Foto udara banjir yang merendam perumahan Villa Jatirasa, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/10/2020). Banjir akibat luapan kali Cikeas dengan ketinggian 60 cm - 2 meter memasuki pemukiman warga pada (24/10) pukul 23.00 WIB. | ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
26 Feb 2021, 08:32 WIB

Selamat Datang Sampah di Kali Cikeas

Kali Cikeas adalah penyebab utama banjir di wilayah Bekasi.

Tumpukan sampah bambu kembali menyumbat aliran Kali Cikeas. Sampah bambu menyumbat aliran sungai di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, yang berbatasan dengan perumahan Vila Nusa Indah (VNI) III, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Aliran Kali Cikeas mengalir ke Kali Bekasi. Bila tidak lancar atau meluap, alirannya kali tersebut menyebabkan banjir di beberapa titik. Salah satunya di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Kota Bekasi.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, mengatakan, sampah bambu biasanya menumpuk dan menyumbat aliran sungai di Bendung Kodja. Namun, akibat hujan lebat beberapa hari lalu, gunungan sampah bambu sudah mulai menyumbat aliran sungai di kawasan perumahan VNI III, beberapa kilometer sebelum Bendung Kodja.

"Bambu yang tumbuh di bibir sungai terbawa arus air saat sungai meninggi. Karena jumlahnya banyak, akhirnya menyumbat aliran sungai Cikeas yang lebarnya tak lebih dari 10 meter," ujar Puarman, Kamis (25/2).

Terkait

Tumpukan sampah bambu semakin menggunung karena di wilayah tersebut juga terjadi longsor empat rumpun bambu akibat meningginya air sungai, dampak curah hujan yang tinggi. Dia berharap dalam dua hari sampah bambu tersebut bisa diatasi oleh Tim Katak DLH Bekasi.

Di Kota Bogor, sampah juga sempat menyumbat Kali Bekasi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan, sampah di Kali Bekasi sejatinya tak begitu besar. Namun, paling banyak sampah kiriman yang berasal dari Bogor.

"Kalau Kali Bekasi paling kontribusinya tidak begitu besar, kita kan yang banyak itu kalau ada kiriman dari Bogor kan. Nah, kiriman dari Bogor itu kan kalau sampai saat ini, seperti sekarang ini musim hujan, kemarin itu banyak sekali dari Sungai Cikeasnya," kata Yayan.

 
Nah, kiriman dari Bogor itu kan kalau sampai saat ini, seperti sekarang ini musim hujan, kemarin itu banyak sekali dari Sungai Cikeasnya.
 
 

Dari total tonase jumlah sampah di Kota Bekasi sebanyak 1.800 ton, kata dia, sampah di Kali Bekasi hanya berkontribusi sebesar 10 persen. Yayan mengatakan, secara keseluruhan sampah yang berada di sungai dan darat yang mengalami peningkatan usai banjir disumbang oleh wilayah Jatiasih, Bekasi Utara dan Bekasi Selatan. Jumlahnya mencapai 2.000 ton.

"Yang besar-besar sudah kita angkut tapi masih ada yang kecil-kecil itu yang masih kita kerjakan sampai saat ini. Dan sekarang kan juga masih pembersihan lumpur termasuk sampah-sampahnya juga ada di sana," kata dia.

Amblas

Sementara itu, Satgas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok telah melakukan penanganan terhadap saluran air yang amblas di RT 01/RW 06, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Pengerjaan sudah berjalan sekitar dua pekan dan sudah hampir selesai.

"Amblasnya saluran air ini mengakibatkan retaknya jalan yang berada di atasnya. Kondisi ini sangat membahayakan sehingga kami melakukan penanganan berdasarkan surat permohonan yang masuk dari RW setempat," kata Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Dadan Rustandi.

Menurut Dadan, penanganan dilakukan dengan pemasangan u ditch ukuran 1x1 sebanyak empat unit serta pembuatan turap baru. Adapun saluran yang diperbaiki sepanjang empat meter. "Kami menggunakan material dari bidang pemeliharaan. Alhamdulillah, sebentar lagi rampung," ujar dia.


×