Aliran Kanal Banjir Timur (KBT) yang permukaannya dipenuhi limbah busa di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (29/6/2020). | ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
18 Jan 2021, 10:43 WIB

Proyek Penanggulangan Banjir di Jaktim Telan Rp 25 Miliar

Proyek penanggulangan banjir di jaktim hampir selesai dilaksanakan.

JAKARTA -- Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur (Sudin SDA Jaktim) telah menyelesaikan proyek penanggulangan banjir di 11 lokasi. Proyek itu didanai APBD 2020 dengan nilai kontrak Rp 25 miliar. "Proses pekerjaan dari 11 lokasi di tahun 2020 ini rampung sekitar 98,98 persen," kata Kasi Pembangunan Sudin SDA Jaktim, Tengku Saugi Zikri di Jakarta, Sabtu (16/1).

Saugi mengatakan, pekerjaan saluran air dan sodetan yang belum tuntas pada 2020 berlokasi di Jalan Pinang Ranti Raya, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, sepanjang 983 meter. Kendala yang dihadapi pekerja adalah di lokasi proyek sepanjang 124 meter tersebut terdapat jaringan utilitas, seperti pipa air bersih milik PDAM, kabel fiber optik, kabel Telkom, dan sebagainya yang harus dipindahkan.

"Lokasinya terpotong karena banyaknya jaringan utilitas. Sehingga, pembuatan saluran air hanya mencapai 883 meter di lokasi tersebut," kata Saugi. Dia melanjutkan, di lokasi tersebut, terbantu dengan saluran drainase tetap (eksisting) yang telah dikuras agar kapasitas rampung bisa optimal.

Sedangkan, pekerjaan yang sepenuhnya rampung, di antaranya pembuatan dua sodetan air di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Jatinegara, tepatnya di depan kantor Unit Pengelola Penyelidikan, Pengujian dan Pengukuran Dinas SDA DKI sepanjang 46 meter dan di depan kampus IBN hingga Cimory Penas sepanjang 71 meter.

Terkait

"Masing-masing sodetan itu dibuat dengan menggunakan box culvert berukuran 1,5 x 1,15 meter," kata Saugi.

Kemudian, saluran air sepanjang 632 meter di Jalan Nusa Indah I, Malaka Jaya, Duren Sawit. Saluran air sepanjang 460 meter di Jalan Raya Tengah, Kelurahan Tengah, Kramat Jati. Selanjutnya, saluran air di sisi barat Jalan Raya Penggilingan tepatnya dari Jalan Penggilingan Elok hingga Kali Cakung sepanjang 895,20 meter.

"Kita juga sudah menuntaskan saluran air sepanjang 290 meter di Jalan Cipinang Cempkedak III, Cipinang Cempedak, saluran air sepanjang 281 meter di Jalan Mayjen Soetoyo, Cawang," kata Saugi.

Tidak hanya itu, kata dia, saluran air sepanjang 496 meter di Jalan Laut Sulawesi, Kecamatan Duren Sawit dan saluran air sepanjang 335 meter di Jalan Malaka Country, Kelurahan Pondok Kopi juga dibangun. Selain itu, saluran air sepanjang 2.376 meter di Jalan Tengki, Kecamatan Cipayung dan saluran air sepanjang 461 meter di Jalan Pertengahan, Kelurahan Cijantung juga selesai diperbaiki.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by INFO_JAKARTATIMUR (info_jakartatimur)

Antisipasi banjir

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Jawa Barat, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana banjir dan tanah longsor di musim hujan "Sekecil apa pun potensi yang ada, warga diminta segera melapor, guna meminimalisasi jatuhnya korban jiwa," ujar Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Dadan Rustandi, akhir pekan lalu.

Menurut Dadan, laporan bisa disampaikan dengan menelepon ke nomor 082311835135 atau Whatsapp di 082124340788. Selain itu, warga juga bisa mendatangi kantor Dinas PUPR Kota Depok di Jalan Raya Bogor KM 34,5, ataupun melalui melapor di akun Twitter, @DinasPUPR. "Kami meminta masyarakat untuk melapor jika ada potensi longsor ataupun banjir di wilayahnya masing-masing," terangnya.

Dadan menuturkan, imbauan ini merupakan langkah antisipasi agar bencana, khususnya banjir bisa langsung ditangani. Dia juga meminta masyarakat agar menjaga lingkungan karena faktor terbesar yang menyumbat saluran air adalah sampah. "Ini yang sampai saat ini terus kita dorong agar masyarakat bisa meningkatkan kesadaran untuk tidak buang sampah sembarangan," jelas Dadan.

Sumber : antara


×