Ilustrasi Wakaf Uang. | Republika/Thoudy Badai
27 Jan 2021, 03:00 WIB

'Bantu Fakir-Miskin dengan Wakaf Uang'

Transformasi wakaf uang memiliki fleksibilitas dalam pengembangan investasinya serta bentuk penyaluran manfaatnya.

JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menekankan agar potensi wakaf uang yang tengah digenjot pemerintah digunakan untuk membiayai program-program bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Wakaf uang diyakini bisa membantu mengurangi tingkat kemiskinan, apalagi nilai potensi wakaf uang mencapai Rp 180 triliun per tahun.

"(Potensi wakaf) dapat diwujudkan sebagai sumber ekonomi untuk membiayai program-program yang membawa kemaslahatan luas bagi umat Islam, khususnya fuqara dan masakin," kata Kiai Ma'ruf saat menghadiri secara virtual rapat pleno ke-52 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Selasa (26/1).

Kiai Ma'ruf mengatakan, salah satu upaya pemerintah dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah adalah dengan mengoptimalkan bidang dana sosial syariah, salah satunya wakaf. Pada Senin (25/1), pemerintah pun telah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) sebagai langkah transformasi wakaf.

Terkait

Selama ini, kata Kiai Ma'ruf, sebagian orang hanya mengenal wakaf dalam bentuk benda-benda tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan. Namun, wakaf juga dapat menjadi wakaf produktif dalam bentuk uang. "Dari yang semula hanya berorientasi pada ibadah dan sosial, seperti masjid, madrasah, dan makam, menjadi berorientasi juga pada aspek sosial-ekonomi," katanya.

Ia mengatakan, transformasi wakaf uang memiliki fleksibilitas dalam pengembangan investasinya serta bentuk penyaluran manfaatnya kepada mauquf ‘alaih (penerima wakaf). Oleh karena itu, wakaf uang bisa dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi untuk memulihkan ekonomi masyarakat kecil.

Apalagi, kata Kiai Ma'ruf, pandemi Covid-19 telah berdampak pada masalah sosial dan perekonomian yang cukup signifikan, sehingga meningkatkan angka kemiskinan dan pengangguran. Ia mengatakan, langkah yang dilakukan pemerintah untuk memulihkan kondisi ekonomi adalah dengan memperbesar sektor riil dan usaha kecil-menengah dengan melibatkan sebanyak mungkin pihak, khususnya lapisan masyarakat terbawah yang terdampak paling besar.

"Dalam kaitan ini, pemerintah juga mendorong sektor ekonomi syariah untuk ikut serta dalam upaya pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi," ungkapnya.

Salah satu Gerakan Nasional Wakaf Uang adalah memasifkan penghimpunan wakaf uang di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Menurut Ketua Divisi Humas, Sosialisasi, dan Literasi Wakaf Badan Wakaf Indonesia (BWI) Atabik Luthfi, gerakan wakaf uang di kementerian telah dimulai dari Kementerian Agama.

Ia mengungkapkan, penghimpunan wakaf uang di Kemenag telah mencapai Rp 4,13 miliar per 21 Januari 2021. "Saat ini sudah di Kemenag melalui Direktorat Zakat dan Wakaf," katanya kepada Republika, Selasa (26/1).

Menurut Atabik, Kemenag dan BWI akan melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, khususnya Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Inisiatif itu bisa menjadi contoh dan semakin memasifkan wakaf uang.

"Target literasi lebih masif di kalangan masyarakat, khususnya ASN, sehingga potensi wakaf yang besar dapat terealisasi," katanya. Atabik mengatakan, potensi wakaf dari golongan ASN sangat besar sehingga bisa memaksimalkan penghimpunan wakaf tahun ini.

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sebelumnya menyampaikan, target penghimpunan wakaf uang hingga akhir 2021 sebesar Rp 1,18 triliun. Penerimaan wakaf uang oleh nazir wakaf uang terdiri atas dua jenis, yaitu wakaf uang berbasis endowment fund atau berbasis lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKS-PWU). Selain itu, wakaf uang berbasis program wakaf langsung atau project based.

Wakaf uang berbasis endowment fund per akhir Desember 2020 telah terkumpul Rp 238,83 miliar. Sedangkan, wakaf uang berbasis proyek telah terkumpul Rp 580,53 miliar, termasuk cash waqf linked sukuk.

Butuh pendekatan 

Islamic Finance Specialist United Nations Development Programme (UNDP) Greget Kalla Buana menilai, Gerakan Nasional Wakaf Uang merupakan momentum yang baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berwakaf uang. Menurut dia, kampanye nasional wakaf uang merupakan langkah strategis untuk menarik perhatian khalayak.

"Namun demikian, hal tersebut perlu diikuti dengan pendekatan yang lebih menginternalisasi di masyarakat," katanya kepada Republika, Selasa.

