Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. | ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
17 Feb 2021, 02:05 WIB

RI-Hungaria Bahas Keamanan Siber dan Ekonomi Digital

Tahun ini terdapat 1.259 lamaran beasiswa ke Hongaria.

JAKARTA -- Keamanan siber dan kerja sama ekonomi digital menjadi salah satu pembahasan antara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Peter Szijjarto, Selasa (16/2). Sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki ekosistem digital yang menjanjikan. Di sisi lain, Hungaria merupakan salah satu ekonomi digital terdepan di Eropa. 

Retno mengingatkan, November lalu kedua negara meluncurkan website Two IndoTech Point O. "Kami berharap ini akan menjadi wadah untuk mendekatkan pengusaha profesional dan investor sektor digital untuk menjajaki kerja sama di bidang keamanan siber, inkubasi, usaha rintisan, fintech, dan juga teknologi medis," ujar Retno dalam konferensi pers virtual bersama Szijjarto, Selasa. 

Kedua negara juga terus memperkuat perdagangan berkelanjutan. Retno mencatat, total perdagangan senilai 212 juta dolar AS pada 2020 yang menandakan kenaikan lebih dari 13 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Terkait

Retno menjelaskan, perdagangan berkelanjutan tersebut antara lain melalui pembentukan gudang produk Indonesia di Budapest, mendorong ekspor produk komponen elektronik dan otomotif, serta menjajaki kemungkinan imbal dagang dengan Hungaria.

Terkait investasi, Indonesia menyambut baik meningkatnya minat pengusaha Hungaria pada proyek proyek sistem pembayaran jalan tol. 

"Kerja sama ini menjadi salah satu kisah sukses partisipasi perusahaan Hungaria pada proyek infrastruktur RI," ujar Retno. Ia menambahkan, proyek lainnya meliputi infrastruktur digital, instalasi pengolahan air, dan pekerjaan umum. 

Retno juga menyampaikan keprihatinan Indonesia terhadap diskriminasi komoditas minyak kelapa sawit di Uni Eropa. Kemitraan strategis ASEAN dan Uni Eropa pada Desember lalu memulai joint working group on vegetables oil. 

 Beasiswa ke Hungaria

Sementara itu, Szijjarto mengatakan, Indonesia sebagai negara terpadat di dunia memiliki arti penting dalam hal strategi hubungan ekonomi eksternal. "Kami dengan senang hati mengumumkan kesuksesan besar terkait kerja sama ekonomi bilateral kami, yang merupakan tonggak penting, tetapi tidak hanya mengenai kerja sama ekonomi Indonesia dan Hungaria, namun tonggak sejarah mengenai strategi ekonomi Hungaria pada proyek-proyek yang kami lakukan ini," ujar Szijjarto. 

Szijjarto mengatakan, negaranya akan melakukan perundingan tentang kemungkinan program lain dalam kerangka pengembangan sistem analisis meteorologi dan iklim milik Indonesia. Ia juga menjelaskan, program 100 beasiswa untuk siswa dari Indonesia.

"Tahun ini terdapat 1.259 lamaran yang menunjukkan bahwa siswa Indonesia menaruh perhatian pada Hungaria dan mereka ingin datang untuk belajar ke Hungaria," ujarnya. 


×