Mario Mandzukic. | ANSA
20 Jan 2021, 10:30 WIB

Mandzukic Turun Gunung Poles AC Milan

Mandzukic diprediksi menjadi pelapis Zlatan Ibrahimovic.

MILAN -- Mario Mandzukic akhirnya turun gunung. Setelah beberapa bulan tanpa klub, kini Mandzukic sudah resmi menjadi bagian dari AC Milan. Milan mengontraknya hingga musim 2020/21 berakhir. Ada opsi perpanjangan setahun lagi.

Sebelumnya, sejumlah klub sempat dikaitkan dengan penyerang berkebangsaan Kroasia itu. Selain Rossoneri, ada Fenerbahce, Besiktas, Lokomotiv Moskow, Hellas Verona, juga Fiorentina. Namun hatinya memilih merapat ke San Siro. Tentunya ada alasan kuat mengapa Super Mario memutuskan hal tersebut.

AC Milan klub dengan sejarah panjang yang sudah merasakan kesuksesan di level tertinggi. Ia masih memiliki ambisi bermain di tim seperti itu. "Akhir-akhir ini saya bekerja keras untuk mendapatkan panggilan dari klub penting seperti Milan. Mereka yang dekat dengan saya, mengetahui upaya sayaa agar siap terlibat dalam menantang trofi. Jadi Milan tak perlu mengkhawatirkan tingkat kebugaran saya,"  kata Mandzukic kepada saluran TV klubnya, dikutip dari Football Italia, Rabu (20/1).

Ia kembali bertemu beberapa rekan setimnya terdahulu. Ada Simon Kjaer. Sebelumnya, mereka berbagi kamar ganti di VfL Wolfsburg. Kemudian Ante Rebic. Sebelum memutuskan pensiun dari panggung internasioanal, Mandzukic tandem Rebic di tim catur.

"Beberapa hari lalu saya menelpon Ante Rebic. Saya memberitahunya bahwa saya akan datang," tutur bomber 34 tahun ini.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Mario Mandžukić MM 17 (mariomandzukic)

Mandzukic diprediksi menjadi pelapis Zlatan Ibrahimovic. Namun bukan tidak mungkin keduanya dipasang sekaligus. Super Mario mengaku selalu mengikuti sepak terjang Ibra. Ia bahagia bisa berbagi kamar ganti dengan bomber asal Swedia itu.

"Dia masih monster di lapangan. Saya akan mencoba seperti itu. Saya pikir kami akan melakukan dengan sangat baik, bersama-sama,"  ujar Mandzukic.

Ia memahami klub seperti Milan memiliki target mentereng. Ia sudah terbiasa dengan hal itu. Selama berkarir, Mandzukic malang melintang di sejumlah raksasa Eropa. Ia mantan penyerang Juventus, Atletico Madrid, dan Bayern Muenchen.

"Pesan saya kepada penggemar selalu sama. Saya akan memberikan yang terbaik," tuturnya menegaskan.

Capolista

Butuh kurang lebih satu dekade bagi klub asal utara Italia, AC Milan, untuk kembali merasakan manisnya status capolista Seri A Liga Italia 2020/2021 hingga pekan ke-18. Terakhir kali tim berjuluk i Rossoneri menduduki posisi teratas klasemen terjadi pada 2010/2011 silam.

Milan berada dalam tren positif dalam mengarungi musim ini. Catatan apik setidaknya mampu diperlihatkan pada 2020. Total tim pemilik tujuh titel Liga Champions mengoleksi 79 angka dalam 35 pertandingan, mengasapi Juventus, Atalanta, dan Inter Milan.

Secara garis besar, pelatih Stefano Pioli sukses membangunkan raksasa tertidur. Teranyar, Milan berhasil menggasak Cagliari dengan skor 2-0 melalui brace Zlatan Ibrahimovic dini hari kemarin WIB. Kemenangan tersebut mempertahankan posisi mereka sebagai pemuncak klasemen sementara Liga Italia, capolista.

Kini Milan mengantongi perolehan nilai 43 dari 13 kemenangan, empat imbang, dan sekali kalah. Mereka hanya terpaut tiga angka dari rival sekota Inter Milan di tempat kedua.

“Kami berpikir untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Kami hanya harus terus berpikir bahwa setiap pertandingan akan menjadi hal yang penting," kata Pioli, dikutip Football Italia, Selasa (19/1).

Keberadaan Milan sebagai capolista Liga Italia jelas menghadirkan suasana baru dari hegemoni Juventus dalam sembilan musim terakhir. Jika capolista merupakan predikat sebagai pemimpin klasemen sementara, yang saat ini dipegang oleh Milan. Namun, istilah campione d'Inverno alias juara paruh musim, pun juara musim dingin, belum sepenuhnya jadi hak Rossoneri.

Merujuk pada pernyataan La Gazzetta dello Sport, Selasa (19/1) rival terdekat, Inter Milan, masih mempunyai kans untuk merampas status juara paruh musim dari Milan pada pertandingan giornata 19. Meskipun, secara head to head pada pertemuan pertama Inter kalah 1-2 dalam Derby della Madonnina.

Syarat tersebut bisa terwujud asalkan pada laga akhir pekan nanti Milan kalah oleh Atalanta dan armada Antonio Conte sukses memecundangi Udinese. Sumber yang sama menjelaskan aspek head to head tak masuk pertimbangan untuk penentuan posisi di klasemen saat kompetisi baru memasuki interval pertama (musim). Catatan pertemuan kedua tim baru akan menjadi tolok ukur utama di atas selisih gol ketika liga telah melewati separuh perjalanan atau pada paruh kedua musim.

Saat ini, setelah perolehan angka, selisih gol menjadi pertimbangan utama untuk menentukan posisi sebuah tim di klasemen. Terkait selisih gol, i Nerazzurri memiliki keunggulan dari Diavolo Rosso. Tim yang bermarkas di Stadion Giuseppe Meazza mencatat selisih gol (22), dengan selisih dua gol yang dimiliki Milan (20). Fakta ini jelas menggaransi keseruan pada pekan ke-19 Seri A sekaligus menjawab siapa tim yang menjadi juara paruh musim 2020/2021.

Hal senada juga sempat diucapkan penyerang andalan Milan, Zlatan Ibrahimovic. Dalam komentarnya, Ibra mengeklaim perjalanan Milan masih belum berakhir dan tujuan mereka saat ini adalah terus memenangkan pertandingan di sisa musim.

"Saya tidak tertarik dengan predikat capolista akhir tahun (2020) atau mengetahui bahwa kami menjadi juara paruh musim," kata Ibra.


×