Syekh Ali Jaber (kanan) berbincang dengan Muhammad Al Gifari (kiri), seorang pemulung pembaca Alquran di sela acara Milad Yayasan Nuurun Nisaa di Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/10). Syekh Ali Jaber menjanjikan hadiah umrah bagi Al Ghifari d | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
15 Jan 2021, 03:10 WIB

Syekh Jaber, Dai Santun dari Madinah Itu Berpulang

Dai santun Syekh Ali Jaber bercita mencetak sejuta penghafal Alquran di Indonesia.

OLEH FAUZIAH MURSID, ALKHALEDI KURNIALAM 

Umat Islam Indonesia dikejutkan dengan kabar duka pada Kamis (14/1) pagi. Dai kondang Syekh Ali Jaber yang terkenal santun dalam menyampaikan dakwahnya berpulang ke rahmatullah.

"Saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Syekh Ali Jaber, seorang ulama karismatik yang dakwahnya sejuk dan menenangkan," kata Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dalam siaran pers, Kamis (14/1). Syekh Ali Jaber, kata KH Ma'ruf, jangkauan dakwahnya sangat luas dan selalu memotivasi umat untuk terus bersatu dalam ketakwaan kepada Allah SWT.

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah pada 3 Februari 1976 dengan nama Ali Saleh Mohammed Ali Jaber. Sejak kecil, dia sudah menekuni membaca Alquran. Keluarganya terkenal religius. Sebagai anak pertama, Syekh Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

Terkait

Ketika berkunjung untuk menapaktilas jejak keluarganya, Syeh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia. Ia kerasan dan kemudian menikah dengan Umi Nadia pada 2008, lalu tinggal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka dikaruniai seorang anak bernama Hasan. Ia mengantongi kewarganegaraan Indonesia tahun lalu.

Syek Ali Jaber pernah menjadi juri pada “Hafiz Indonesia” dan menjadi dai di berbagai stasiun televisi nasional. Kehadiran Syekh Ali Jaber disambut baik oleh warga Indonesia karena dakwahnya yang menyejukkan.

Syekh Ali Jaber dalam dakwahnya mengemukakan pentingnya umat Islam membaca, menghafalkan, dan mengamalkan Alquran. Ia menginisiasi gerakan Alquran braile bagi para difabel netra sejak dua tahun lalu.

Dia juga memiliki pesantren, yakni Yayasan Syekh Ali Jaber yang terletak di Jalan Raya Jatinegara Barat, Nomor 169, Jakarta Timur. Sebelum mengembuskan napas terakhir, dia juga kerap memberikan dakwah di media sosial.

Syekh Ali Jaber diumumkan terjangkit Covid-19 pada 29 Desember 2020 lalu. Ia kemudian dirawat di RS Yarsi Jakarta. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Syekh Ali Jaber sempat dilaporkan kondisinya membaik.

"Dokter mengabarkan apa adanya bahwa tidak ada keterangan dokter yang menyatakan kondisi kritis. Sedari awal dilakukan tindakan medis pun dalam kondisi yang terkontrol dan terukur," tutur Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman al-Habsyi, Selasa (5/1).

Namun, pada Kamis (14/1), Abdurrahman mengabarkan kepulangan Syekh Ali Jaber. "Inalillahi wa innailaihirojiun ulama asal Madinah Syekh Ali Jaber meninggal dunia," kata Habib Abdurrahman kepada Republika, Kamis. Meski begitu, menurut Ustaz Yusuf Mansur, yang bersangkutan sudah dinyatakan negatif Covid-19 saat meninggal.

Adik kandung Syekh Ali Jaber, Muhammad Jabeer, mengatakan, kakaknya akan dimakamkan di tempat awal dai ini berdakwah di Indonesia, yakni Pesantren Darul Quran, Banten. Ia menuturkan, Syekh Ali Jaber pernah bercita-cita agar menutup perjalanan dakwahnya di tempat awal dakwahnya di Indonesia.

photo
Sejumlah kerabat dan keluarga membawa keranda jenazah Syekh Ali Jaber di Pondok Pesantren Darul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/1) - (Republika/Putra M. Akbar)

Karena cita-cita ini, Ustaz Yusuf Mansur sebagai pemilik pesantren telah menyediakan tempat untuk makam Syekh Ali. Dengan begitu, dipastikan cita-cita Syekh Ali Jaber bisa terwujud.

