Anggota Gugus Tugas RW 003 Kelurahan Pondok Labu merapikan tempat tidur yang akan digunakan untuk isolasi mandiri di Gedung Sasana Krida Karang Taruna, Pondok Labu, Jakarta, Senin (18/1). Gedung isolasi ini akan digunakan untuk antisipasi apabila RSD Wism | Prayogi/Republika.
20 Jan 2021, 03:15 WIB

Kritis di Jakarta dan Daerah Penyangga 

Kasus Covid-19 di Indonesia mendekati sejuta kasus.

OLEH FEBRYAN A, FLORI SIDEBANG

"Mohon maaf sekali, kami informasikan ruang untuk pasien Covid-19 masih terisi penuh di RSUD Pasar Minggu." Suara di ujung telepon tersebut terlontar dari Indra, petugas call center RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (19/1). Indra mengatakan, ruang untuk perawatan pasien Covid-19 sudah penuh sejak pekan lalu.

Dila, petugas call center RSUD Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga menyampaikan hal serupa. "Sekarang penuh. Biasanya kalaupun ada yang mau pulang, pasti sudah ada yang booking buat masuk," kata dia. 

Setali tiga uang, ruang perawatan pasien Covid-19 di RS Pluit, Jakarta Utara, juga penuh. "Sekarang masih penuh. Kita belum tahu kapan ruang rawat bakal ada kosong lagi," kata Robert, petugas call center RS Pluit.

Terkait

photo
Petugas medis melakukan pendataan saat mengantarkan pasien ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria fasilitas ruang isolasi di 101 rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta terus menipis hingga 85 persen akibat terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 sepanjang Desember hingga Januari 2021. - (Republika/Thoudy Badai)

Keterangan dari tiga rumah sakit rujukan di Jakarta tersebut menunjukkan bahwa kewalahannya faskes menangani lonjakan kasus di DKI bukan sekadar angka ataupun data belaka. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan, per 17 Januari 2021 hanya tersisa 13 persen tempat tidur di rumah sakit di DKI untuk menampung pasien Covid-19 dari Jakarta maupun luar Jakarta.

Dalam unggahan tersebut, Pemprov DKI menyampaikan, sebanyak 63 persen tempat tidur diisi oleh pasien Covid-19 yang merupakan warga Jakarta. Kemudian, 24 persen lainnya terisi oleh pasien dari luar Jakarta, yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Adapun jumlah tempat tidur isolasi dan ICU yang tersedia di Jakarta sebanyak 8.890 unit.

Jika dibandingkan dengan bed occupancy rate (BOR) provinsi lain, BOR DKI Jakarta yang tertinggi. Adapun BOR di Provinsi Banten sebesar 79 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 78 persen, Jawa Barat 73 persen, dan Jawa Timur 69 persen. "Seluruh warga Jabodetabek harus sama-sama tingkatkan disiplin, ingatkan sesama, saling menjaga, bersama kita putuskan rantai penularan Covid-19," tertulis dalam pernyataan Pemprov DKI Jakarta, Selasa (19/1).

Kapasitas Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk perawatan pasien Covid-19 kini juga sudah mencapai 80 persen. "Karena kita atur (antreannya), dari puskesmas sebenarnya masih numpuk banyak," ungkap Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet, Letkol Laut Muhammad Arifin, Selasa (19/1).

Menurut Arifin, jika alur masuk dan keluar pasien tidak diatur, kapasitas RSD Wisma Atlet tak mencukupi. “Sementara, yang saya monitor dari DKI saja. Kalau dari yang lain, juga ada yang kirim dari Bogor, Gunung Putri. Depok juga mulai sudah mengarah ke sini," kata dia.

Tak seperti sebelumnya, kali ini lebih banyak pasien bergejala yang masuk Wisma Atlet. Keadaan ini belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang pandemi melanda Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah penyangga Ibu Kota untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19. "Sehingga nanti warga di luar Jakarta tidak ke Jakarta, bisa ditampung dengan baik, dilayani, rumah sakit-rumah sakit di sekitar Jakarta," kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Senin (18/1).

Ariza berharap, melalui koordinasi ini nantinya kapasitas rumah sakit yang ada di sekitar Jakarta akan meningkat. "Kecepatan kami sebagai Ibu Kota menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk SDM, itu akan kalah cepat dengan peningkatan penyebaran Covid-19 kalau kita tidak bisa mengerem penyebaran itu," sambungnya lagi. Meski begitu, harapan Wagub DKI kepada daerah penyangga agaknya bakal terkendala.

Di Kabupaten Tangerang, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Achmad Muchlis menuturkan, okupansi tempat tidur di wilayah itu sudah lebih dari 90 persen. "Keterisian ICU 95,65 persen, non-ICU 88,97 persen," kata Muchlis kepada Republika, Selasa (19/1).

Ruang ICU rujukan pasien Covid-19 di Kota Bekasi, baik di RSUD maupun RS swasta, dinyatakan penuh pada Senin (18/1). “ICU isolasi ada 85 tempat tidur, yang kosong (tidak terpakai) nol,” kata Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi dr Rina Oktavia, Senin (18/1) malam.

 
Memang saat ini, baik ICU isolasi RS DKI dan RS Kabupaten Bekasi, dalam keadaan full.
 
 

Terkait hal itu, Dinas Kesehatan Kota Bekasi pun berupaya menambah kapasitas ICU di beberapa RSUD. Di antaranya RSUD Kelas D Jatisampurna serta RSUD Kelas D Bantargebang. Di samping itu, pemkot juga telah mengoperasikan ICU tambahan di RSUD Kelas D Pondokgede. 

