Seorang guru memberikan bimbingan belajar kepada siswa PAUD Pelangi di rumahnya di Kampung Kanaga, Lebak, Banten, Rabu (25/11). | MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS/ANTARA FOTO
26 Nov 2020, 03:00 WIB

Kolaborasi Menghadapi Pandemi

Mari kita kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan pandemi.

Kondisi pandemi Covid-19 bukan hanya menyulitkan untuk guru, melainkan seluruh pihak, dari pemerintah hingga siswa. Kondisi ini membuat seluruh pihak yang berkepentingan dalam pendidikan untuk bisa saling berkolaborasi menyiasati pandemi. Termasuk kolaborasi guru, siswa, ataupun pemerintah.

Kepada wartawan Republika, Inas Widyanuratikah, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qodir menilai, guru seharusnya juga bisa meningkatkan kompetensi untuk berimprovisasi di tengah pandemi. Pemerintah juga diminta memfasilitasi peningkatan kompetensi ini untuk tujuan bersama. Berikut petikan wawancara Republika, dengan Dudung Abdul Qodir:

Apa harapan PGRI di Hari Guru Nasional 2020?

Kepada pemerintah dan kepada seluruh masyarakat pendidikan, mari kita bekerja sama, jangan sampai saling menyalahkan. Mari kita kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan. Yang pertama, ayo kita sama-sama para guru meningkatkan kompetensi.

Terkait

Kedua, ayo pemerintah membantu para guru untuk meningkatkan kompetensi. Selanjutnya, ayo bersama-bersama hormati, hargai dan lindungi para guru sehingga mereka bisa melaksanakan tugas dan melaksanakan fungsinya dengan tenang. Sehingga, mereka bisa mencapai cita-cita yang diharapkan yakni mewujudkan generasi emas di tahun 2040. 

Artinya kami berharap, PGRI, kepada seluruh insan pendidikan, mari kita merefleksi apa yang sudah kita lakukan hari ini, hari sebelumnya. Meningkatkan pelayanan pendidikan di satuannya masing-masing, sehingga para guru bisa berkontribusi yang terbaik menghasilkan guru-guru yang kreatif, inovatif, dan berdedikasi untuk mewujudkan Indonesia maju. Mudah-mudahan, guru-guru di seluruh Indonesia bahagia, sejahtera, profesional.

 
Hari ini guru-guru mengajarkan ketulusan dan pengorbanan.
 
 

Bagaimana pembelajaran selama pandemi ini berlangsung? 

Di masa pandemi ini kalau kami mengajak kepada teman-teman guru jangan menyerah dengan Covid-19. Guru harus lakukan berbagai aktivitas, berbagai tantangan sehingga imunnya semakin kuat. Kedua, ketika  melaksanakan pembelajaran diharapkan guru bisa menyajikan pembelajaran yang membuat siswa menjadi nyaman, orang tua menjadi senang dan guru juga imunnya kuat.

Di era biasa saja pembelajaran kita masih perlu ditingkatkan apalagi di era pandemi ini. Guru melakukan berbagai inovasi dan kegiatan dan kreativitas. Di tempat yang kadang jaringannya bagus kadang enggak, mereka menggunakan dua pendekatan, yaitu daring dan luring. Di tempat yang jaringannya tidak ada sama sekali, mereka membuat langkah praktis strategis dengan membuat modul. 

Apakah pandemi secara tidak langsung melatih kreativitas guru?

Ya, luar biasa. Kami kemarin mengadakan lomba 1.500 naskah pengalaman PJJ. Makanya, kami bisa menyampaikan ini karena kami menerima informasi dari guru-guru melakukan berbagai kreativitas, berbagai inovasi, berbagai kolaborasi. Saya menangis membaca tulisan-tulisan yang disampaikan oleh guru-guru. Hari ini guru-guru mengajarkan ketulusan dan pengorbanan.

Apa kendala yang banyak dikeluhkan guru?

Yang sering dikeluhkan memang karena tidak terbiasa menghadapi pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi informasi, jadi memang guru di saat melaksanakan tugas dia sambil belajar. Kedua, mereka harus mempersiapkan ekstra saat pembelajaran jarak jauh berbeda dengan pembelajaran biasa. Jadi, energi, pikiran, tenaga, itu dikeluarkan secara total ketika PJJ. Berbeda dengan persiapan pembelajaran tatap muka seperti biasa. 

Ketiga kesulitan, kadang-kadang ketika sedang asyik mengajar siaran langsung tiba-tiba jaringan hilang, mati lampu, dan seterusnya. Sehingga, anak-anak yang tadinya sudah konsentrasi memulainya kan susah lagi kadang-kadang. Ini juga kendala. Keempat bahwa tidak semua orang tua memiliki gadget atau HP sehingga kesulitan. Akhirnya daring juga iya, luring juga iya.


×