Penandatanganan Akta Penggabungan Merger 3 Bank Syariah dilakukan oleh seluruh perwakilan bank peserta penggabungan usaha yakni Direktur Utama Bank BRISyariah Ngatari, Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Hery Gunardi, dan Direktur Utama Bank BNI Syariah A | Dok Bahana Sekuritas
18 Dec 2020, 09:38 WIB

Bank Syariah Indonesia Incar Pembiayaan UMKM Halal

Nilai total pembiayaan UMKM halal ketiga bank syariah mencapai Rp 36,36 triliun.

 

JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia (BSI) akan menyasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari sektor halal ke depannya. Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan selama ini perusahaan telah banyak menjalin kerja sama untuk membantu para pelaku usaha kecil dan mikro, khususnya di sektor industri halal. 

"Hal ini dipastikan akan tetap berlanjut nantinya, saat BNI Syariah resmi bergabung dengan BRI Syariah dan BSM," kata Iwan dalam keterangan pers, Kamis (17/12).

BNI Syariah juga telah resmi ditunjuk pemerintah sebagai salah satu bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama ini, BNI Syariah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk pembiayaan investasi bagi pedagang agar mampu memiliki tempat usaha.

Terkait

Selain itu ada juga kerja sama dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) atau Yayasan Simpul Energi Pesantren guna pemanfaatan produk dan jasa layanan, serta pemberian pembiayaan warung mikro di lingkungan tersebut.

Direktur Utama BRI Syariah Ngatari mengatakan, penyaluran dana pada segmen UMKM akan mencapai 23 persen dari total pembiayaan. "Persentase penyaluran bagi UMKM dari tiga bank syariah yang akan merger ini diproyeksikan akan mencapai 23 persen pada Desember 2021 dari total pembiayaan," kata Ngatari.

photo
Infografis komitmen Bank Syariah Indonesia pada pelaku UMKM. - (BSI)

Dia menekankan, dalam rancangan merger juga telah dicantumkan komitmen dukungan bank hasil penggabungan kepada UMKM. BSI akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM di antaranya melalui KUR dan melalui produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM.

Ngatari yang juga Anggota Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN menambahkan, keseriusan BSI juga tercermin dari struktur pengurus. Yakni dengan adanya posisi direksi yang khusus membawahi retail banking dan UMKM.

Hingga September 2020, nilai total pembiayaan UMKM yang dimiliki ketiga bank syariah Himbara mencapai Rp 36,36 triliun. Jumlah itu terdiri dari pembiayaan UMKM milik BRI Syariah sebesar Rp 18,7 triliun, Bank Syariah Mandiri sebesar Rp 11,67 triliun, dan BNI Syariah sebesar Rp 5,99 triliun. Porsi penyaluran pembiayaan dari BRI Syariah kepada UMKM bahkan sudah mencapai 46 persen dari total portofolio pembiayaan perseroan.

Di tempat terpisah, Bank Indonesia menyambut baik lahirnya Bank Syariah Indonesia dari merger tiga bank anak usaha bank BUMN. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hal ini sejalan dengan visi BI yang juga mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia.

"Tentu saja BI menyambut gembira merger bank syariah ini karena BI juga sangat mendukung pengembangan ekonomi syariah," kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (17/12).

Menurut Perry, merger bank syariah termasuk dalam pilar pengembangan yakni memperbesar kapasitas atau kemampuan bank-bank syariah. Merger menjadi komitmen kuat juga dari pemerintah untuk memperluas sistem jasa keuangan sehingga punya daya saing.

Perry mengatakan inisiatif tersebut sangat positif dan sudah digariskan dalam Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia. Selain itu, bank hasil merger juga menjadi penjemput optimalisasi potensi yang dimiliki Indonesia, salah satunya dalam konteks pengembangan halal value chain.

"Agar demand keuangan syariah termasuk dari perbankan syariah lebih besar untuk pengembangan halal value chain," katanya.

Indonesia sudah masuk dalam jajaran 10 besar industri halal dunia, seperti makanan minuman, fashion, jasa keuangan, pariwisata dan lainnya. Kemudian, Perry mengatakan, merger bank akan bisa sejalan dengan upaya BI dalam melakukan berbagai penguatan kebijakan moneter di bidang syariah. Salah satunya dalam memperluas pasar uang syariah.

BI sudah menerbitkan sukuk BI untuk operasi moneter, juga memperbanyak instrumen di pasar uang syariah. Dengan berbagai upaya dari banyak pihak, Perry meyakini industri ekonomi syariah Indonesia bisa terus berkembang.


×