Sejumlah relawan membungkus makanan untuk dibagikan pengungsi dan petugas di dapur umum tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (15/2). | Zabur Karuru/ANTARA FOTO
17 Feb 2021, 03:00 WIB

Belasan Pengungsi Reaktif Tes Cepat

Belasan pengungsi reaktif setelah dilakukan tes cepat Covid-19.

NGANJUK—Belasan warga yang mengungsi karena tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, reaktif setelah dilakukan rapid test atau tes cepat Covid-19. Saat ini, mereka yang diketahui reaktif masih proses untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Mereka ditempatkan di lokasi terpisah. Kami terus pantau kesehatannya," tutur Kepala Puskesmas Ngetos, Budi Santoso di Nganjuk, Selasa (16/2).

Ada sebanyak 14 orang yang dinyatakan reaktif saat pemeriksaan kesehatan oleh petugas. Rapid test dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, pada Senin. Tes cepat juga kembali dilakukan pada Selasa untuk seluruh pengungsi dan masih menunggu hasilnya.

Untuk memastikan kondisi pengungsi yang reaktif itu, petugas kesehatan telah melakukan pemeriksaan lanjutan dengan tes swab. Hasil pemeriksaan baru bisa diketahui dalam beberapa hari ke depan. Sambil menunggu hasil pemeriksaan kesehatan, mereka tetap bisa beraktivitas di lokasi pengungsian yang terpisah.

Terkait

photo
Sejumlah relawan membungkus makanan untuk dibagikan pengungsi dan petugas di dapur umum tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (15/2). - (Zabur Karuru/ANTARA FOTO)

"Mungkin Rabu sudah ada hasilnya," kata dia. Pemerintah Kabupaten Nganjuk membuat beberapa titik lokasi pengungsian, yakni sekolah dasar yang dekat dengan kantor kecamatan, tenda, dapur umum. Selain itu, ada juga yang ditempatkan di rumah kepala desa.

Warga yang dinyatakan reaktif sudah ditempatkan di lokasi yang berbeda. Petugas medis juga tetap meminta agar warga baik pengungsi maupun petugas lainnya mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dengan tetap mengenakan masker.

Terdapat kurang lebih 156 pengungsi yang tinggal di beberapa lokasi pengungsian tersebut. Rumah mereka rusak terkena tanah longsor yang terjadi pada Ahad (14/2).

Hingga kini, pencarian warga terus dilakukan. Sementara itu, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lokasi pengungsian, petugas medis juga tetap melakukan protokol kesehatan dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat tersebut. Di lokasi juga disediakan tempat untuk cuci tangan. Diharapkan, warga selalu patuh demi mencegah penyebaran Covid-19.

 
photo
Warga mengevakuasi motor saat pencarian korban tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (15/2/.  - (Zabur Karuru/ANTARA FOTO)

Sementara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengirimkan bantuan mulai dari beras hingga paket kebersihan maupun masker kain, guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Ujian ini memang cara Allah untuk mengingatkan kita semua ada tanah yang mungkin mulai rentan, ada sungai yang ternyata kasusnya sama, ada sampah yang nyumbat, akhirnya mengakibatkan banjir," kata Gubernur Khofifah di Nganjuk, Senin.

Gubernur Jatim datang berkunjung ke lokasi tanah longsor juga memantau dapur umum. Khofifah juga memberikan bantuan kepada ahli waris yang jenazah anggota keluarganya sudah ditemukan. Gubernur juga memberikan bantuan beras, mi instan, paket lauk pauk, paket tambah gizi, paket kebersihan, tangkit air lipat, family kit, terpal, masker kain, paket sandang hingga velbed.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by khofifah indar parawansa (khofifah.ip)

Sumber : Antara


×