Pagar sementara setinggi tiga meter didirikan sebagai langkah pengemanan gedung Capitol setempat sehubungan potensi kerawanan sipil di Sacramento, Kalifornia, Kamis (14/1). | AP/Rich Pedroncelli
18 Jan 2021, 03:15 WIB

Amerika Siaga Satu Jelang Pelantikan Biden

Semua negara bagian Amerika mewaspadai aksi protes jelang pelantikan Biden.

WASHINGTON -- Semua 50 negara bagian Amerika Serikat dan District of Columbia (DC) waspada terhadap kemungkinan protes kekerasan pada akhir pekan, menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden pada Rabu (20/1). Pasukan Garda Nasional pun telah dikirim ke Washington DC untuk mencegah terulangnya kerusuhan mematikan minggu lalu.

FBI juga telah memperingatkan kemungkinan pawai bersenjata oleh pendukung pro-Trump di semua 50 gedung DPR negara bagian, dilansir BBC, Ahad (17/1). Di Washington DC, Polisi Capitol menangkap seorang pria bersenjata di pos pemeriksaan keamanan.

Polisi kemudian mengonfirmasi pada Sabtu (16/1) bahwa seorang pria asal Virginia telah ditangkap sehari sebelumnya dengan dua pistol dan 509 butir amunisi. Pria itu ditangkap ketika ia mencoba mengakses area terlarang di dekat Capitol dengan truk pick-up.

Polisi pun mendakwa Wesley Allen Beeler membawa pistol tanpa lisensi. Dokumen pengadilan yang dilihat kantor berita Associated Press, Ahad (17/1) menyebutkan, Beeler mendekati pos pemeriksaan. Tetapi, tidak memiliki surat izin untuk berada di sekitar Gedung Kongres yang menjadi lokasi pelantikan Joe Biden pada 20 Januari mendatang.

Terkait

photo
Pasukan Garda Nasional berjaga-jaga di sekitar Gedung Capitol AS di Washington, DC, Kamis (14/1). Sedikitnya 20 ribu pasukan disiagakan guna menganrisipsi potensi kekerasan menjelang pelantikan presiden AS terpilih Joe Biden pekan ini.  - (EPA-EFE/JUSTIN LANE)

Seorang petugas melihat 'stiker yang berkaitan dengan senjata api' di mobil Beeler. Polisi bertanya pada pria tersebut apakah memiliki senjata api di dalam mobil. Dokumen pengadilan menyebutkan Beeler memberitahu polisi ia memiliki pistol di bawah sandaran tangan mobilnya. Polisi seketika menahannya di lokasi kejadian.

Polisi kemudian menggeledah mobil Beeler lalu menemukan pistol 9 mili meter bersama sekitar lebih dari 500 amunisi. Pihak berwenang mengatakan, Beeler tidak memiliki izin untuk membawa senjata api di Washington.

Menanggapi di Twitter, Perwakilan Don Beyer dari Virginia mengatakan bahwa ada bahaya yang nyata dan mendesak masyarakat untuk menghindari area Capitol. "Kami gelisah dan peningkatan kehadiran keamanan dan penutupan jalan atau jembatan bukanlah yang diinginkan siapa pun untuk pekan ini, tetapi bahayanya nyata. Siapa pun yang dapat menghindari area di sekitar Capitol dan Mall pekan ini harus melakukannya. Terima kasih saya untuk semua yang bekerja untuk melindungi publik," kata Beyer.

photo
Bendera AS terlihat dari kaca pecah di Union Station tak jauh dari Gedung Capitol AS, di Washingron, DC, Kamis (14/1). - (EPA-EFE/JUSTIN LANE)

Penangkapan Beeler dilakukan ketika pihak berwenang meningkatkan keamanan di Washington. Di mana banyak jalan yang beberapa mil dari Capitol, telah diblokir dengan penghalang beton dan pagar logam.

National Mall, yang biasanya dipadati ribuan orang untuk peresmian, kini telah ditutup atas permintaan Secret Service, badan yang bertugas melindungi presiden.

Tim Biden juga meminta warga Amerika untuk menghindari perjalanan ke ibu kota negara untuk pelantikan karena pandemi Covid-19. Pejabat lokal mengatakan orang harus menonton inagurasi kali ini dari jarak jauh.

Kebijakan di hari pertama

Di hari pertamanya, Biden berencana segera menerapkan banyak kebijakan baru. Terutama pada isu perumahan, utang mahasiswa, perubahan iklim, dan imigrasi.

photo
Pasukan Garda Nasional berjaga-jaga di sekitar Gedung Capitol AS di Washington, DC, Kamis (14/1). - (EPA-EFE/SAMUEL CORUM)

Pada Ahad (17/1) kepala staf presiden Joe Biden, Ron Klain, menyebarkan memo pada wartawan. Dalam memo tersebut ia mengatakan Biden akan menerapkan lusinan perintah eksekutif di hari pelantikannya, Rabu (20/1).

Selama kampanye, Biden berjanji untuk mengubah kebijakan-kebijakan Donald Trump. Janji-janji tersebut sudah Biden sampaikan sebelum pandemi Covid-19 menghantam AS.

Sejumlah kebijakan yang diterapkan antara lain mencabut kembali larangan terbang dari sejumlah negara mayoritas Muslim dan memperpanjang penangguhan pembayaran utang mahasiswa. Biden juga akan menghentikan penggusuran dan pengusiran serta mewajibkan masker di properti pemerintah federal dan bagi orang yang melakukan perjalanan lintas antar negara bagian.

Sebagian besar kebijakan tersebut mengubah kebijakan Trump dan tidak memerlukan persetujuan Kongres. Akan tetapi Biden juga mengungkapkan kebijakan imigrasi yang akan membuka jalan bagi jutaan warga imigran ilegal meraih kewarganegaraan Amerika. Kebijakan tersebut membutuhkan persetujuan Kongres.

photo
Warga melintasi pagar sementara setinggi tiga meter didirikan sebagai langkah pengemanan gedung Capitol setempat sehubungan potensi kerawanan sipil di Sacramento, Kalifornia, Kamis (14/1). - (AP/Rich Pedroncelli)

Kebijakan imigrasi itu memicu perdebatan keras di Kongres yang kini dikuasai Partai Demokrat. Kebijakan anggaran vaksinasi dan stimulus ekonomi Covid-19 senilai 1,9 triliun dolar AS juga menimbulkan perdebatan di Kongres.

Dalam memonya, Klain mengatakan langkah 'Hari Pertama' Biden yang lain akan diterapkan sembilan hari usai pelantikan. Langkah tersebut antara lain memperluas tes Covid-19 dan mendorong pemerintah untuk membeli produk-produk Amerika.

"Presiden terpilih Biden mengambil alih kepemimpinan di masa yang paling krisis bagi bangsa kami. Selama kampanye, Presiden terpilih Biden berjanji untuk segera mengambil tindakan untuk mengatasi krisis-krisis ini dan menjadi lebih baik lagi," kata Klain.


×