"Pernah dia bicara karena kita mulai (dakwah) di Indonesia sebenarnya dari Darul Quran, Daqu, dia harap hayat di sana, meninggal di sana. Alhamdulillah, Ustaz Yusuf Mansur menyediakan tempat kuburan, pemakaman beliau," kata Muhammad dalam konferensi pers di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).

Menurut Muhammad, Pesantren Darul Quran memiliki santri yang sering mengaji dan menghafal Alquran yang akan menjadi keberkahan bagi Syekh Ali Jaber. "Apalagi, tempatnya sering ada yang membaca Alquran, mengaji, insya Allah menjadi berkah," ujarnya.

Pemakaman Syekh Ali Jaber kemarin dilakukan secara terbatas dengan protokol Covid-19 ketat. Seusai prosesi pemakaman Syekh Ali Jaber dilaksanakan, sejumlah kerabat memberikan pernyataan serta doa.

Dalam salah satu kesaksian keluarga Syekh Ali Jaber, almarhum merupakan sosok yang mencintai dan membela Alquran. "Kami bersaksi, Syekh Ali Jaber membela Alquran," kata Pendiri Yayasan Fath Qur'ani Center, Amir Faishol Fath, dalam live streaming prosesi pemakaman Syekh Ali Jaber, Kamis (14/1). 

Selanjutnya, pembacaan doa juga terus dihaturkan disambut dengan sambung-menyambung diaminkan para hadirin yang datang. 

photo
Ustaz Yusuf Mansur mengimami shalat jenazah Syekh Ali Jaber di Pondok Pesantren Darul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/1). Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

"Ini ustaz kami, inna Syekh Ali Jaber min ahli khair. Kami datang ke sini bersaksi, ini guru kami, teman kami, keluarga kami, yang membela Alquran. Kumpulkan kami di surga-Mu karena Alquran, mencintai-Mu, mencintai Alquran," ujarnya. 

Muhammad Jabeer mengisahkan kakaknya selama dua tahun terakhir mendapat ujian yang cukup besar dalam kehidupannya. Berbagai ujian, seperti penusukan di Lampung beberapa waktu lalu hingga terpapar Covid-19, telah dialaminya.

Muhammad menjelaskan, ujian-ujian tersebut merupakan bentuk cinta Allah SWT kepada kakaknya. Karena, menurutnya, Allah akan memberikan ujian bagi hamba yang dicintai-Nya. "Menurut saya, Allah ketika mencintai seorang hamba, sebagaimana hadis Rasulullah, jika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan berikan ujian, cobaan," kata dia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengatakan, almarhum merupakan sosok pendakwah yang moderat dan mampu merangkul semua kelompok. "Almarhum merupakan sosok yang tidak pernah mengeluarkan pernyataan atau ungkapan yang bersifat kontroversial," ujar Haedar.

photo
Sejumlah kerabat dan keluarga berdoa di kuburan Syekh Ali Jaber di Pondok Pesantren Darul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/1) - (Republika/Putra M. Akbar)

Haedar berpendapat, keulamaan sosok Syekh Ali Jaber bukan hanya pada ilmunya, melainkan lisan dan tindakannya yang dapat menjadi suri teladan umat. Syekh Jaber juga banyak berperan dalam melahirkan generasi penghafal Alquran.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zainy menambahkan, Syekh Ali Jaber merupakan salah satu ulama yang gigih memperjuangkan nilai-nilai keislaman yang moderat sehingga dakwahnya bisa menyejukkan kehidupan umat Islam Indonesia. “Saya mengajak kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga NU, untuk meneladani kegigihan dan sikap-sikap arif yang dilakukan oleh beliau semasa hidup,” katanya.

