Ilustrasi jalan rusak. | ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
16 Jan 2021, 11:29 WIB

Pemkot Tangerang Fokus Perbaiki Empat Ruas Jalan

Pihak PUPR tengah melakukan perbaikan sementara.

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tangerang memfokuskan penanganan empat ruas jalan kota yang rusak pada semester pertama tahun 2021. Keempat jalan tersebut adalah Jalan Ir Juanda, Jalan Lio Baru, Jalan Pembangunan 3, dan Jalan Marsekal Suryadharma dengan panjang 3,2 kilometer.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Tangerang Shandy Sulaiman memastikan perbaikan keempat ruas jalan yang rusak tersebut. Saat ini, dia menyebut pihak PUPR tengah melakukan perbaikan sementara. Pada Februari 2021, proses lelang akan segera dimulai.

“Maret keluar pemenangnya (lelang), insya Allah langsung dikerjakan. Targetnya, Juni mendatang perbaikan jalan yang menjadi ranah PUPR selesai,” ujar Shandy, Jumat (15/1).

Shandy menerangkan, ruas jalan kota yang rusak tersebut sebagian akibat dari adanya pembangunan proyek strategis nasional yang memanfaatkan jalan kota untuk mobilitas kendaraan berat. “Tak bisa dimungkiri, mobilitas alat berat melewati ruas-ruas jalan Kota Tangerang setiap harinya masih berlangsung hingga saat ini,” kata dia.

Terkait

Diketahui, ada 16 ruas jalan kota yang terdampak proyek strategis nasional dengan panjang 59,8 km, sebanyak 20,7 km di antaranya mengalami rusak parah dan ringan, seperti pembangunan rel KA bandara, pembangunan JORR 2, perluasan runway 3, dan east cross bandara.

Shandy menjelaskan, proses perbaikannya dibagi menjadi tiga bagian. Di antaranya, PUPR menggunakan APBD 2021 untuk menangani empat ruas jalan dengan total 3,203 km, yaitu Jalan Ir Juanda, Jalan Lio Baru, jalan Pembangunan 3, dan Jalan Marsekal Suryadharma. Sementara itu, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) selaku penanggung jawab proyek, menangani 11,957 km ruas jalan rusak.

“Hingga saat ini, JKC baru mengerjakan 2 km dan tersisa 9,8 km yang masih dalam tanggung jawabnya. Sedangkan, untuk sisanya yaitu 7,7 km, Pemkot Tangerang sudah berkirim surat kepada Menteri PUPR dan Kantor Sekretariat Presiden untuk mengajukan permohonan rehabilitasi ruas jalan kota pasca-konstruksi proyek strategis nasional,” ujar dia.

Shandy menambahkan, pihaknya menurunkan sebanyak 100 petugas untuk melakukan operasional dan pemeliharaan jalan rusak yang sifatnya penanganan sementara. Masih disebut penanganan sementara karena sambil menunggu proses lelang yang menurut penuturannya wajib dilalui.

“Terpenting, dengan perbaikan sementara ini, dapat mengurangi risiko jalan rusak dan tentunya beri kenyamanan saat berkendara,” ujarnya.

 
Terpenting, dengan perbaikan sementara ini, dapat mengurangi risiko jalan rusak dan tentunya beri kenyamanan saat berkendara.
 
 

Meminimalkan kerugian

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana banjir dan tanah longsor di musim hujan. Kepala Dinas PUPR Kota Depok Dadan Rustandi mengatakan, sekecil apa pun potensi yang ada, warga diminta segera melapor untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa.

Imbauan itu merupakan langkah antisipasi agar bencana longsor atau banjir bisa langsung ditangani hingga tidak menimbulkan kerugian. Dia juga meminta masyarakat untuk menjaga lingkungan karena faktor terbesar yang menyumbat saluran air adalah sampah.

“Sumbangan paling besar yang menyumbat kali adalah sampah yang sengaja dibuang di saluran air. Ini yang sampai saat ini terus kita dorong agar masyarakat bisa meningkatkan kesadaran untuk tidak buang sampah sembarangan," kata Dadan.

Lanjut Dadan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuat bangunan di sekitar garis sempadan sungai (GSS). Ia mengatakan, hal itu bisa membuat turap yang telah dibangun Pemerintah Kota Depok ambrol. "Selain merugikan, jika terjadi longsor, warga yang melanggar GSS tidak akan dapat ganti rugi karena bangunan sudah menyalahi aturan," ujar dia.

Sumber : Eva Rianti


×