Petugas kebersihan beraktivitas di Wisma Jakarta Islamic Center (JIC) Koja, Jakarta, Jumat (11/12). Sejak ditunjuk Pemprov DKI Jakarta sebagai tempat isolasi pada dua bulan lalu, Wisma JIC belum digunakan. | Prayogi/Republika
12 Dec 2020, 03:00 WIB

RS Rujukan Diminta Tambah Tempat Tidur

Tertularnya nakes juga membuat ruang gawat darurat dipindah dan ditutup.

 

SURABAYA -- Peningkatan kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Timur membuat kapasitas tempat tidur rumah sakit rujukan hampir penuh. Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan diklaim sudah mencapai 70 persen. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Herlin Ferliana mengakui, sepekan terakhir penambahan kasus Covid-19 di Jatim rata-rata di atas 500 kasus. "Dua pekan terakhir luar biasa. Saya tidak bawa data, tapi seingat saya rata-rata tempat tidur yang terpakai di rumah sakit sekarang hampir 70 persen," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (11/12).

Herlin mengakui, Pemprov Jatim telah mengambil langkah penanganan, yakni dengan mengumpulkan kepala dinas kesehatan se-Jatim dan direktur utama rumah sakit rujukan Covid-19. Pemprov Jatim meminta penambahan ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di masing-masing rumah sakit. Ia mengatakan, sebenarnya dua pekan lalu tingkat keterisian rumah sakit di Jatim sangat terkendali, bahkan di bawah 40 persen.

Terkait

Sampai sekarang, kata dia, tempat tidur untuk pasien non-Covid-19 juga tidak banyak terpakai. "Jadi, kami meminta tempat tidur yang non-Covid-19 dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19 karena tidak banyak terpakai," ujarnya. Langkah kedua yang dilakukan Pemprov Jatim untuk mengatasi membeludaknya pasien Covid-19 adalah dengan menyediakan rumah sakit darurat Covid-19. Salah satu yang akan segera beroperasi di Malang Raya.

"Bu Gubernur sudah meminta penyiapan RSDL di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma). Minggu-minggu ini insya Allah sudah bisa menampung pasien Covid-19. Kapasitasnya 300, tapi untuk awal 100 tempat tidur," kata Herlin.

Ketua Persi Jatim dr Dodo Anondo mengaku mendapat laporan terkait peningkatan tingkat keterisian rumah sakit Covid-19 dari delapan koordinator wilayah Persi di Jatim. Dodo menyatakan, Persi Jatim siap membantu dalam hal koordinasi dan tindak lanjut mengenai ketersediaan tempat di rumah sakit serta memberikan masukan penanganan. "Namun, pengambil kebijakan tetap Satgas Covid-19," ujarnya.

Dodo menyatakan akan menyampaikan beberapa masukan kepada kepala dinas kabupaten/kota di Jatim. Masukan utamanya, kata dia, seharusnya Jawa Timur sudah memiliki rumah sakit khusus Covid-19. Sebab, sejauh ini RS dr Soetomo masih menangani pasien non-Covid-19. Demikian juga RS Universitas Airlangga. 

Nakes tertular

Tak hanya sebab penuh, penularan Covid-19 di fasilitas kesehatan juga mulai merepotkan. Di Bandar Lampung, Terdapat 24 tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdul Moeloek Lampung terpapar positif Covid-19. Akibatnya, UGD dipindahkan ke ruangan lain.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Republika, Jumat (11/12), pelayanan IGD RSUD Abdul Moeloek Lampung masih dipindahkan di gedung Mahan Nunyai lantai 1, sedangkan IGD RSUD tersebut masih disterilkan dan direnovasi tidak ada kegiatan medis sama sekali.

Menurut Pelaksana Tugas Dirut RSUD Abdul Moeloek Lampung dr Reihana, IGD tersebut bukan ditutup, akan tetapi dipindahkan sementara ke gedung Mahan Nunyai. Ia telah mengeluarkan surat edaran. “IGD RSUD Abdul Moeloek hanya melayani kegawatdaruratan rujukan pasien Covid-19,” kata Reihana dalam keterangan persnya, Jumat (11/12).

Layanan instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya juga ditutup sementara para Jumat (11/12). Penutupan itu dilakukan lantaran adanya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Seksi Pelayanan RS SMC, Adi Widodo mengatakan, terdapat enam tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak empat orang merupakan nakes dari layanan IGD dan dua orang petugas laboratorium. "Ada enam sekarang yang positif Covid-19. Kalau total dari awal ada 31 nakes," kata dia, Jumat (11/12).

Adanya nakes yang terkonfirmasi positif itu mengakibatkan layanan IGD di RS SMC harus dihentikan sementara. Sebab, manajemen rumah sakit harus melakukan penelusuran kepada kontak erat dan melakukan sterilisasi ruangan tersebut. 

Penutupan layanan IGD itu berlaku sejak Jumat (11/12) hingga Senin (14/12). Selain layanan IGD, laboratoium PCR di rumah sakit itu juga sementara tak menerima rujukan sampel swab PCR dari dinas kesehatan, rumah sakit, atau puskesmas lain. Layanan laboratorium dihentikan hingga waktu yang taj ditentukan. "Kita perlu lakukan tracing dan membersihkan ruangan terlebih dahulu," kata dia. 

Adi menambahkan, dalam dua pekan terakhir jumlah pasien positif Covid-19 ke RS SMC mengalami lonjakan signifikan. Menurut dia,  saat ini ruang isolasi di RS SMC untuk pasien Covid-19 juga sudah terisi penuh. Dari 45 tempat tidur, seluruhnya sudah terisi.

 


×