Hal serupa disampaikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Mendengarkan ceramahnya, hati saya tenteram dan bersyukur karena itulah ajaran Islam yang sejati," ujar SBY.

Dia juga memiliki kenangan manis dengan Syekh Ali Jaber yang pernah menjenguk almarhumah istrinya, yaitu Ani Yudhoyono, kala dirawat di rumah sakit Singapura. “Saat itu, saya dengarkan tausiyah yang sejuk agar saya tetap kuat, tabah, dan sabar dalam menerima cobaan dan ujian Allah SWT. Selamat jalan sahabatku," kata SBY.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ikut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Jaber. Menag mengatakan, wafatnya ulama menjadi kehilangan besar bagi Indonesia. “Mereka adalah panutan umat, tempat masyarakat belajar agama,” ujar Menag Yaqut.

Mimpi Sejuta Hafiz 

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, merasa kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu umat yang ada pada sosok Syekh Ali Jaber. Dia mengingat pesan ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi, itu soal niatnya mencetak sejuta penghafal Alquran alias hafiz.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu umat. Ulama besar Syekh Ali Jaber wafat hari ini," kata Mahfud, Kamis (14/1).

Dia menerangkan, beberapa hari sebelum diberitakan terinfeksi Covid-19, almarhum Syekh Ali Jaber datang ke rumahnya. Kala itu, Syekh Ali Jaber menghadiahinya tasbih, kurma pilihan, buku doa, dan parfum khas aroma Ka’bah.

Syekh Ali Jaber juga menyampaikan niatnya mencetak sejuta penghafal Alquran. "'Guru, saya mau mencetak sejuta penghafal Quran. Tanah dan modal untuk gedung sudah mulai terkumpul,' katanya," tutur Mahfud.

Mahfud menganggap Syekh Ali Jaber sebagai sahabat baik. Dia juga mengatakan, Syekh Ali Jaber merupakan penyambung aspirasi antara umat dan pemerintah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berjanji melanjutkan perjuangan Syekh Ali Jaber untuk melahirkan para hafiz Alquran di Jabar. Di Jabar, menurut Kang Emil, Syekh Ali Jabar menginspirasi Pemprov Jabar melahirkan program Satu Desa Satu Hafidz Alquran.

"Insya Allah akan kami teruskan di Jawa Barat, salah satunya inspirasi beliau adalah program Satu Desa Satu Hafidz Alquran, dan sekarang sudah lebih dari 2.000 desa di Jabar punya penghafal Alquran berdasarkan inspirasi beliau," ujarnya. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengenang Syekh Ali Jaber sebagai ulama kharismatik, dermawan, dan sangat peduli terhadap penyandang disabilitas. "Saat saya menjadi menteri sosial, almarhum beberapa kali datang ke Salemba (gedung Kemensos) untuk berdiskusi tentang penyandang disabilitas, khususnya akses Alquran digital bagi penyandang disabilitas netra," ujarnya. 

Menurut Khofifah, almarhum tidak henti-hentinya berikhtiar mengajak masyarakat untuk berinfak guna menyiapkan Alquran digital bagi difabel netra. "Sampai sebelum pandemi Covid-19, beliau juga keliling Jawa Timur, memberikan pencerahan dan pencerdasan yang selalu membawa kesejukan," ujar Khofifah.

Ketua MUI Bidang Dakwah, KH Cholil Nafis, mengenang sosok Syekh Ali Jaber merupakan sosok yang rendah hati. Menurut dia, hal tersebut juga tecermin dalam perbedaan pendapat mengenai ibadah kurban yang sempat disoal. "Syekh Ali Jaber dengan rendah hati datang ke MUI. Beliau menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada umat Islam dan ulama-ulama Indonesia," ujar dia.

Selain sikap rendah hati itu, Syekh Ali Jaber juga tidak bisa diragukan lagi kecintaannya kepada Indonesia. “Cintanya kepada NKRI sepenuh hati. Almarhum menjadikan Islam sebagai keyakinan, yang mendorongnya mencintai Indonesia," ujarnya. 


×