Perawat menyiapkan vaksin Pfizer-BioNTech di Turi, Italia, Rabu (30/12). | EPA-EFE/ALESSANDRO DI MARCO

Internasional

Program Vaksinasi Makin Agresif Digelar

Sejumlah negara mulai melakukan vaksinasi bagi warganya.

MOSKOW -- Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko mengungkapkan, lebih dari 800 ribu orang di Rusia telah diinokulasi untuk melawan virus korona, Sabtu (2/1). Saat ini, lebih dari 1,5 juta dosis vaksin telah dikirim.

Dikutip dari kantor berita pemerintah TASS, Murashko, menyatakan mulai 1 Januari orang-orang yang diinokulasi di Rusia akan mendapatkan sertifikat vaksinasi elektronik. Kementerian Kesehatan pun menyimpan basis data orang Rusia yang telah divaksinasi.

Vaksin Sputnik V yang sudah mulai dipasok Rusia ke negara lain, diberikan dalam dua dosis dengan menggunakan komponen berbeda dalam selang waktu 21 hari. Rusia yang mulai meluncurkan vaksin Sputnik V pada awal Desember 2020 telah memiliki jumlah kasus Covid-19 keempat tertinggi di dunia.

Dengan kondisi ini, pemerintah berharap besar pada beberapa vaksin yang rencananya akan diproduksi. Pada Sabtu (2/1), Rusia melaporkan 26.301 kasus virus korona baru dalam 24 jam terakhir, menjadikan total kasus menjadi 3.212.637.

Pihak berwenang pun mengungkapkan, sebanyak 447 orang telah tewas dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah kematian resmi akibat virus korona menjadi 58.002.

Langkah menggelar vaksinasi massal juga telah dilakukan Israel kepada lebih dari satu juta orang. Jumlah tersebut merupakan tingkat tertinggi di dunia, seiring dengan peningkatan upaya imunisasi global.

Israel memiliki tingkat dosis vaksinasi 11,55 per 100 orang, diikuti oleh Bahrain pada 3,49, dan Inggris pada 1,47, menurut situs pelacakan global yang berafiliasi dengan Universitas Oxford. Sebagai perbandingan, Prancis baru memvaksinasi 138 orang secara total hingga 30 Desember.

Angka komparatif tentang vaksinasi dikumpulkan oleh Our World in Data, yang merupakan kolaborasi antara Universitas Oxford dan badan amal pendidikan, dilansir di BBC, Ahad (3/1).

photo
PM Israel Benjamin Netanyahu (kanan) menyambut paket 100 ribu dosis vaksin Pfizer di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel, 9 Desember 2020. - (EPA-EFE/ABIR SULTAN)

Mereka mengukur jumlah orang yang telah menerima dosis pertama vaksin virus korona. Sebagian besar vaksin yang disetujui untuk digunakan sejauh ini bergantung pada dua dosis, yang diberikan dengan jarak lebih dari seminggu.

Israel memulai vaksinasi pada 19 Desember lalu, dan memberikan suntikan kepada sekitar 150 ribu orang setiap hari. Dengan prioritas diberikan kepada mereka yang berusia di atas 60-an, petugas kesehatan, dan orang-orang yang secara klinis rentan. Mereka mengamankan pasokan vaksin Pfizer-BioNTech setelah negosiasi intensif dilakukan sejak awal pandemi.

Israel menghubungi orang-orang dengan akses prioritas ke vaksin melalui sistem perawatan kesehatannya. "Israel telah membagi dengan aman pengiriman vaksin Pfizer, yang harus disimpan pada suhu -70 celsius," ujar Menteri Kesehatan Israel, Yuli Edelstein. Ini berarti sejumlah kecil vaksin dapat dikirim ke komunitas terpencil.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun memperkirakan Israel akan dapat keluar dari pandemi paling cepat Februari. Hingga Ahad (3/1), lebih dari 1,8 juta orang kini telah meninggal karena virus korona di seluruh dunia.

Terdeteksi di Turki

Pemerintah Turki mengumumkan munculnya kasus pertama varian virus korona Inggris baru-baru ini. Pemerintah Turki menekankan, semua tindakan pencegahan telah diambil guna mengindari penularan Covid-19 jenis baru tersebut.

"Dalam penyelidikan yang dilakukan, mutasi yang berasal dari Inggris, terdeteksi pada 15 orang yang masuk ke Turki," kata Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, dilansir dari Anadolu Agency, Ahad (3/1).

Koca menyampaikan, pintu masuk dari Inggris ke Turki untuk sementara ditangguhkan karena Covid-19 jenis baru ini. Menurutnya, orang-orang yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi juga telah dikarantina.

Inggris telah melaporkan varian baru virus korona yang menurut para pejabat pemerintahannya sangat menular. Walau demikian, sejauh ini tidak ada bukti yang mengungkapkan varian baru ini mampu menyebabkan penyakit yang lebih parah. Hingga Ahad (3/1), Turki mencatatkan 2.232.035 kasus infeksi Covid-19 dengan total kematian mencapai 21.295 orang. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat