Ilustrasi QR Code | Pixabay

Inovasi

04 Feb 2021, 08:04 WIB

Memenuhi Tuntutan Zaman dengan Teknologi Nirsentuh

Teknologi nirsentuh merupakan gabungan dari optimalisasi teknologi dan keamanan penggunaan.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi setahun terakhir, saat ini mayoritas perusahaan berevolusi menjadi perusahaan digital. Brbagai tren teknologi pun hadir.

Salah satunya, adalah teknologi yang hadir dari upaya masyarakat untuk meminimalisir kontak dengan barang atau orang lain demi memutus rantai penularan Covid-19. Dikutip dari Forbes, Selasa (2/2), salah satu pendiri dan CEO Vouch Insurance, Sam Hodges menjelaskan, upaya untuk membangun perusahaan dengan teknologi nirsentuh, telah memberikan banyak perusahaan alasan bisnis yang kuat untuk maju.

Senada, Direktur Digital NTT Data Services, Eric Clark menjelaskan, semua model bisnis yang secara langsung memengaruhi orang dan pengalaman pelanggan saat ini sedang berubah. “Pandemi Covid-19 telah mempercepat penggabungan digital dan fisik. Perusahaan tradisional  yang menawarkan produk dan layanan, kini harus memanfaatkan saluran dan teknologi digital untuk mempercepat dan meningkatkan interaksi pelanggan, sekaligus membuat fisik lebih aman,” ujar Clark.

Telemedisin adalah salah satu bentuk contoh dalam melayani pelanggan melalui keterlibatan tanpa kontak. “Teknologi yang akan mengarah pada ledakan ekonomi berikutnya adalah telemedisin,” ungkap Will O’Connor, CMIO dari TigerConnect.

Menurut data yang dikutip dari Statistika, industri yang diperkirakan akan mampu tumbuh hingga tujuh kali lipat pada 2025 adalah telehealth. Hal ini tak lepas dari besarnya pengaruh pandemi dalam mendefinisikan industri perawatan kesehatan.

Menurut O'Connor selama Covid-19, konsep berkonsultasi dengan tenaga kesehatan melalui telepon telah meroket. Dari yang awalnya masih dalam tahap ide awal, menjadi kekuatan arus utama dalam hitungan bulan.

Dalam perkembangannya, semakin banyak pula pasien yang menyadari, tidak ada alasan untuk menghadapi lalu lintas demi janji temu yang sebenarnya bisa dilakukan dari rumah. “Perawatan virtual adalah salah satu revolusi pemotongan biaya dan penghematan waktu. Pada akhirnya, hal ini akan mendorong revolusi teknologi yang lebih luas di seluruh perawatan kesehatan,” ujar O’Connor. 

Revolusi di Dunia Ritel

photo
Ilustrasi belanja daring - (Pixabay)

Perubahan yang terjadi di masyarakat, biasanya akan menjadi pendorong lahirnya berbagai inovasi dan perkembangan terbaru di dunia teknologi. Dikutip dari Risnews, pendorong signifikan dari perubahan perilaku pelanggan, adalah meningkatnya keinginan untuk menghindari menyentuh permukaan yang mungkin telah disentuh orang lain.

Karena, Covid-19 tetap menjadi masalah kesehatan selama berbulan-bulan. Perubahan sikap ini pun berdampak pada tumbuhnya industri teknologi nirsentuh.

Pendiri dan CEO Rethink Productivity Simon Hedaux merangkum empat cara bagaimana ritel menghadirkan cara belanja tanpa kontak langsung, yaitu:

1. Berpindah ke belanja daring

Tren ini pun melahirkan istilah baru, yaitu Phygital yang menggabungkan dunia fisik dan digital. Konsep ini mengacu pada bagaimana lingkungan daring dan toko berintegrasi untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lancar.

Setiap pengalaman belanja pelanggan pun harus mulus, dengan pembelian yang mudah, operasi click and collect, termasuk juga  opsi pengembalian yang mudah dan layanan keluhan pelanggan yang akomodatif.

Konsep phygital ini juga semakin menyertakan media sosial yang mendukung penjualan, seperti Instagram Shoppable dan tim pelayanan pelanggan untuk membalas pesan menggunakan pesan langsung.

2. Pemesanan tanpa kontak

Pelanggan saat ini telah mengadopsi penggunaan aplikasi di perangkat pintarnya, untuk memesan berbagai jenis barang. Pemesanan lewat aplikasi, kini juga semakin banyak digunakan oleh hospitality brand untuk memungkinkan pelanggan melakukan prapesan (preoder).

Jenama besar seperti Starbucks dan Dunkin’ Donuts telah memperkenalkan aplikasi konep pre order pada 2015.  “Ini adalah langkah kecil dari konsep click-and-collect untuk menggunakan hub toko untuk pengiriman penyelesaian yang cepat,” ujar Hedaux.

3. Pembayaran tanpa kontak

Saat ini, ritel perlu memikirkan kembali area pembayaran dan mengkalibrasi ulang berapa banyak sumber daya yang diinvestasikan. Hal ini didorong oleh perilaku pelanggan baru dan penerapan teknologi yang mengubah model layanan.

4. Jalur pengiriman

Saat ini, ritel terus mencari mitra untuk menyediakan layanan pengiriman cepat pada pelanggan lokal, seperti yang dilakukan Instacart dan Shipt di toko bahan makanan. “Pelanggan yang menggunakan opsi tanpa sentuhan mengharapkan kenyamanan,” ungkap Hedaux.

Teknologi tanpa sentuhan, menurutnya, jika dilakukan dengan baik  akan benar-benar mampu meningkatkan pengalaman pelanggan.

 

 

 

Semua bisnis telah bekerja pada beberapa tingkat transformasi digital selama dekade terakhir. Toserba, kedai steik, dan toko grosir, semua dihadapkan pada tugas untuk menciptakan kembali model bisnis berbasis pengalaman melalui saluran digital.

Spencer Baird, Executive In Residence – Transformation Office Inmar Intelligence
 

 

 

 

 

 


×