Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi (tengah). | AP/Francis Malasig/POOL European Pressphoto A
23 Feb 2021, 02:00 WIB

Wang: Cina Siap Perbaiki Hubungan dengan AS

Wang meminta pemerintahan Biden membuka kembali dialog antara AS dan Cina.

BEIJING -- Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi mengatakan negaranya siap memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat (AS). Pada masa pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump, hubungan Beijing dan Washington diketahui kerap dibekap perselisihan.

“Kami paham bahwa pemerintahan baru AS sedang meninjau ulang dan mengukur kebijakan luar negerinya,” kata Wang, Senin (22/2). Ia berbicara dalam Lanting Forum, sebuah forum di Kementerian Luar Negeri Cina yang membahas hubungan AS dan Cina.

“Kami berharap para pembuat kebijakan luar negeri AS akan bertindak sesuai keadaan saat ini, memandang jernih kecenderungan dunia, mengabaikan bias, melepaskan kecurigaan tak berdasar, dan melangkah untuk membuat kebijakan tentang Cina kembali ke akarnya untuk memastikan perkembangan hubungan Cina dan AS yang sehat,” ujarnya.

Terkait

"Selama beberapa tahun terakhir, AS pada dasarnya memutuskan dialog bilateral di semua tingkatan. Kami siap untuk melakukan komunikasi yang jujur dengan pihak AS, dan terlibat dalam dialog yang bertujuan untuk memecahkan masalah," kata Wang.

Dia mengungkapkan, tindakan pemerintahan Trump untuk menekan Cina telah menimbulkan dampak yang tak diharapkan. Oleh sebab itu, Wang meminta pemerintahan Presiden Joe Biden membuka kembali dialog antara kedua negara. Terkait hal tersebut, Wang mengatakan pembicaraan via telepon antara Biden dan Presiden Cina Xi Jinping baru-baru ini sebagai langkah positif.

Wang meminta AS menghapus kebijakan pengenaan tarif impor terhadap barang-barang Cina yang diambil pada masa pemerintahan Trump. Dia juga meminta Washington tak lagi mendiskreditkan sektor teknologi negaranya.

Wang juga mendesak AS menghormati kepentingan inti negaranya dan berhenti mencampuri urusan domestik Cina. Dia secara khusus meminta AS tak lagi "berkomplot" dengan pasukan separatis untuk kemerdekaan Taiwan.

 

 
Kami siap untuk melakukan komunikasi yang jujur dengan pihak AS.
 
 

Selain Taiwan, ada beberapa isu lainnya yang membuat hubungan AS dengan Cina merenggang. Salah satunya adalah dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan Cina terhadap etnis Uighur di Xinjiang.

Saat berbicara di Negara Bagian Wisconsin pada 16 Februari, Biden mengungkapkan telah menjalin pembicaraan via telepon selama dua jam dengan Presiden Xi. Biden menyebut mereka saling mengenal baik.

Namun, Biden juga berjanji akan terus menegaskan kembali peran Amerika sebagai juru bicara HAM di PBB dan lembaga lain yang berdampak pada sikap Cina.

"Cina berusaha sangat keras untuk menjadi pemimpin dunia. Untuk mendapatkan julukan itu dan mampu melakukan itu, mereka harus mendapatkan kepercayaan dari negara lain," kata Biden.

Biden menyebut selama Cina terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan HAM, sulit bagi mereka menjadi pemimpin dunia. 

Sumber : Reuters


×