Tanpa adanya pendekatan, kata dia, potensi wakaf uang sekitar Rp 180 triliun akan sulit tercapai. Menurut dia, pendekatan perlu dilakukan dengan mengedepankan kajian yang lebih mendalam dari aspek sosiologi, antropologi, dan psikologi.

Greget menambahkan, rasa kepedulian dapat menggerakkan orang untuk berwakaf. Pada hakikatnya, wakaf adalah untuk kepentingan orang banyak. Oleh karena itu, semangat gotong royong perlu dibangun dalam gerakan wakaf, seperti crowdfunding waqf model (CWM).

Hal yang tak kalah penting adalah mengaitkan manfaat wakaf secara lebih luas. Contohnya dengan memasukkan unsur-unsur kesetaraan, lingkungan, pembangunan sosial, dan sumber daya alam, selain profit atau keuntungan.

Ia menjelaskan, Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLHSDA) MUI memiliki program-program menarik yang bisa didanai oleh wakaf. Contohnya konservasi air, diversifikasi pangan lokal, dan pengelolaan nol-sampah yang ketiganya memberikan manfaat bagi masyarakat.

Konsep blended financing menggunakan wakaf juga bisa diterapkan untuk menarik dana-dana komersial demi tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan berbagai inovasi dan peningkatan literasi yang dilakukan simultan, potensi besar wakaf di Indonesia bisa lebih dioptimalkan.

Pengelolaan

Mandiri Manajer Investasi (MMI) bekerja sama dengan Mandiri Syariah mengolaborasikan wakaf uang dengan produk reksa dana syariah. Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi, Endang Astharanti menyampaikan, produk tersebut diberi nama Wakaf Uang Berkah Umat.

photo
Pegawai Mandiri Syariah menunjukkan fitur wakaf sukuk CWLS Aceh pada dashboard aplikasi Mandiri Syariah Mobile, di Jakarta, Senin (31/8/2020). - (Yogi Ardhi/Republika)

"Wakaf Uang Berkah Umat ini merupakan kerja sama antara Mandiri grup dan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) yang bertujuan membantu program wakaf uang yang dicanangkan pemerintah," katanya kepada Republika, Selasa (26/1).

Mandiri Investasi bekerja sama dengan BSM Umat sebagai nazir dalam produk tersebut. Dengan produk ini, dana wakaf akan dikelola dengan lebih profesional melalui produk pasar modal.

BSM Umat sebagai nazir akan mengelola dan menyalurkan dana wakaf. MMI membantu dalam mengelola dana wakaf melalui produk reksa dana syariah. Endang mengatakan, produk reksa dana syariah yang dikelola MMI memiliki karakteristik konservatif.

"Produk wakaf uang ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia, yang ingin menyalurkan wakafnya," katanya.

Endang menambahkan, wakaf yang terhimpun akan ditempatkan di reksa dana syariah oleh MMI dan nilai manfaat yang didapatkan, disalurkan oleh lembaga Wakaf BSM Umat kepada penerima manfaat atau mauquf ‘alaih. Penyaluran nilai manfaat dilakukan melalui program Cinta Anak Yatim dan program Cinta Alquran.

Wakaf BSM Umat merupakan lembaga wakaf yang resmi dan terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI). Setiap transaksi berwakaf terdiri atas alokasi wakaf sebesar 90 persen dan infak pengembangan wakaf 10 persen. Produk ini sudah bisa diakses melalui platform bernama "Jadi Berkah" milik Mandiri Syariah dengan target penghimpunan Rp 1 miliar untuk satu tahun ke depan.

Sekretaris Perusahaan Mandiri Syariah, Ivan Ally menjelaskan, Wakaf Uang Berkah Umat merupakan program wakaf uang atau tunai yang bersifat selamanya. Uang yang diwakafkan tersebut diinvestasikan oleh nazir BSM Umat pada instrumen-instrumen keuangan syariah.

"Bagi hasil investasi aset wakaf uang tersebut akan disalurkan untuk penerima wakaf dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan, serta syiar Islam," kata Ivan kepada Republika, Selasa.

Mandiri Syariah yang telah ditunjuk pemerintah menjadi penerima wakaf uang berkomitmen mendukung dan berkontribusi dalam mengelola wakaf, melalui produk layanan yang sudah disiapkan. Ivan menambahkan, Mandiri Syariah sebagai lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKS-PWU), mencoba untuk memberikan kemudahan bagi para calon wakif yang ingin berwakaf uang melalui layanan Mandiri Syariah Mobile (MSM).

Ivan mengatakan, saat ini program Wakaf Uang Berkah Umat dapat diakses di MSM melalui fitur "Berbagi". Di dalamnya terdapat pilihan Berbagi, Ziswaf, Wakaf, Wakaf Uang Selamanya, BSM Umat, Wakaf Uang Berkah Umat.

Ia melanjutkan, komitmen itu akan berlanjut saat Mandiri Syariah bergabung dengan PT Bank BNI Syariah dan PT Bank BRI Syariah Tbk menjadi Bank Syariah Indonesia, yang rencananya diresmikan pada Februari 2021.


×