Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan di DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2). | Republika/Putra M. Akbar
11 Jan 2021, 03:00 WIB

Megawati: Visi dan Misi Indonesia Hanya Satu

Presiden Joko Widodo mengajak kader PDIP ikut ambil bagian dalam memajukan bangsa menuju usia 100 tahun RI.

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan, visi dan misi Indonesia seharusnya hanya ada satu. Megawati mengkritik banyaknya visi misi yang ditawarkan oleh calon kepala daerah dalam pilkada.

“Semoga menjadi perenungan bersama. Sesungguhnya visi dan misi NKRI hanya ada satu, yang terpatri dalam pembukaan UUD 1945,” kata Megawati dalam perayaan HUT ke-48 PDIP yang digelar secara daring, Ahad (10/1).

Perayaan HUT PDIP dilakukan secara tatap muka dan virtual. Megawati dan Presiden Joko Widodo memberikan sambutan melalui sambungan video conference yang juga diikuti Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju.

Sedangkan para kader hadir di beberapa lokasi seperti di DKI Jakarta, kota Bogor, kabupaten Bogor, dan kota Depok untuk mengikuti gerakan penghijauan dan membersihkan sungai yang dipusatkan di Sungai Ciliwung. Hal ini terkait dengan tema HUT ke-48 PDIP, yakni ‘Indonesia Berkepribadian dalam Kebudayaan’.

Terkait

Menurutnya, selama pelaksanaan Pilkada 2020, banyak calon kepala daerah yang memiliki visi dan misinya sendiri, yang terkadang berbeda-beda. Namun setelah pelaksanaannya, menurut dia, Indonesia haruslah memiliki satu tujuan yang sama. Sebab, kata dia, momen elektoral selanjutnya akan dilakukan pada tiga tahun mendatang atau 2024.

“Saat pemilihan umum serentak dilakukan dengan pemilihan kepala daerah, saat itu juga setiap calon akan menyampaikan visi dan misinya. Bayangkan ada berapa visi misi yang akan disuarakan di 2024,” ujar Megawati.

Menurutnya, perbedaan visi dan misi itu tak perlu terjadi di antara para pemimpin bangsa. Sebab, Indonesia saat ini memiliki Pancasila yang dapat menuntun bangsa ini ke arah yang lebih baik ke depannya.

“Pancasila adalah jalan kebudayaan dan sekaligus kepribadian bangsa Indonesia. Kondisi sulit bukan menjadi alasan untuk kehilangan kepribadian bangsa yang dikenal dengan semboyan sepi ing pamrih, rame ing gawe,” ujar Presiden ke-5 RI itu.

Cita-cita bangsa, kata Megawati, tak boleh terhalang oleh keinginan individual tertentu saja. Karena hal itu dapat mengikis semangat demokrasi dan gotong royong yang ada dalam Pancasila.

photo
Sejumlah anak bersiap menerbangkan layang-layang bergambar wajah Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat perlombaan di Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/8). - (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)

“Ini adalah momentum yang tepat bagi kita semua untuk ada dalam satu semangat, semangat gotong royong Pancasila. Tunjukkan dan hidupkan toleransi dan solidaritas di jiwa segenap bangsa,” ujar Megawati.

Dalam acara yang sama, Presiden Joko Widodo mengajak kader PDIP ikut ambil bagian dalam memajukan bangsa menuju usia 100 tahun RI. “Saatnya kita mencanangkan target bahwa 25 tahun lagi pada usia seabad Republik Indonesia, kita mencapai kemajuan besar menjadikan Indonesia negara yang maju, adil dan makmur,” kata Presiden.

Presiden Jokowi mengajak semua bahwa momentum krisis saat ini harus dijadikan pijakan untuk melakukan lompatan-lompatan. Semua itu biasa dicapai, kata Jokowi, jika mempunyai fondasi kebangsaan yang kokoh.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini pun mengajak kader PDIP bergotong royong bersama rakyat Indonesia untuk memperkuat persatuan Indonesia, membumikan Pancasila demi menuju Indonesia adil dan makmur bagi seluruh rakyatnya.

“Sebagai bangsa besar yang teruji sejarah, bangsa besar yang berkepribadian kuat, saya meyakini Indonesia mampu mengejar ketertinggalan kita, Indonesia mampu berdikari di atas fondasi kebangsaan dan ideologi Pancasila yang kita cita-citakan,” ujar Presiden.


×