ILUSTRASI Wakaf dapat dipandang sebagai bukti bakti seorang anak terhadap orang tuanya yang telah wafat. Pahala wakaf yang diniatkan sebagai atas nama ayah dan ibu bisa menjadi amal jariah bagi mereka. | DOK PIXABAY

Khazanah

27 Jan 2021, 10:05 WIB

Dai Diminta Ikut Tingkatkan Literasi Wakaf

Indonesia diharapkan menjadi contoh praktik pengelolaan wakaf produktif.

 

 

 

 

JAKARTA – Literasi wakaf, khususnya wakaf uang, masih sangat perlu ditingkatkan. Karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengimbau para dai untuk turut serta meningkatkan literasi wakaf umat. 

"Nanti kita arahkan para dai ceramah dan khutbah dengan tema-tema wakaf," ujar Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, KH Ahmad Zubaidi kepada Republika, Selasa (26/1).

Kiai Zubaidi mengatakan, sosialisasi wakaf untuk meningkatkan literasi wakaf akan menjadi salah satu perhatian Komisi Dakwah MUI. Pihaknya akan mendorong para dai di seluruh Indonesia agar di setiap kesempatan ikut memperkuat literasi wakaf. 

Menurut dia, masyarakat masih awam tentang wakaf uang. Jadi, literasi wakaf masyarakat masih sangat perlu ditingkatkan. Peran para dai dalam menyosialisasikan wakaf bisa membantu meningkatkan literasi wakaf masyarakat.

"Masyarakat (awam) tidak paham wakaf uang, sekarang ada wakaf yang canggih melalui perbankan syariah, nazir wakaf akan menggunakan uang wakaf sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya. 

Kiai Zubaidi juga menyampaikan, Badan Wakaf Indonesia (BWI) punya program wakaf uang yang ditempatkan di sukuk. Sekarang dana wakaf dibuat produktif, hasilnya baru dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat. 

"Intinya saya ingin melibatkan para dai dalam menyosialisasikan wakaf, baik wakaf secara umum maupun wakaf uang," ujar dia.

 

Pada Senin (25/1), Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin meresmikan peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) serta Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021 dari Istana Negara, Jakarta. 

Dalam kesempatan itu, Wapres menyatakan harapannya agar para ulama, ustaz, mubaligh, dan para kiai ikut menyosialisasikan gerakan wakaf uang dalam dakwahnya. Wapres optimistis pendakwah berperan penting dalam menyukseskan GNWU.

"Baik dalam tabligh akbar, majelis taklim, khutbah Jumat, atau berbagai sarana dakwah dan berbagai media komunikasi lainnya agar informasi dan pesan tentang wakaf uang sampai kepada umat," ujar Wapres.

Ia juga mengingatkan bahwa wakaf adalah ibadah sedekah jariyah yang amal dan pahalanya akan terus mengalir kepada pelakunya (wakif). Pahala itu, lanjut Wapres, tidak terputus selama pokok harta benda yang disedekahkan masih ada dan hasilnya dimanfaatkan untuk kebajikan.

Karena itu, setelah peluncuran GNWU, ia mengajak semua komponen masyarakat untuk ikut berwakaf uang. Menurut dia, sudah saatnya wakaf uang menjadi sarana berbagi dan sarana untuk mendorong kebangkitan ekonomi nasional.

"Sudah saatnya sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, dan dikenal sebagai negara dengan penduduk yang paling dermawan, Indonesia dapat memberikan contoh praktik pengelolaan wakaf yang bersifat produktif, yang dapat memberikan nilai manfaat lebih banyak, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Syafiq A Mughni menyambut positif agenda gerakan wakaf yang digalakkan pemerintah. Dia mengatakan, gerakan tersebut akan mendorong pemanfaatan dana dari umat untuk kepentingan umat.

"Jadi, kalau dulu mungkin prosedurnya susah, maka dengan adanya ini diharapkan akan menjadi lebih mudah (dalam berwakaf)," tutur dia.

Pengembangan wakaf, kata dia, tentu harus digerakkan secara bersama-sama. Masyarakat selama ini lebih mengenal wakaf tanah sehingga jenis wakaf yang lain seperti wakaf uang belum banyak diketahui masyarakat sehingga masih dirasa asing.

Syafiq memberi catatan bahwa pengelolaan wakaf harus betul-betul transparan, akuntabel, dan jujur. Kebijakan yang dibuat haruslah adil. Misalnya, penerima manfaat dari hasil pengelolaan wakaf itu mesti dari kalangan yang paling membutuhkan.

"Ini harus menjadi pertimbangan yang sungguh-sungguh supaya niat dari wakifnya itu benar-benar sampai dan terwujud. Kemudian juga jangan sampai ada penggelapan, manipulasi, korupsi, karena ini adalah zona yang benar-benar lillaahi ta'ala yang harus dijauhkan dari segala bentuk ketidakjujuran." ';

×