Rina tak berharap banyak soal bantuan dari daerah lain untuk menampung pasien. “Memang saat ini, baik ICU isolasi RS DKI dan RS Kabupaten Bekasi, dalam keadaan full,” ujar dia.

Fasilitas isolasi non-ICU di Kota Bekasi juga nyaris penuh. Pada Senin siang, jumlah ruang isolasi non ICU yang masih tersedia hanya 113 tempat tidur. Sebanyak 1.492 kasur telah terisi penuh oleh pasien. 

Di Kabupaten Bekasi, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti, dua fasilitas isolasi terpusat, yakni di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang dan Wisma Ki Hajar Dewantara Jababeka, sudah terisi penuh. Kapasitas fasilitas isolasi di Kabupaten Bekasi ada 105 kasur. 

“Masih ada 25 ruang ICU dari 78 ketersediaan ruang ICU di 49 rumah sakit rujukan Covid-19," kata Enny. Secara total, jumlah fasilitas isolasi di Kabupaten Bekasi berjumlah 823 kasur. Namun, yang saat ini sudah terisi 682 kasur. 

photo
Petugas merapikan tempat tidur untuk pasien Covid-19 berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala), di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/1). Pemerintah Kota Bekasi menambah dua ruang isolasi dengan 50 tempat tidur untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19. - (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)

Di Bogor, penuhnya rumah sakit-rumah sakit dapat sedikit tertolong oleh pendirian RS lapangan Kota Bogor di GOR Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal, yang diresmikan Senin (18/1). Sejauh ini, keterisian rumah sakit di Kota Bogor telah mencapai 85 persen. “Ini ada 56 tempat tidur dan 8 di IGD di sini, jadi total ada 64. Kami berharap itu bisa menurunkan BOR,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Di Depok, penuhnya rumah sakit berakibat fatal. Relawan Bantu Warga Lapor Covid-19, Tri Maharani, menceritakan, ia beberapa waktu lalu mendapatkan permintaan bantuan dari warga yang ayahnya terpapar Covid-19 dan berdomisili di Kota Depok. 

Saat itu, tim Bantu Warga Lapor Covid-19 menindaklanjuti permintaan tersebut dengan mencarikan rumah sakit. Namun, semua ICU rumah sakit di Depok penuh hingga korban pun meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan.

Hampir Sejuta Kasus

Indonesia mencatatkan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 10.365 pada Selasa (19/1). Dengan jumlah itu, kasus positif Covid-19 mencapai 927.380 kasus. Angka kematian akibat Covid-19 juga kembali pecah rekor, Selasa (19/1).

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan ada 308 orang meninggal dunia dengan status positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang Indonesia dilanda pandemi Covid-19 10 bulan terakhir. Total angka kematian akibat Covid-19 pun bertambah menjadi 26.590 orang. 

Dengan jumlah individu yang diperiksa sebanyak 43.471 orang dalam 24 jam terakhir, angka positivity rate hari ini sebesar 23,8 persen. Angka ini menurun dibandingkan capaian hari-hari sebelumnya, seperti pada Senin (18/1) dengan 28 persen dan Ahad (17/1) dengan 32,8 persen. 

Pada penambahan kasus hari ini, DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang menyumbang angka tertinggi, yakni 2.563 orang. Di posisi kedua ada Jawa Barat dengan 1.684 kasus baru. Menyusul kemudian, Jawa Tengah dengan 1.613 kasus, Jawa Timur dengan 972 kasus, dan Sulawesi Selatan dengan 658 kasus baru. 

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyampaikan kenaikan kasus positif per 17 Januari pekan ini merupakan yang tertinggi selama pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Kenaikan kasus pekanan bahkan mencapai sebesar 27,5 persen dibanding pada pekan sebelumnya.

Umumnya, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat kenaikan yang terjadi, berkisar antara 10-15 persen per pekannya. Kenaikan drastis yang terjadi pada pekan ini pun mencatatkan, tren peningkatan kasus positif selama 12 pekan berturut-turut.

Pada pekan lalu, kenaikan kasus positif harian bahkan tercatat mencapai yang tertinggi, yakni lebih dari 14 ribu kasus baru. Wiku pun menegaskan agar kondisi ini menjadi perhatian semua pihak sehingga angka kasus dapat semakin menurun.

Data yang diumumkan pemerintah tersebut juga bisa jadi belum menggambarkan kondisi sebenarnya di Indonesia. Menurut Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Marion Siagian, ada sejumlah faktor yang membuat pelaporan kasus baru positif Covid-19 terhambat.

Pertama, menurut dia, adalah waktu pelaporan data ke pemerintah pusat dibatasi, yakni sampai pukul 14.00 WIB, sementara ada 49 variabel untuk setiap pasien yang mesti diinput. "Terbatasnya SDM dengan variabel yang harus diinput relatif banyak, maka sering kali tidak seluruh data dapat terlaporkan pada waktu yang ditentukan," ujar Marion, Selasa (19/1).

Hal lain yang juga menjadi kendala dalam pelaporan adalah data spesimen telah diinput, tapi data hasil pemeriksaan belum diinput oleh laboratorium jejaring pengetesan.  Selain itu, menurut Marion, pihak-pihak yang melaporkan data Covid-19 ke pemerintah pusat, yakni puskesmas, rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan laboratorium, harus menginput data ke dalam berbagai aplikasi. 

Marion mengatakan, untuk mengatasi masalah pelaporan Covid-19, kesepahaman dan komitmen berbagai pihak harus diperkuat. Tujuannya agar semua pihak memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan satu data Covid-19.

Sumber : Uji Sukma Medianti/Shabrina Zakaria/Eva Riant


×