Grafis DBD | Republika

News

DBD Renggut 133 Jiwa

Terjadi lonjakan kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Oleh DBD Renggut 133 Jiwa

JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melansir catatan terbaru soal jumlah kasus penularan demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari ini. Hingga Selasa (29/1), jumlah penularan dan korban meninggal dunia akibat penyakit tersebut terus bertambah.

Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, penderita DBD yang meninggal dunia mulai 1 Januari 2019 sampai Selasa (29/1) sedikitnya 133 jiwa. Angka itu melonjak dibandingkan yang diumumkan sebelumnya pada Senin (28/1) sebanyak 112 jiwa.

Siti Nadia menyatakan, mendapat laporan dari 34 provinsi bahwa sejak 1 Januari 2019 hingga Selasa (29/1)tercatat sudah terjadi 13.683 kasus DBD. "Data kematian hingga 29 Januari 2019 sebanyak 133 jiwa," kata dia saat konferensi pers terkait DBD, di Jakarta, Rabu (29/1).

Ia menjelaskan, mayoritas kematian terjadi pada hari keempat sampai ketujuh saat fase syok. Pada fase itu, denyut nadi korban tidak terasa karena darah keluar dari pembuluh darah dan pendarahan yang tidak berhenti.

Ia memerinci, kematian yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) sebanyak 47 jiwa, Nusa Tenggara Timur (NTT)14 jiwa, Sulawesi Utara 13 jiwa, Jawa Barat 11 jiwa, Jawa Tengah 9 ji wa, Kalimantan Tengah 9 jiwa, Sulawesi Selatan 8 jiwa, Sumatra Selatan 3 jiwa, Banten 3 jiwa, Kalimantan Timur 3 jiwa, Kalimantan Barat 2 jiwa, Gorontalo 2 jiwa, Sulawesi Tengah 2 jiwa, Aceh 2 jiwa, Riau 1 jiwa, Jambi 1 jiwa, Kalimantan Selatan 1 jiwa, Sulawesi Barat 1 jiwa, dan Papua 1 jiwa.

Sementara itu, kasus DBD paling banyak tercatat di Jatim sebanyak 2.657 disusul Jawa Barat 2.008 kasus. Selanjutnya, Nusa Tenggara Timur dengan 1.169 kasus, Jawa Tengah 1.027 kasus, Sulawesi Utara 980 kasus, Lampung 827 kasus, DKI Jakarta 613 kasus, dan Sulawesi Selatan 503 kasus.

Daerah lain yang melaporkan kasus DBD adalah Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Banten, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Barat, Gorontalo, Aceh, Bali, Bengkulu, Bangka Belitung, Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Maluku, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, Papua Barat, dan Papua. Jumlah kasus di setiap provinsi itu merentang dari 18 kasus hingga 465 kasus.

Kemenkes juga mencatat, angka kasus DBD sepanjang Januari 2019 ini melonjak 121,8 persen dari jumlah dalam periode yang sama pada 2018. Pada Januari 2018 ter catat sebanyak 6.167 kasus dengan jumlah yang meninggal sebanyak 43 kasus. Sementara itu, menurut penelusuran Republika, jumlah kematian tahun ini juga lebih banyak dari awal 2017. Saat itu, sejak Januari hingga Mei tercatat sebanyak 17.877 kasus, dengan 115 kematian.

 
"Tetapi, kami menyadari pemerintah mengalami keterbatasan dana".
Mulia
 



Pihak Kemenkes sebelumnya melansir, lonjakan kasus DBD belakangan ikut dipicu peralihan musim dari kemarau ke hujan di mana hal itu menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah populasi nyamuk. Diharapkan, selepas puncak musim hujan populasi nyamuk berkurang.

Menurut Siti Nadia, tanpa pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M- Plus (menguras, menutup, mengubur) dan sejumlah tindakan pencegahan lainnya, lonjakan penularan akan sulit dikendalikan. Ia menyebut program itu berjalan dengan baik hingga mampu menurunkan kasus DBD di DKI Jakarta, Kaltim, dan Yogyakarta.

Ia mengimbau masyarakat untuk kembali menjalankan PSN 3M-Plus. Pihak Kemenkes menyatakan, pemerintah belum menjadikan vaksin DBD sebagai program nasional karena masih harus melalui fase kajian-kajian, seperti efektivitas hingga ke amanannya.

Sementara itu, Ketua Divisi Infeksi dan Pediatrik Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM FKUI Mulya Rahma Karyanti membenarkan, vaksin bisa mencegah kebocoran pembuluh darah yang bisa membuat penurunan kesadaran (syok) hingga meninggal. "Dan, bisa menekan sampai 88 persen pembiayaan pengobatan DBD," ujar dia.

Karena itu, pihaknya dari dokter anak merekomendasikan supaya vaksin DBD ini bisa masuk dalam program nasional. "Tetapi, kami menyadari pemerintah mengalami keterbatasan dana," kata Mulia.

Sementara itu, lonjakan penularan DBD juga dicatat di berbagai daerah. Di Kabupaten Purwakarta, misalnya, sepanjang Januari ini tercatat sebanyak 96 kasus DBD. Jumlah itu jauh lebih banyak dari periode yang sama setahun lalu.

Januari tahun lalu pasien DBD hanya 30 kasus, jadi naik tiga kali lipat, kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P)Dinkes Purwakarta Muhammad Zubaedi, kemarin.(ita nina winarsih/rizky suryarandika ed:fitriyan zamzami )

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat