Pasien DBD sedang dirawat | Republika

News

DBD Kian Mengancam

Kasus DBD di 16 provinsi mengalami peningkatan dibandingkan 2018.

Oleh DBD Kian Mengancam

JAKARTA -- Masyarakat diingatkan untuk tak menunda upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sebab, kasus demam berdarah dengue (DBD) terus meningkat di berbagai daerah.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terda pat 15.305 kasus DBD di 34 provinsi per Jumat (1/2). Jumlah itu melonjak 5.866 kasus jika dibandingkan data per Rabu (23/1). Sedangkan, jumlah korban meninggal pada periode sama bertambah dari 85 jiwa menjadi 149 jiwa.

Direktur Pencegahan dan Pengen dalian Penyakit Tular Vektor dan Zoo notik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kasus DBD masih dalam tren peningkatan. Oleh karena itu, masyarakat harus segera membe rantas sarang nyamuk di ling kungan masing-masing.

Siti menjelaskan, satu jentik betina akan berubah menjadi nyamuk dewasa dalam kurun waktu 12-14 hari. Kemudian, satu nyamuk betina dewasa sekali bertelur menghasilkan 100-150 butir telur. Dalam sebulan, nyamuk bisa bertelur sekitar empat kali. "Setiap tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk apabila terdapat genangan air," ujar Siti, Ahad (3/2).



Menurut dia, ada banyak sarang nyamuk yang harus dikenali, terutama di rumah. Kata dia, nyamuk biasanya bersarang di bak kamar mandi dan toilet, tempat penampungan air, air jebakan semut (kaki meja), air pembuangan kulkas, pot bunga, dispenser air minum (wadah limpahan airnya), barang bekas di sekitar rumah, hingga potongan bambu.

Masyarakat diimbau tak mem biarkan air tergenang di tempat-tem pat itu. Kalau ada jentik, berarti kita terancam demam berdarah, ucapnya.

Meskipun kasus DBD cenderung meningkat, Kemenkes menyatakan, status kejadian luar biasa (KLB)
nasional belum diperlukan. Kata dia, status KLB dipertimbangkan dengan melihat luas wilayah administratif yang terdampak.

Dia menegaskan, hal terpenting dalam penanganan DBD bukanlah penetapan status, melainkan upa ya penang gu langan dan pe ngen dalian penya kit tersebut. Kemenkes, kata Siti, telah memberikan surat edaran kepada semua gubernur tentang kesiap siagaan peningkatan kasus DBD, peng gerakan masyarakat melakukan PSN-3M plus, dan mengaktifkan kelompok kerja DBD di setiap kabupaten/kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggratiskan biaya perawatan DBD di semua rumah sakit umum daerah (RSUD). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, DKI sejak lama selalu menanggung biaya perawatan DBD. "Sekarang pun sama. Perawatan dan lain-lain akan didapat secara gratis," kata Anies.

 
"Di RSUD Pasar Minggu ini terbanyak, ada 49 pasien yang dirawat".
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
 



Kemarin, Anies mengecek pelayanan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekaligus menjenguk pasien demam berdarah. Anies menyebut, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per Jumat, kasus DBD di DKI Jakarta berjumlah 876.

"Di RSUD Pasar Minggu ini terbanyak, ada 49 pasien yang dirawat,"ujar Anies. Anies belum menetapkan kasus DBD DKI sebagai KLB meskipun sudah ada 876 penderita DBD. Namun, ia menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus DBD.

Per 28 Januari 2019, kasus DBD di 16 provinsi mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Di Jawa Timur, misalnya, jumlah kasus DBD meningkat dari 1.114 kasus pada 2018 menjadi 2.206 kasus pada awal tahun ini. Wilayah dengan penularan terbanyak lainnya adalah Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Utara.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, NTT, menggiatkan PSN untuk mengatasi KLB DBD. Salah satunya dengan membagikan bubuk abate secara gratis kepada masyarakat.

Kepala Dinkes Kota Kupang Ari Wijana memastikan, ketersediaan bubuk abate mencukupi kebutuhan masyarakat. "Kami menyediakan bubuk abate secara gratis di puskesmas- puskesmas," katanya. Dia menjelaskan, DBD telah menyerang ratusan warga Kota Kupang.

Di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, DBD telah merenggut lima jiwa dari 290 penderita. Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengatakan, jumlah korban meninggal dunia tersebut terhitung sejak serangan penyakit DBD di daerahnya ditetapkan sebagai KLB sejak akhir 2018. "Sampai sekarang kami masih KLB karena penurunan kasus belum stabil," katanya.

Lonjakan kasus DBD juga terjadi di Palembang, Sumatra Selatan. Kepa la Bidang Pencegahan Dan Pengenda lian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Palembang, Fauziah, mengungkapkan, kasus DBD melonjak dua kali lipat dari 63 kasus pada Januari 2018 men jadi 132 kasus pada Januari tahun ini.

Meski terjadi lonjakan kasus, virus DBD belum menimbulkan korban jiwa. Saat ini, kata dia, kasus DBD tersebar di sejumlah kecamatan, yaitu Kecamatan Sukarami 19 kasus, Ilir Barat I 14 kasus, dan Jakabaring serta Alang-alang Lebar sebanyak 10 kasus. "Mayoritas penderita DBD merupakan anak-anak usia sekolah, yakni 5-14 tahun," katanya. (mimi kartika/antara ed:satria kartika yudha)

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat