Peserta membawa papan selancar. Pemerintah akan mewajibkan wisatawan yang ke Bali untuk tes usap. | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Nasional

Wisatawan ke Bali Harus Tes Usap

Pemerintah akan mewajibkan wisatawan yang ke Bali untuk tes usap.

JAKARTA – Pemerintah akan memperketat pengawasan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 saat masa libur Natal dan Tahun Baru 2021 dengan membuat aturan baru. Salah satu langkah yang diambil pemerintah, yakni mewajibkan wisatawan yang akan Bali untuk melakukan swab test atau tes usap.

“Kami minta untuk wisatawan yang akan naik pesawat ke Bali wajib melakukan tes PCR H-2 sebelum penerbangan ke Bali serta mewajibkan tes rapid antigen H-2 sebelum perjalanan darat masuk ke Bali,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (14/12) malam.

Untuk mengatur mekanismenya, Luhut meminta Menteri Kesehatan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Menteri Perhubungan segera mengatur prosedurnya. Luhut meminta, prosedur operasi standar (POS) untuk penggunaan rapid test antigen segera diselesaikan.

Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) juga meminta Gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mengoptimalkan pemanfaatan isolasi terpusat dan memperkuat operasi yustisi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan isolasi terpusat dan protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M).

Dalam konteks perkotaan, pemda diminta untuk mengetatkan implementasi kerja dari rumah dan pembatasan jam operasi tempat makan, hiburan, mal hingga pukul 20.00 WIB. Sementara untuk di wilayah perdesaan, pemda diminta memperkuat implementasi pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas.

photo
Sejumlah calon penumpang berada di area Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Ahad (13/12). PT Angkasa Pura II memastikan penerbangan berjalan lancar di seluruh bandara perseroan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Di antaranya, menyiapkan ketersediaan jadwal penerbangan tambahan, memperpanjang operasional bandara dan memastikan kesiapan dan kesigapan sumber daya manusia serta prosedur protokol kesehatan. - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, Garuda Indonesia selaku operator akan tunduk kepada apapun keputusan pemerintah. Ia mengaku sudah berkoordinasi terkait kebijakan tersebut. Garuda Indonesia, kata dia, saat ini menunggu petunjuk pelaksanaan kebijakan tersebut secara detail untuk diterapkan.

“Kami juga tidak akan akal-akalan memanfaatkan aturan yang ada,” kata dia.

Irfan mengeklaim, sebagian besar penumpang Garuda Indonesia saat melakukan perjalanan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Ada beberapa keributan kecil antara awak kabin dan penumpang, tapi kami berprinsip masker itu kewajiban,” ujar Irfan.

Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi menanggapi positif kebijakan tersebut. “Karena Bali selama ini paling terpuruk, di mana kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) layu sekali,” kata Dede.

Dede mengatakan, Bali menjadi sorotan dunia dalam industri pariwisata. Konsep CHSE (Clean, Health, Safety, Environment) harus ditampilkan dan dilaksanakan secara serius. Cara itu bisa memberi image aman berwisata di Bali dan hal tersebut sangat penting dalam suasana pandemi seperti saat ini.

Dia menilai, saat ini vaksin belum ada tanda-tanda positif. Langkah paling baik yang bisa dilakukan adalah melakukan pencegahan dan menekan tingkat penyebaran. Zona wisata andalan juga harus dilakukan pengawasan secara ketat agar wisatawan luar negeri merasa aman saat berkunjung ke Bali.

Dede mengimbau kepada masyarakat jelang libur Natal dan Tahun Baru untuk tetap menjaga protokol kesehatan. “Bagi yang punya penyakit berat bawaan, baiknya rayakan di tempat masing-masing saja dulu,” ujar dia. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat