang. Sebab tanpa latihan bisa jadi semua target di atas hanya angan-angan. Sebaliknya, dengan latihan, ibadah nanti diharapkan menjadi lebih ringan. Karena itu, sangat penting membiasakan puasa sunah, Qiyamul Lail, dan tilawah sebelum Ramadhan. Seperti diterangkan Aisyah RA dalam hadis Bukhari Muslim, Nabi Muhammad SAW sendiri banyak berpuasa di bulan Sya'ban.

Keempat, banyak memohon ampun atas dosa yang dilakukan dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Hal ini penting agar semua kesalahan terampuni dan agar memasuki Ramadhan dalam kondisi bersih. Pasalnya dosa sering kali membuat manusia tidak mampu atau berat melakukan amal ibadah.

Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya oleh seseorang yang ingin Qiyamul Lail, tapi tertidur tanpa sempat ibadah. Hasan al-Bashri berkata, "Engkau terbelenggu oleh dosa-dosamu."

Demikian pula dengan ampunan dan rahmat-Nya yang turun setiap waktu, terutama pada momen istimewa. Ia tidak diberikan kepada mereka yang masih menyimpan dendam serta memutus hubungan dengan saudara.

Itulah paling tidak yang harus dipersiapkan Muslim sebelum memasuki bulan Ramadhan. Dengan itu, diharapkan ibadah terwujud secara maksimal, diterima oleh-Nya, dan membuahkan banyak kebaikan. Amin.


×