Deretan gedung dipayungi mendung peat terlihat di kawasan Manggarai,Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). TNI AU, BPPY, dan BNPB bakal menjalankan operasi modifikasi cuaca guna menanggulangi banjir di Jakarta. | Republika/Thoudy Badai
24 Feb 2021, 03:05 WIB

Cuaca Jabodetabek Dimodifikasi

Delapan kecamatan di Kabupaten Bekasi masih terendam banjir hingga Selasa (23/2).

JAKARTA -- TNI Angkatan Udara (AU) menerbangkan pesawat CN-295 untuk melaksanakan proses penyemaian awan lewat operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Metode itu diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di wilayah Jabodetabek.

"TMC dilaksanakan menggunakan pesawat CN-295 A-2901 Skadron Udara II Lanud Halim Perdanakusuma," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Indan Gilang saat dikonfirmasi, Selasa (23/2).

Dia menjelaskan, pesawat tersebut diterbangkan oleh Kapten Pnb Riyo dan Kapten Pnb Iskandar. Pesawat itu setidaknya mengangkut delapan konsul atau tabung dengan total garam seberat 2,4 ton. Garam tersebut ditaburkan di atas ketinggian 10 ribu hingga 12 ribu kaki.

Ada sejumlah wilayah yang dijadikan target penaburan garam dari ketinggian tersebut. Lokasi wilayah-wilayah yang terdapat awan berpotensi hujan itu berada di daerah Selat Sunda, Ujung Kulon, dan Lampung Timur. Dengan begitu, hujan diharapkan tidak masuk ke wilayah Jabodetabek. "Modifikasi cuaca diharapkan dapat mengurangi risiko banjir seperti yang terjadi di Jabodetabek pada awal tahun ini," kata dia.

Terkait

photo
Banjir DKI Dalam Angka - (Republika)

Menurut Gilang, kegiatan TMC adalah bentuk kerja sama antara TNI AU, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelaksanaannya telah dilakukan pada Senin (22/2) lalu.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) menerjunkan tim TMC untuk melaksanakan redistribusi curah hujan yang berpotensi banjir. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Jabodetabek.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TNI AU (militer.udara)

"Kegiatan operasi TMC secara resmi sejak Ahad sore kemarin. Posko TMC dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma. Hari ini rencananya akan didukung dua unit pesawat CASA 212 dan CN-295 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar, sebagai antisipasi pengulangan siklus hujan ekstrem berikutnya," kata Kepala BBTMC-BPPT Jon Arifian, Senin (22/2).

Ahad kemarin, sekitar pukul 15.05 WIB, tim TMC melaksanakan satu sorti penerbangan dengan pesawat CASA 212 dari landasan pacu Halim. Operasi tersebut ditargetkan pada area semai di daerah upwind Jabodetabek sekitar Cilegon dan pesisir timur Lampung.

photo
Personel gabungan dari TNI, Polri, petugas Pemadam Kebakaran, PPSU, dan warga sekitar membersihkan endapan lumpur sisa banjir di area Masjid Al-Hidayah, Cipinang Melayu. Jakarta Timur, Senin (22/2/2021). - (Republika/Thoudy Badai)

"Secara umum, cuaca hari ini lebih kering dibandingkan dengan periode 2-3 hari sebelumnya. Pertumbuhan awan terganggu oleh adanya divergensi angin memasuki Pulau Jawa bagian barat. Kecepatan angin atas relatif kencang serta kelembapan lapisan atas rendah," kata dia.

Target utama operasi TMC di Jabodetabek tahun ini, lanjut Jon, untuk mengurangi potensi hujan pada siang hari di Jabodetabek sekitarnya. Diharapkan dengan demikian, tingkat kejenuhan tanah berada di level aman untuk menampung hujan.

Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, banjir di Jakarta telah tertangani. "Hari Senin (22/2), pukul 03.00 tadi dipastikan 100 persen sudah surut," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto, Senin malam.

Berdasarkan data BPBD Provinsi DKI Jakarta, seluruh warga yang mengungsi telah kembali ke rumah. Kendati demikian, Pemprov DKI Jakarta masih menyiagakan fasilitas tenda dan kebutuhan pangan bagi warga terdampak selagi pembersihan tempat tinggal berlangsung.

Seperti diketahui, pada Sabtu dini hari, Jabodetabek menerima curah hujan di atas 150 mm per hari. Untuk wilayah Jakarta, kategorinya ekstrem, yakni sampai 226 mm per hari. Sabdo juga menuturkan, BPBD Provinsi DKI Jakarta telah membuat rekapitulasi data penanganan kejadian banjir besar di Jakarta dari tahun ke tahun yang merujuk pada intensitas curah hujan tinggi. "Data yang ditampilkan adalah data yang merepresentasikan kejadian banjir besar di Jakarta," ucap Sabdo. 

photo
Foto udara banjir di Kampung Babakan Banten, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/2/2021). Banjir yang disebabkan tanggul Sungai Citarum jebol tersebut mengakibatkan lima desa terisolir selama tiga hari. - (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Sementara itu, sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Bekasi masih terendam banjir hingga Selasa (23/2). Tinggi banjir bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 1,5 meter. Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, dari 20 kecamatan, banjir di 12 kecamatan sudah mulai surut.  

“Sisanya 8 kecamatan masih banjir lumayan tinggi pada Selasa pagi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln saat dihubungi Republika, Selasa (23/2).

Adapun penyebab banjir bervariasi, dengan yang paling parah ada di Kecamatan Kedungwaringin dan Pebayuran karena banjir masih diiringi oleh arus deras saluran irigasi maupun luapan kali. “Penyebab banjir di Kedungwaringin dan Pebayuran karena hujan deras, jebolnya tanggul Citarum dan limpasan saluran irigasi,” ujarnya.

Sedangkan, di Kecamatan Cabangbungin, banjir disebabkan oleh luapan Kali Ciherang. Begitu juga di Kecamatan Sukawangi dan Sukakarya. Adapun di wilayah Tambun Utara, banjir terjadi karena penyumbatan saluran air. 

Namun, ketinggian banjir mulai 40 sentimeter hingga 1,5 meter. Dari total 20 kecamatan yang terendam banjir, data terbaru menunjukkan setidaknya ada 31.879 jiwa manusia yang terdampak dan 7.215 rumah rusak akibat banjir.

“Upaya yang dilakukan BPBD di area yang masih tergenang di antaranya mengevakuasi warga ke tempat yang aman, memberikan imbauan, dan standby personel di lapangan serta pemberian logistik,” kata Henri.

Sejumlah warga juga masih mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang sejak Sabtu (20/2). Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi mengimbau masyarakat yang berada di tempat pengungsian sementara untuk tetap menjalankan protokol kesehatan agar tidak menimbulkan klaster baru Covid-19.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BMKG (infobmkg)

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya melakukan tes swab rapid antigen Covid-19 di pengungsian. “Pengecekan dikhususkan bagi pengungsi yang bergejala agar dapat dilakukan pemisahan, isolasi mandiri di rumah isolasi terkonsentrasi atau RIT, juga berkoordinasi dengan pihak wilayah,” ujar Liza, Selasa (23/2).

Salah satu tempat pengungsian yang menjadi lokasi pemeriksaan adalah daerah Ciledug Indah di Kecamatan Pedurenan. Wilayah tersebut dikabarkan dilanda banjir yang terbilang besar hingga  membuat ribuan warga terdampak.

 

Sumber : Antara


×